Jatuh Cinta Setelah Menikah

Jatuh Cinta Setelah Menikah
Eps 65


__ADS_3

Hari ini Davin dan yang lainnya akan pergi bertemu dengan orang tua Dea, semuanya sudah berkumpul di rumah orang tua Adit. mereka sudah bersiap-siap untuk berangkat.


"Apa semuanya sudah siapa?" tanya mama Metha.


"Ia semuanya sudah siap" jawab Adit.


Adit kedua orang tuanya dan mertuanya satu mobil sedangkan Davin, Dea dan Chua Meraka juga satu mobil dan anak buahnya Chua yang lain naik mobil berbeda lagi.


Setelah semuanya siap, akhirnya mereka berangkat juga, Dita dan bundanya kembali ke rumah mereka.


Dalam perjalan Dea banyak diam, entah apa yang dia pikirkan, yang penting Davin mengetahui kalau calon istrinya itu lagi memikirkan sesuatu.


"Kamu tidak usah gelisah begitu, percayalah padaku" ucap Davin menatap Dea yang duduk di sampingnya.


"Aku hanya takut kalau orang tua aku tidak merestui kita" jawab Dea. Davin hanya tersenyum mendengar jawaban calon istrinya.


Sedangkan Rio dan Mia masih berada di kampung orang tua Mia, kerena bapaknya baru bisa juga pulang rumah hari ini atas seizin dokter.


Rio dan Mia, pergi menjemput kedua orang tuanya di rumah sakit, setibanya di rumah sakit ibu dan bapak mereka sudah selesai bersiap-siap.


"Apa semuanya sudah siap ibu" tanya Mia.


"Sudah siap nak, ibu tinggal mau tebus obat bapak dulu" jelas ibunya Mia.


"Biar saya saja yang pergi tebus ibu" jawab Rio.


"Aduh terimakasih nak, maaf sudah merepotkan" jawab sang bapak, setelah selesai Rio kembali ke ruangan sang bapak.


"Ayo kita pulang, obatnya bapak saya sudah tebus" ucap Rio dan langsung memberikan obat kepada ibunya.


Akhirnya mereka meninggalkan rumah sakit, Rio mendorong bapak mertuanya dengan kursi roda Mia dan ibunya mengikuti mereka dari belakang.


Sampai di parkiran mobil, Rio langsung membuka pintu mobil agar bapak mertuanya bisa masuk, dan barang bawaan mereka juga Rio susun ke dalam bagasi mobil, setelah semuanya selesai Mia dan ibunya juga sudah duduk di dalam mobil akhirnya mereka meninggalkan rumah sakit.


"Kapan kalian balik ke Jakarta nak" tanya sang ibu.


"Ya mungkin dua hari lagi buk, kami masih ingin menikmati suasana desa, apa lagi aku suka dengan suasana di sini" jawab Rio.


"Apa tidak terganggu dengan pekerjaan kamu nak" tanya sang bapak.

__ADS_1


"Tidak apa-apa, ada orang kepercayaan yang bisa handle semua kalau aku tidak ada" jelas Rio.


"Bang tadi aku bicara dengan Dita, katanya hari ini Davin lamaran" sambung Mia.


"Loh kok tiba-tiba, mereka tidak memberitahu kan aku?" tanya Rio.


"Entahlah tapi yang pergi menemani Davin, mama Metha, papa Lukman, Adit dan juga ayah Romi" jelas Mia.


"Kenapa bunda dan Dita tidak ikut?"


"Tidak bisalah bang karena Dita lagi hamil mudah" jelas Mia kembali.


Tidak lama mereka sampai di rumah, dan mereka langsung membuka pintu mobil untuk mertuanya dan juga istrinya.


"Kalian masuk ke dalam rumah saja duluan, nanti aku yang bawa barang-barang" ucap Rio.


Sesuai permintaan Rio, Mia dan kedua orang tuanya langsung masuk rumah di sambut oleh adik-adik Mia.


Rio masih mengambil barang-barang di mobil, tidak lama dia menyusul juga masuk ke dalam rumah, banyak tetangga kepo memerhatikan mereka.


Di Jakarta bunda Astrid dan Dita lagi jalan-jalan di sebuah mall, tanpa sepengetahuan mereka kalau ada yang selalu mengikuti mereka, yaitu orang suruhan Davin.


Karena Davin takut musuh-musuh mereka mencari kesempatan untuk mencelakai istri bosnya itu, bos dan sekaligus kakak angkatnya.


Dita yang sempat lewat di perlengkapan bayi, dia sangat senang melihat baju-baju bayi yang imut-imut.


"Bunda bajunya imut-imut boleh nggak Dita beli? tanya Dita.


"Jangan dulu nak, nanti kalau udah dekat baru beli perlengkapan untuk anak kamu" jawab bunda Astrid.


Dita pun mendengar saran bundanya, akhirnya mereka berkeliling lagi, ibu dan anak ini, berjalan seperti bukan ibu dan anak tapi sepertinya sahabat, ada saja yang membuat mereka tersenyum.


Setelah puas keliling dan ternyata tidak ada satu barang pun mereka beli, hanya mereka jalan-jalan dan makan di salah satu cafe yang berada di dalam mall.


Tiba-tiba ada yang memanggil dirinya, Dita yang langsung mencari sumber suara itu.


Dan ternyata Lia sahabatnya dan sekaligus teman kerjanya dulu. Dita langsung memeluk sahabatnya itu karena sudah lama tidak bertemu, dan kini dua-duanya sama-sama hamil.


"Dita aku kangen kamu" ucap Lia sambil memeluk Dita.

__ADS_1


"Sama sayang, aku juga kita udah lama tidak bertemu ya" jawab Dita membalas pelukan Lia.


"Bunda apa kabar? bunda sehat?" tanya Lia pada bunda Astrid.


"Kabar baik nak, seperti yang kamu lihat nak" jawab bunda Astrid.


Mereka akhirnya berbincang-bincang sambil kangen-kangenan karena mereka sudah lama tidak bertemu.


Setelah puas, akhirnya mereka berpisah Dita dan bundanya pulang ke rumah sedangkan Lia baru mau masuk ke dalam mall.


Bunda Astrid yang berperan sebagai kemudian mobil, karena dia tidak mengijinkan Dita menyetir mobil, apa lagi Adit juga sudah berpesan pada bundanya.


Menurut Dita mereka sangat berlebihan, karena dia juga baru hamil tiga bulan, tapi Dita tidak bisa melawan mereka karena semuanya sama.


Dalam perjalanan pulang tiba-tiba hp Dita berdering, Dita langsung mengecek siapa yang menghubungi dia dan ternyata sang kakak.


"Halo, kenapa bang?" tanya Dita.


"Ya ini bocah judes amat jawabnya, emangnya loe nggak kangen sama kakak loe yang gantengnya limited edition ini?" tanya Rio pada Dita.


"Amit-amit deh, gue punya kakak yang selalu mengaku ganteng padahal muka pas-pasan" jawab Dita lewat sambungan telepon.


"Loe di man a sekarang? bunda mana?" tanya Rio.


"Gue dan bunda ada di jalan, kami baru pulang shopping, bunda lagi nyetir mobil" jawab Dita, semua obrolan kakak beradik itu bundanya dengar karena Dita menyalahkan speaker di hpnya.


"Masih bisa juga nyetir mobil itu mantan pacarnya pak Romi? tanya Rio sambil tertawa.


"Eh anak durhaka, bunda mu ini masih mudah, bunda ini bunda gaul, asalkan kau tau itu" jawab bunda Astrid pada Rio. Rio hanya tertawa mendengar ocehan bundanya.


"Ngomong-ngomong bapak mertua kamu udah sehat?" tanya bunda Astrid.


"Sudah bunda, sudah ada di rumah ini" jawab Rio.


"Syukurlah kalau sudah pulang ke rumah, sampaikan salam bunda pada mereka ya" ucap bunda Astrid pada anaknya.


Setelah puas mengobrol lewat telepon, Dita memutuskan sambungan telepon dengan kakaknya, Tidak lama akhirnya mereka sampai di rumah, setelah memarkirkan mobil dengan sempurna akhirnya Dita dan bundanya turun dari mobil dan masuk dalam rumah.


💞💞💞💞

__ADS_1


Hai... maaf baru update, semoga kalian selalu sabar menunggu ya😁🙏🤗


💞💞 Bersambung 💞💞


__ADS_2