Jatuh Cinta Setelah Menikah

Jatuh Cinta Setelah Menikah
Eps 97


__ADS_3

Kini Dita tinggal menunggu hari untuk melahirkan, segala perlengkapan bayi dia sudah siapkan, sampai mental pun sudah siap lahir batin karena ini pertama kalinya bagi Dita, dan dia akan melahirkan secara normal.


Bukan cuma Dita atau Adit yang antusias menyambut kelahiran anak pertama mereka tapi semua keluarga mereka apa lagi mama Metha dan bunda Astrid, ini adalah cucu pertama bagi mereka.


Adit yang kini di sibukkan dengan pekerjaannya, apa lagi dia akan mengambil cuti karena ingin menemani sang istri melahirkan, dia tidak ingin kehilangan momen yang sangat menegangkan itu, detik-detik di mana hasil buah cinta mereka lahir ke dunia.


Adit juga tidak mau meninggalkan banyak pekerjaan pada Davin, walaupun Davin adalah adik sekaligus asisten nya tapi dia juga tau kalau Davin sekarang sudah mempunyai keluarga dan terutama dia tidak mau mendapatkan omelan dari sang adik.


"Mbak perutnya semakin di bawah" ucap dea sambil mengelus perut Dita.


"Ia dek, aku semakin deg-degan ini" jawab Dita.


Mereka berdua lagi asik mengobrol di ruang tamu, dan Dea juga sering mengelus perut Dita, selalu menyapa sang ponakan yang tidak lama lagi akan hadir ke dunia.


"Semoga juga kamu cepat menyusul ya dek" ucap Dita pada Dea.


"Amin kak, semoga cepat menyusul, udah nggak sabar juga sih pengen punya baby" jawab Dea sambil mengusap-usap perut Dita.


"Makanya tiap malam hajar terus" ucap Dita sambil tertawa.


Dea juga hanya tertawa mendengar omongan dan kakak ipar, mereka berdua kalau lagi bersama, ada saja yang menjadi obrolan mereka. sampai urusan pribadi pun tidak lupa dari pembahasan mereka berdua.


πŸ’•πŸ’•


Sesil kembali ke indonesia untuk berlibur, karena bosan di rumah, Sesil akhirnya memutuskan untuk keluar rumah untuk mencari udara segar, Sesil memutuskan untuk ke cafe, saat sampai di care tidak sengaja menabrak seorang laki-laki.


"Aduh, maaf ya pak, saya tidak sengaja" ucap Sesil dengan sopan.


"Cantik juga ini cewek" batinnya.


"Pak, bapak tidak apa-apa" tanya Sesil kembali.


"Eh, maaf, ia tidak apa-apa" jawab Rian, laki-laki yang di tabrak Sesil adalah Rian.


"Aduh maaf ya, saya tidak sengaja" jawab Sesil kembali meminta maaf pada Rian.


"Ia tidak apa-apa, apa lagi saya di tabrak oleh cewek secantik kamu" jawab Rian tersenyum pada Dita.


Setelah meminta maaf akhirnya Sesil pamit pada Rian dan segera mencari meja yang kosong, sedangkan Rian hanya memperhatikan Sesil dari jauh.

__ADS_1


"Semoga dia belum punya suami, Amin" batin Rian sambil tersenyum menatap Sesil.


Rian berharap dengan kali ini dia berharap wanita yang menabrak bukan milik orang lain.


Sesil yang lagi asik menikmati secangkir cappuccino dan sepotong tiramisu, sesil sangat menikmati suasana yang sangat dia rindukan, tidak lama datang seorang karyawan Rian menghampirinya.


Rian di dalam ruangannya masih memikirkan sesil, dan akhirnya Rian keluar dari ruangannya dan menghampiri Sesil yang masih duduk santai di sudut ruangan cafe, ya cafe tempat Sesil nongkrong ini adalah cafe milik Rian.


"Hai, saya bisa gabung nggak?" tanya Rian pada Sesil.


"Ia silahkan" jawab Sesil dengan ramah. Rian akhirnya duduk setelah di persilahkan oleh Sesil.


Rian yang sedikit tidak tau malu, langsung memperkenalkan diri pada Sesil, dia juga tidak malu meminta nomor kontak Sesil.


"Aduh maaf ni, saya mau tanya, apa kamu sudah punya suami?" tanya Rian


Sesil langsung menatap Rian dengan heran, karena orang yang baru dia kenal langsung bertanya tentang hal pribadi.


"Kalau itu rahasia" jawab Sesil sambil tersenyum.


"Nggak usah pakai rahasia-rahasia segala, jujur aja" ucap Rian kembali.


"Saya belum menikah, emangnya kenapa? kamu mau menikahi saya?" tanya Sesil balik pada Rian.


Sesil hanya tersenyum mendengar jawaban Rian, dia tidak menanggapi dengan serius, apa lagi mereka baru bertemu.


πŸ’•πŸ’•


Dita yang lagi asik duduk di halaman belakang menikmati pemandangan sayuran dan juga ikan peliharaan mertuanya, Dita tidak sendirian ada mama Metha dan juga Dea, tapi mereka berdua lagi asik menanam sayuran, sedangkan Dita hanya duduk sebagai penonton.


Dea sudah terbiasa dengan bercocok tanam karena di kampung halamannya dia sering ke kebun membantu sang ayah menanam sayuran atau yang lainnya.


mereka asik di halaman belakang sampai-sampai mereka tidak mengetahui kalau suami mereka sudah pulang kerja.


"Aku cari-cari ternyata kalian ada di sini ya" ucap Adit, dan langsung menghampiri istrinya.


"Eh udah pulang? tanya Dita yang langsung mencium tangan suaminya.


"Dari tadi, aku udah mandi lagi" jawab Adit.

__ADS_1


Mama Metha dan Dea langsung berhenti dari kegiatannya, Dea langsung pamit dan masuk ke dalam rumah, dia ingin membuatkan kopi suaminya, pas Dea mau membuat kopi, Davin juga sudah muncul di pintu.


"Maaf kak, aku asik dengan mama dan kak Dita di halaman belakang, makanya kami tidak dengar kalau kakak dan bang Adit sudah pulang kerja" ucap Dea pada Davin.


"Tidak apa-apa kok, tolong buatkan kopi ya" jawab Davin.


"Ia kak, ini aku udah mau bikin buat kakak dan juga abang Adit" lanjut Dea.


Dea langsung membuat kopi untuk suaminya dan juga kakak iparnya, sedang mereka bertiga sudah masuk juga ke dalam rumah, apa lagi sudah sore, jadi Adit langsung mengajak istrinya masuk rumah.


Dea mengantar kopi yang dia buat ke ruang keluarga, di mana Davin dan Adit berada, papa Lukman kali ini lagi keluar kota, dia lagi mengunjungi kakaknya yang lagi sakit. sebenarnya mama Metha juga mau ikut, tapi Dita mau melahirkan makanya hanya papa Lukman yang berangkat.


"Ma... papa kapan pulang?" tanya Adit pada mamanya.


"Belum tahu juga nak, apa lagi paman kamu masih di rawat di rumah sakit" jawab mama Metha.


"Ya semoga paman cepat sembuh ya ma" ucap Davin. dan langsung di Amini mereka semua.


πŸ’•πŸ’•πŸ’•


Rian yang sudah mendapatkan nomor kontak Sesil sangat bahagia, apa lagi dia tau kalau Sesil belum ada yang punya.


Sesampainya di rumah dia langsung menceritakan pada ibunya yang lagi asik menonton.


"Ibu, tadi di cafe ada cewek cantik menabrak aku" ucap Rian.


"Cewek atau istri orang?" tanya sang ibu yang asik menatap layar televisi.


"Cewek lah ma, aku udah dapat nomor kontaknya kok" jawab Rian


"Ya ya ya, kita ia kan saja, kasian jomblo abadi" sambung sang adik yang baru saja bergabung dengan Rian dan juga ibunya.


"Aduh kalian semua pada tidak percaya ya, ok tunggu aku hubungi dia dulu" jawab Rian pada ibu dan adiknya.


ibu dan adiknya Rian hanya melihat Rian tanpa menjawab karena mereka juga penasaran apa benar yang di katakan Rian barusan.


πŸ’˜πŸ’˜πŸ’˜


Maaf ya aku tidak sempat up kemarin karena ada sedikit urusan di dunia nyata.

__ADS_1


Ayo lanjut di baca dan jangan lupa tinggalkan jejaknya ya, πŸ™ terimakasih, πŸ€—πŸ™


❀❀Bersambung ❀❀


__ADS_2