
Rio yang masih tertidur dengan nyenyak, tiba-tiba mendengar suara Mia dari kamar mandi yang lagi mual-mual, Rio dengan spontan melompat masuk menyusul sang istrinya.
"Sayang kamu kenapa?" tanya Rio yang panik melihat sang istri mual-mual dan sudah sangat berkeringat.
"Nggak tau bang, mungkin aku lagi masuk angin" jawab Mia yang sudah lemas.
Rio membantu Mia berdiri dan keluar dari kamar mandi, Rio begitu panik melihat istrinya yang lemas, Rio langsung mengambilnya segelas air putih untuk istrinya.
"Sayang, minum air putih dulu" ucap Rio sambil menyodorkan segelas air pada Mia.
Mia tidak menjawab tapi dia langsung mengambil segelas air putih di tangan Rio dan langsung meminumnya karena dia merasa sangat lemas, baru saja di meminumnya Mia kembali lari masuk ke dalam kamar mandi dan kembali mengeluarkan isi perut nya.
Dengan sigap Rio membatu sang istri yang lagi muntah-muntah.
π·π·
Setelah kejadian di hotel beberapa waktu lalu Sesil tidak pernah keluar rumah, dia mengurung dirinya di dalam kamar, nanti keluar kamar saat jam makan, setelah itu ia kembali lagi ke dalam kamar.
Tapi hari ini dia sudah mulai keluar rumah, dia akan menemui Yudi partner kerjanya dulu tapi rencana mereka selalu gagal.
Rencana pembalasan Yudi untuk Adit kini gagal total, begitu juga dengan Sesil yang ingin memisahkan Adit dan Dita selalu gagal.
"Kamu mau ke mana sayang?" tanya mami Serli pada Sesil.
"Mau ketemu teman sebentar mami" ucap Sesil pada sang mami yang lagi duduk menikmati acara televisi.
"Ok hati-hati ya sayang" jawab mami Serli.
"Ia mi... Sesil jalan dulu" pamit Sesil dan langsung keluar dari rumah menuju halaman depan tempat mobilnya terparkir.
Dia langsung meninggalkan rumah dan melajukan mobilnya ke tempat dia dan Yudi janjian. ya semoga saja Sesil dan Yudi sadar dan kembali ke jalan yang benar.
Obsesi ya itulah yang menguasai pikiran Sesil dan Yudi selama ini, mereka berdua sangat terobsesi ingin menghancurkan Adit dan keluarga kecilnya.
Mereka berdua tidak memikirkan apa yang akan terjadi kedepannya, seperti Yudi karena ulahnya menculik Dita, hingga dia merasakan menginap di balik jeruji besi. sedangkan Sesil yang membayar orang untuk mencelakai Dita, berakibat perusahaan Papinya hampir gulung tikar.
"Ada apa ingin bertemu dengan saya?" tanya Sesil pada Yudi yang sudah duluan datang.
"Saya cuma ingin pamit sama kamu, dan saya juga sudah tidak ingin melanjutkan kerja sama kita" jawab Yudi.
"Emangnya kamu mau ke mana?" tanya Sesil pada Yudi.
__ADS_1
"Saya mau pindah ke daerah lain, ingin memulai hidup baru di tempat yang baru" jawab Yudi pada Sesil, dan entah kenapa saat Yudi mengucapkan hal itu hati Sesil sangat sedih.
"Ya saya juga sudah tidak ingin melanjutkan nya, saya ingin hidup tenang" jawab Sesil sambil menatap Yudi.
"Ia ikhlas kan saja, mungkin belum jodoh dan juga rejeki kita" sambung Yudi.
Emangnya kamu kapan berangkat?" tanya Sesil kembali.
"Besok, makanya saya meminta kamu untuk bertemu hari ini, karena kita tidak akan bertemu lagi karena besok saya sudah pindah ke daerah lain.
"Ya hati-hati, semoga kamu sukses di tempat yang baru" ucap Sesil dengan sedikit sedih.
"Kamu kenapa sedih, santai aja kali kan kita masih bisa teleponan" ucap Yudi pada Sesil.
Mereka berdua asik mengobrol, sambil menikmati makanan yang sempat mereka pesan, entah mengapa Sesil merasa tidak ingin berpisah dengan Yudi.
Setelah selesai makan, akhirnya Yudi pamit duluan karena ia belum mempersiapkan apa yang ingin ia bawa besok.
"Sil... saya pamit duluan ya" ucap Yudi.
"Ia hati-hati, saya juga sudah mau pulang kok" jawab Sesil dan ikut berdiri dari kursinya, tapi tiba-tiba dia ingin ke toilet, Sesil segera menuju toilet dan sialnya lagi dia bertemu dengan Zico.
Sesil hanya diam tidak menjawab sapaan Zico dan langsung masuk ke toilet khusus wanita, ya ialah masak toilet khusus pria ππ.
Sesil tidak mengetahui kalau Zico menunggu nya di luar cafe, saat keluar dari toilet dia merasa lega karena dia tidak melihat Zico di sekita cafe.
Dengan tergesa-gesa Sesil langsung menuju parkiran tempat mobilnya terparkir.
"Jangan buru-buru dong sayang, santai saja " ucap Zico yang sudah berdiri di samping Sesil.
"Loe mau apa brengsek?" tanya Sesil.
"Gue nggak mau apa-apa, tapi gue hanya mau loe temani gue lagi di hotel" rayu Zico.
"Minggir gue mau pulang, dan gue tidak ada urusan lagi sama loe" bentak Sesil yang ingin segera naik ke mobilnya.
"Jangan begitu, bagai mana kalau loe mengandung anak gue, karena kita waktu itu melakukan nya di hotel tanpa pengaman" ancam Zico pada Sesil.
"Gue nggak peduli, adapun kalau gue hamil anak loe gue nggak akan sudih mempunyai suami kayak loe" balas Sesil dan langsung naik ke mobilnya dan meninggalkan Zico sendiri di halaman parkir.
"Sial baru kali ini wanita tidak takut dengan ancaman gue, tapi apa yang gue bilang tadi ada benarnya, waktu kami melakukan hal itu, gue nggak pakai pengaman tidak seperti biasanya" batin Zico.
__ADS_1
Dan akhirnya Zico langsung meninggalkan cafe tersebut dan langsung kembali ke kantornya.
π·π·
Yudi yang sempat singgah di sebuah supermarket tidak sengaja bertemu dengan Siska sang mantan, tapi dia tidak sendirian melainkan dengan seorang pria.
Yudi tidak peduli dan sengaja melihat ke tempat lain, di langsung mengambil minuman dingin dan langsung ke kasir untuk membayarnya dan tidak lupa sebungkus rokok.
"Hai, sendirian saja? mana pacar kamu? atau kamu belum bisa move on dari aku ya" tanya Siska dengan sombongnya.
"Saya tidak punya pacar saat ini, dan saya juga sudah melupakan kamu kok" jawab Yudi pada Siska.
Pria yang bersama Siska tadi hanya menatap Yudi dengan sinis, tapi Yudi tidak peduli dan langsung meninggalkan supermarket tersebut.
Yudi sudah berubah dia tidak lagi mempermainkan wanita, kini betul-betul ingin berubah dan memulai lagi dari nol.
Yudi yang sudah sampai di rumahnya dan langsung menuju kamarnya untuk mempersiapkan semua keperluan dia.
π·π·
Senjang hari Mia tidak berhenti muntah-muntah, membuat Rio tidak masuk kantor.
Tok...tok...tok
Rio langsung berdiri membuka pintu kamar mereka, setelah Rio membuka pintu ternyata dan bunda sudah berdiri di depan pintu.
"Kamu kenapa nak? tanya bunda Astrid.
"Tidak apa-apa bunda, cuma sedikit pusing dan mual-mual" jawab Mia yang masih lemas.
"Bunda buatkan kamu bubur ya?" tanya bunda Astrid kembali.
Mia hanya mengangguk saja, sebenarnya dia tidak ingin merepotkan sang bunda, tapi sang bunda lah yang memaksanya.
ππ
Ayo, Mia kenapa ya? apa betul masuk angin atau Mia lagi hamil?
Tunggu ya kelanjutannya ππ
πππBersambungπππ
__ADS_1