
Rere juga langsung naik ke tempat tidur dan membaringkan dirinya di samping Chaim, karena dia juga sudah sangat lelah, tidak lama Rere akhirnya ikut tertidur dengan lelap.
Malam ini mereka berdua hanya menghabiskan malam pertama mereka dengan tidur, tidak seperti pasangan yang lainnya, yang mungkin langsung menanam saham. tapi Chaim dan Rere memilih tidur karena kecapean.
Chaim yang merasa sedikit aneh dengan bantal yang dia peluk, Chaim langsung membuka matanya ternyata yang di peluk adalah Rere sang istri.
Chaim langsung bangun dari tidurnya, dan menatap Rere yang tertidur pulas.
"Terimakasih sayang, sudah bersedia menjadi istri aku" batin Chaim dan langsung mengecup kening Rere.
Chaim langsung kembali membaringkan tubuhnya di samping istrinya dan ikut tertidur kembali sambil memeluk sang istri, mereka berdua tertidur sampai pagi. Rere yang bangun dari tidurnya, dia melihat Chaim masih terlelap dengan tangannya melingkar di tubuh Rere.
Dengan pelan-pelan Rere mengangkat tangan Chaim karena dia ingin bangun, tapi Chaim semakin mempererat pelukan nya, sebenernya Chaim dari tadi bangun tapi hanya berpura-pura tertidur.
"Kak, aku mau bangun" ucap Rere pada Chaim.
"Sedikit lagi, biarkan begini sebentar saja" jawab Chaim dengan suara khas bangun tidur.
Rere tersenyum menatap suaminya yang pura-pura menutup mata, dia membiarkan suaminya memeluk dirinya, dalam hati kecil Rere dia sangat bahagia dengan perlakuan Chaim.
Di rumah Rere memang masih banyak keluarganya, baru hari ini mereka akan kembali ke rumah mereka Masing-masing.
"Kak, aku udah mau bangun, ini udah jam enam pagi" ucap Rere pada Chaim.
Chaim tersenyum dan melepaskan pelukannya, dia langsung mencium kening istrinya kembali, Rere kaget karena mendapatkan ciuman dari sang suami, pipinya langsung merah karena sedikit malu.
"Tidak usah malu, biasakan itu belum seberapa" goda Chaim membuat Rere kembali malu dan langsung lari masuk kamar mandi, Chaim hanya tertawa melihat istrinya yang sedikit malu karena godaannya.
Chaim langsung mengambil HP yang dia letakkan di atas nakas tempat tidur, banyak sekali pesan yang masuk.
"Kakak... jangan kasar-kasar ya, pelan-pelan saja" Cello.
__ADS_1
"Kayaknya di rumahnya mama Lia akan terjadi gempa buatan malam iniπ€£π€£" Tya.
"Bos, jangan kasih gendor, biar cepat ada junior" Irwan.
Dan banyak lagi pesan dari yang lainnya tapi Chaim hanya membacanya dia malas membalasnya. karena menurut nya semua itu pesan tidak masuk akal.
Tidak lama Rere sudah keluar dari kamar mandi, dia sudah berpakaian santai, kini giliran Chaim yang masuk untuk membersihkan diri, sedang Rere langsung merapikan tempat tidur mereka.
Setelah semuanya selesai akhirnya Rere dan Chaim turun ke lantai bawa dan bergabung dengan lainnya, tidak lama mereka semuanya berkumpul untuk sarapan pagi, Rere langsung melayani suaminya dengan mengambilkan nasi dan juga sayur serta lauk.
"Kalian mau tinggal di mana nanti, di sini atau di rumah mama Dita?" tanya mama Lia pada Chaim dan Rere.
"Kamu nanti tinggal di apartemen ma, karena kami ingin mandiri, dan juga sedikit dekat dari kantor aku" jawab Chaim.
"Bagus juga nak, kalau kalian ingin mandiri, papa setuju" ucap papa Rifky.
"Kapan kalian pindah ke sana?"
Setelah sarapan mereka lanjut bersantai di ruang keluarga, dan ada juga yang bersiap-siap untuk pulang ke rumah mereka.
π·π·π·
"Kok mama merasa sunyi ya, tidak ada kakak" ucap mama Dita saat mereka lagi sarapan pagi.
"Kakak lagi buatkan mama cucu" jawab celli dan langsung mendapat jeweran dari Oma Metha.
"Ini anak kalau bicara asal bunyi saja" ucap Oma Metha.
"Emang benar kok Oma, kami aja chat dia cuma di baca doang, nggak di balas" lanjut Tya.
"Kakak kalian lagi capek, karena habis acara pernikahannya" ucap Oma Metha.
__ADS_1
"Betul yang di katakan kak Tya, itu pun pesan kami di bacanya pagi ini" jawab Cello.
"Udah, ngapain juga kalian chat kakak, kalian tau kalau baru saja melaksanakan pernikahan palingan dia tidur karena capek" ucap bunda Dea.
Mereka tidak ada lagi yang bersuara, mereka semuanya kembali menikmati sarapan mereka, selama Oma Astrid dan yang lainnya langsung kembali ke rumah masing-masingmasing-masing karena sudah sangat lelah, walaupun Adit dan Dita melarang mereka pulang dulu, tapi karena ada Rio sekeluarga menemani mereka.
Sehabis sarapan pagi Oma Metha dan opa Lukman berencana akan kembali ke rumah, tapi masih di larang Dita dan Dea.
"Mama ngapain cepat-cepat pulang, mama juga tidak bikin apa-apa kan di rumah" ucap Dea pada mama mertuanya.
"Ia betul, mama di sini aja dulu, tidak usah Buru-buru pulang" sambut Dita.
Dan akhirnya Oma Metha dan opa Lukman tidak jadi pulang ke rumah mereka, karena tidak di izinkan kedua anak menantunya untuk pulang.
π·π·
Chaim dan Rere berpamitan pada kedua orang tua mereka, karena ingin ke apartemen, mereka ingin mengecek apartemen mereka karena sudah lama tidak di tempati, cuma datang di bersihkan saja.
"Ma... Pa... kami jalan dulu" ucap Chaim berpamitan kepada kedua mertuanya.
"Ia nak, kalian hati-hati ya" jawab mama Lia.
Setelah berpamitan Chaim dan Rere langsung berangkat ke apartemen mereka, karena Chaim ingin cepat-cepat pindah ke sana, mereka berdua sudah sepakat untuk hidup mandiri.
π·π·π·π·
Jangan lupa di like dan komentar ya kakπ€.
Terimakasih ππ
πππBersambung πππ
__ADS_1