
Setelah mendapat tempat, Cello langsung mempersilakan Ema untuk duduk. setelah duduk mereka berdua langsung di datangi oleh pelayan cafe.
"Selamat malam mbak dan mas, silakan ini daftar menunya" ucap sih mbak pelayan.
Cello dan Ema langsung melihat-lihat daftar menu tersebut, dan tidak lama mereka akhir memesan makanan yang mereka inginkan.
"Ok itu saja pesanannya?" tanya mbak pelayan kembali.
"Ia itu aja mbak" jawab Ema ramah.
"Terimakasih silakan di tunggu" jawab pelayan tersebut dan langsung meninggalkan meja Yang di Tempati oleh Ema dan Cello.
"Kamu cantik banget malam ini" puji Cello pada Ema.
"Terimakasih ya, tapi aku tidak ada apa-apa nya di bandingkan dengan kekasih-kekasih kamu di luar sana, selain cantik mereka juga sangat seksi" ucap Ema pada Cello
Cello sepertinya di tampar atas ucapan Ema barusan, dan Cello semakin yakin kalau Ema akan menolak nya nanti.
"Nggak usah bahas itu, semua itu adalah masa lalu aku, dan sekarang aku ingin membuka lembaran baru dalam hidup akan, sikap aku yang dulu, sekarang aku tinggalkan.
Ema yang mendengar ucapan Cello sedikit merasa tidak enak sama Cello dan langsung meminta maaf.
" Ok aku minta maaf dengan kata-kata aku barusan ya? ucap Ema pada Cello.
"Ia tidak apa-apa, anggap saja semuanya sudah berlalu" jawab Cello pada Ema.
Tidak lama pesanan mereka akhirnya datang, Cello dan Ema langsung menyantap makanan mereka sambil mengobrol dan menikmati live musik.
"Di sini suasananya enak banget ya" ucap Ema.
"Ia khusus tempat anak muda nongkrong, apa lagi ada live musiknya" jawab Cello.
Setelah selesai makan malam mereka tidak langsung bergegas untuk pulang, mereka masih duduk santai berdua.
"Aku mau tanya sesuatu sama kamu?" ucap Cello.
"Mau tanya apa?" jawab Ema.
"Aku ingin kita menjalan hubungan dengan serius, aku tidak main-main dan aku bukan Cello yang dulu lagi" ucap Cello, membuat Ema langsung terdiam tanpa suara.
"Tapi aku juga tidak memaksa kamu untuk menjawabnya sekarang, kalau kamu belum bisa menjawabnya, karet aku tau kalau aku punya masa lalu yang brengsek" lanjut Cello.
"Aku tidak peduli dengan masa lalu kamu, tapi yang penting kamu sekarang betul-betul berubah tidak kayak dulu lagi" ucap Ema.
"Betul aku udah nggak kayak dulu, kalau boleh jujur kamu lah yang merubah aku, karena selama aku mengenal kamu aku langsung meninggalkan sifat buruk aku" lanjut Cello.
__ADS_1
Ema masih diam, belum memberikan jawaban, karena dia tidak ingin Cello mempermainkan dirinya.
"Maaf ya aku belum bisa memberikan jawaban, berikan aku kesempatan, boleh ya" ucap Ema.
"Dengan senang hati, aku akan setia menunggu jawaban itu, dan aku akan buktikan keseriusan aku ke kamu" jawab Cello.
Karena sudah larue malam, akhirnya mereka berdua langsung meninggalkan cerah tersebut.
"Ayo kita pulang, sudah larut malam" ucap Ema.
"Ok ayo kita pulang" jawab Cello.
Mereka berdua langsung meninggalkan cafe, Cello mengantar Ema pulang ke rumahnya.
"Aku harap kamu tidak terlalu lama memikirkan jawaban untuk aku ya" jawab Cello saat Ema sudah sampai di depan rumahnya.
"Baiklah, terimakasih semuanya, hati-hati di jalan ya"ucap Ema sebelum turun dari mobil.
" Ok sama-sama, aku lanjut ya, semoga mimpi indah" jawab Cello.
"Ema langsung masuk ke dalam rumahnya, setelah Ema masuk ke dalam rumah barulah Cello melanjutkan perjalanannya.
Berbeda dengan Cello yang masih memperjuangkan cintanya pada Ema, Chaim dan Rere sudah berada di dalam kamar mereka.
Rere yang sedikit malu, hanya melihat ke kiri dan ke kanan tidak berani menatap Chaim.
Chaim belum puas bermain-main di muka Rere, dia kembali turun ke leher Rere dan meninggalkan jejak kepemilikannya di sana, suara indah pertama akhirnya keluar dari mulut Rere, membuat Chaim semakinberg**a.
Chaim yang bangun kembali dan membuka baju yang dia kenakan dan langsung membuatnya ke sembarang tempat, membuat Rere langsung menutup matanya dengan kedua telapak tangannya.
"Jangan di tutup matanya sayang, buka dong" ucap Chaim menyingkirkan kedua tangan Rere dari wajahnya.
"Aku malu kak, karena ini pertama kalinya buat aku" ucap Rere.
"Kenapa harus malu, kamu adalah istri aku dan aku adalah suami kamu, kita udah sah" jawab Chaim sambil membuka kancing baju Rere, setelah semua kancingnya terbuka Chaim langsung membuangnya ke lantai dan akhirnya gunung kembar Rere nampak yang masih terbungkus dangan bra berwarna merah.
"Kak aduh aku sangat malu" ucap Rere kembali dan langsung menutup kedua gunung kembarnya.
"Jangan di tutup sayang, aku ingin melihat gunung kembar milik aku" jawab Chaim dan langsung menggeser tangan Rere kembali.
Chaim langsung menyentuh gunung kenarbar itu dengan lembut, dan kembali suara indah Rere keluar.
"Suara kamu indah sayang" jawab Chaim bermain-main di sekitar gunung kembar Rere.
"Kakak...ah" suara Rere tidak bisa terbendung lagi.
__ADS_1
Detak jantung Rere semakin kencang, dan berkeringat padahal AC kamar menyalah.
"Sayang, kamu udah siap? kalau belum biar kita tunda saja dulu" ucap Chaim tapi tangannya masih menyentuh tubuh Rere.
"Bagai mana mau berhenti kalau udah begini" jawab Rere.
"Ok kalau begitu kita lanjut ya" ucap Chaim dengan suara menggoda.
Chaim kembali melancarkan aksinya, dan membuat Rere menggeliat dan mengeluarkan desahan yang membuat Chaim semakin bergairah.
"Sayang, kamu udah basah, aku mulai ya?" tanya Chaim.
Rere sudah tidak mampu menjawab pertanyaan Chaim, dia hanya menganggukkan kepalanya.
"Tahan ya sayang, ini memang sakit tapi aku yakin pasti kamu ketagihan" ucap Chaim dan langsung membuka ke dua kaki Rere lebar-lebar.
Rere sudah siap menyerahkan milik paling berharganya kepada suaminya itu.
Chaim dengan pelan dan lembut memasukkan ular kobra miliknya ke dalam sarangnya, tapi sedikit susah karena sempit.
"Kak kok nggak bisa masuk sih" ucap Rere yang sudah tidak sabar merasakan patokan ular milik Chaim.
"Sabar sayang, dikit lagi ya" ucap Chaim.
Dan akhirnya Rere teriak kesakitan, karena hutan berselaput itu di akhir di tembus juga ular ukuran jumbo milik Chaim.
"Aduh.... kak... kakak sakit" ucap Rere menahan pinggul Chaim.
"Sabar sayang, aku pelan kok, sedikit lagi pasti kamu suka" jawab Chaim dan langsung menghujani Rere dengan ciuman.
Dan benar saja apa yang di katakan Chaim, rasa sakit yang di rasakan Rere tergantikan dengan rasa nikmat yang membuat mereka berdua tidak berhenti mengeluarkan suara indah mereka.
Entah gaya apa saja yang mereka berdua lakukan, hampir sejam Chaim dan Rere membuat gempa buatan di dalam kamar mereka, dan akhirnya mereka mendapatkan klimaks juga, Chaim langsung tumbang di atas tubuh Rere, mereka berdua sudah bermandikan dengan keringat.
Chaim langsung berbaring di samping Rere dan langsung memeluk wanita yang sudah memberikan sawa sempitnya untuk di patok oleh ular kobra miliknya.
"Terimakasih sayang" ucap Chaim dan kembali mencium b***r Rere.
Rere hanya mengangguk dan tersenyum ke pada suaminya itu, karena kecapean akhirnya mereka berdua tertidur dengan saling berpelukan.
ππππ
Jangan lupa tinggal kan jejaknya, lewat like dan komentar π€terimakasih ππ
ππππbersambungππππ
__ADS_1