
Selesai makan malam Dea segara merapikan meja makan dan juga mencuci piring, Davin kembali ke ruang tamu menikmati sebatang rokok.
Setelah semuanya sudah beres, Dea juga menyusul ke ruang tamu, mereka melanjut obrolan nya yang sempat tertunda.
"Jadi kamu mau bikin apa di Jakarta" tanya Davin kembali.
"Saya mau cari kerja kak, tapi kemarin seharian aku keliling cari tapi belum dapat" jelas Dea.
"Kalau begitu kamu di sini saja dulu untuk sementara sampai kamu dapat kerjaan" ucap Davin.
"Betul kak? aduh terimakasih kak sudah banyak menolong saya" jawab Dea.
"Ia sama-sama, ayo istirahat saya sudah lelah" Davin langsung berdiri dan masuk ke dalam kamarnya begitu juga dengan Dea.
💞💞
Malam ini Dita dan Adit menginap di rumah orang tua Adit, tadi pulang kerja Adit langsung ke rumah orang tuanya, karena mendapat telepon dari sang istri kalau dia ada di rumah mama Metha.
"Sayang, kamu dapat salam dari Yohan" ucap Adit .
"Papa ketemu dengan pak Yohan di mana? tanya Dita, ya selama Dita hamil dia sudah sering memanggil Adit dengan sebutan papa.
"Tadi kami meeting di kantornya, dan kamu tau dia sekarang sudah ganti sekertaris" jelas Adit.
" Ia kah sayang, sekertaris masih mudah pa?" tanya Dita yang sedikit kepo.
"Ia masih mudah, tapi sedikit kemayu, tapi orangnya lucu dia suka ganggu Davin" jelas Adit sambil tertawa.
Dita juga tertawa karena tidak bisa membayangkan wajah Davin di goda oleh laki-laki yang bertulang lunak. jangankan di goda, ngobrol dengan lawan jenis saja, Davin mana mau kecuali urusan pekerjaan, dia hanya berbicara banyak hanya pada orang tertentu saja.
"Mas, kenapa Davin tidak menikah saja dengan Risna ya, supaya ada yang urus dia" ucap Dita.
"Risna itu udah pacaran sama Chua sayang, dan kamu tau sendiri kan kalau Davin itu tidak pernah dekat dengan wanita.
"Benar juga sih, tapi dia seumuran denah kamu kan sayang?" tanya Dita kembali.
"Ia, sudah ah ayo tidur, ngapain bahas Davin si" ucap Adit dan langsung mengajak istrinya berbaring di sampingnya.
Adit langsung memeluk sang istri dengan mesra, tidak lupah memberikan ciuman mulai dari kening, pipi dan juga bibir. Dita sangat bahagia selalu mendapatkan perlakuan yang romantis dari suaminya.
__ADS_1
Apa lagi semenjak Dita di nyatakan hamil, Adit semakin memanjakan istrinya itu, dia selalu berusaha menuruti permintaan Dita. dan Dita juga ngidamnya tidak aneh-aneh seperti wanita hamil biasanya.
Tidak lama kemudian mereka berdua langsung masuk ke dalam alam mimpi masing-masing, tapi tangan kekar Adit tidak melepaskan pelukannya pada sang istri.
💞💞
Di kamar hotel seorang wanita baru bangun dari tidurnya dengan kepala yang masih sedikit pusing gara-gara alkohol.
Dia masih dalam keadaan tanpa busana, di sampingnya juga ada seorang pria yang sama tanpa busana.
"Kamu siapa, kenapa gue ada di sini?" ucap Sesil pada laki-laki yang ada di samping.
"Nggak usah pura-pura, semalam kamu malah minta terus kok sayang"
Sesil tidak menjawab dia hanya berusaha mengingat apa yang terjadi semalam, seingatnya dia berada di club' malam, sehabis itu dia tidak ingat apa-apa lagi.
"Semalam kamu sangat hebat sayang, kamu sangat memuaskan saya" ucap Zico, ya laki-laki itu yang bersama dengan Sesil di hotel bernama Zico.
Mereka bertemu di club' malam, mereka berdua dalam keadaan mabuk, tapi Zico tidak terlalu mabuk parah tidak seperti dengan Sesil.
Sesil bangun dari tidurnya ingin masuk dalam kamar mandi, tapi dengan cepat Zico menariknya kembali hingga Sesil kembali jatuh tepat pada pelukannya.
"Mau ke mana sayang, ayo kita lanjutkan kembali kegiatan kita semalam" ucap Zico pada Sesil.
"Jangan begitu sayang, kamu sangat ganas semalam" Zico kembali menjelajahi tubuh Sesil.
mau tidak mau Sesil kembali berolahraga pagi dengan Zico, entah berapa kali mereka melakukan olahraga di tempat tidur.
Sesil sangat lemas karena melayani Zico yang tidak ada puasnya. Zico turun dari tempat tidur dan langsung masuk dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Sesil masih tertidur dengan lelap karena kelelahan habis melayani Zico.
Sehabis mandi Zico keluar dengan hanya menggunakan handuk yang di lilit di pinggang, dia menatap Sesil yang masih tertidur pulas.
"Kamu sangat cantik tapi sayang kamu sudah barang bekas, seandainya kamu masih virgin pasti gue menikahi kamu" batin Zico sambil menatap Sesil.
Tidak lama Sesil terbangun dan melihat Zico yang sudah rapi Sesil hanya diam melihat ke arah lain tidak berani menatap Zico.
"Semoga kita bisa bertemu kembali ya, aku suka dengan permainan kamu" ucap Zico dan kembali mencium pipi Sesil dan langsung meninggalkan kamar hotel.
__ADS_1
"Sial.. brengsek" teriak Sesil, tentu saja hal itu di dengar oleh Zico karena langsung pergi dengan senyum nakalnya.
Sesil hanya melampiaskan emosi di dalam kamar hotel, setelah melampiaskan emosi dia masuk langsung kamar mandi untuk membersihkan diri, setelah rapi Sesil langsung meninggalkan kamar hotel.
💞💞
Hari ini Mia ikut suaminya ke kantor karena permintaan sang suami, karena dia Rio mau mengadakan makan bersama dengan karyawannya. karena waktu menikah Rio tidak mengundang para karyawannya karena acaranya memang tertutup dan hanya untuk di hadiri keluarga saja.
Saat Rio dan Mia tiba di kantor, mereka berdua menjadi pusat perhatian oleh para karyawannya, Ferdi dan Nadin sudah menunggu mereka di lobby kantor.
Mia yang berada di samping suaminya, tidak pernah lepas dari senyumnya, dia selalu tersenyum ramah sama semua karyawan suaminya.
"Istrinya pak Rio ramah ya" ucap salah satu karyawan.
"Ia betul, pak Rio sangat beruntung mendapatkan istri seperti dia" jawab yang lain. begitu obrolan para karyawan.
Rio dan Mia langsung masuk ke dalam lift bersama Ferdi dan juga Nadin. karena pekerjaan Rio masih menumpuk siap untuk di kerjakan.
"Maaf sayang, kamu duduk dulu ya soalnya Abang masih banyak kerjaan" ucap Rio.
"Ia tidak apa-apa bang, kamu fokus aja kerjanya" jawab Mia.
Dan tiba-tiba Rio menghujani dia dengan ciuman, Mia kaget karena di serang tiba-tiba oleh Rio.
"Abang, ini kantor loh Abang nanti ada karyawan kamu yang lihat bagaimana?" protes Mia.
"Biarin saja, kita kan sudah sah dan tidak akan ada yang lihat karena pintu tertutup" ucap Rio sambil cengengesan.
"Udah sana lanjutkan pekerjaan nya" ucap Mia.
"Siap nyonya Satrio" Jawab Rio dan langsung menuju meja kerjanya. Sedangkan Mia duduk di sofa sambil main hp nya.
"Sayang kamu bilang ya kalau kamu bosan" ucap Rio kembali.
"Ia bang, kamu lanjut saja kerja nya" jawab Mia.
Mia merasa tidak bosan karena di temani Dita, walaupun hanya lewat hp, terkadang Mia tertawa kecil karena Dita, Rio menghampiri istrinya karena penasaran apa yang membuat istri cengar-cengir sendirian.
💞💞
__ADS_1
Jangan pernah bosan untuk memberikan like dan komentar nya ya🙏🙏 terimakasih 😘😍
💞💞💞💞💞 Bersambung 💞💞💞💞💞