
Pagi harinya Rere yang bangun duluan merasakan semua badannya sangat pegal, dia menatap laki-laki yang sangat dia cintai masih tertidur dengan pulas, Rere dengan pelan langsung turun dari tempat tidur.
"Aduh.. sakit banget" ucap Rere saat dia mau melangkah masuk ke dalam kamar mandi.
"Kenapa sayang, mana yang sakit" tanya Chaim yang langsung bangun dari tidurnya.
"Ah nggak apa-apa kak, aku bisa jalan sendiri" ucap Rere.
Tanpa menjawab Chaim langsung mengangkat Rere dan membawanya masuk ke dalam kamar mandi, Chaim langsung mengisi air hangat ke dalam ke dalam bathtub, setelah semuanya siapa Chaim kembali mengangkat Rere dan memasukan nya ke dalam bathtub untuk berendam.
"Terimakasih kak, tapi tidak usah begini juga, kan aku bisa jalan sendiri" ucap Rere.
"Tidak apa-apa sayang, kamu sakit begini karena ulah aku semalam" jawab Chaim membuat Rere tersipu malu.
"Atau masih ingin tambah" goda Chaim kembali.
"Nggak, aku masih kesakitan" jawab Rere cepat, sedangkan Chaim hanya tertawa mendengar jawaban istrinya.
"Ok kamu mandi dulu, panggil aku nanti kalau udah selesai panggil aku kembali ya" ucap Chaim dan langsung keluar dari kamar mandi.
Chaim yang melihat ada noda warna merah di atas seprei mereka, dia langsung mengeluarkan seprei tersebut dan memasuk kan ke dalam keranjang pakaian kotor.
Tidak lama akhirnya Rere keluar dari kamar mandi, dan langsung menuju lemari pakaian.
"Sayang kenapa tidak memanggil aku" ucap Chaim langsung menghampiri Rere.
"Aku bisa sendiri kak" jawab Rere.
"Apa sudah tidak sakit?" tanya Chaim kembali.
"Masih perih tapi tidak apa-apa, dan nggak mungkin kan aku turun ke bawah dengan jalan ngangkang" ucap Rere tersenyum.
"Ia juga sih, tapi tidak apa-apa juga biar mama dan yang lainnya tau kalau kita sudah membuatkan mereka cucu" jawab Chaim dan langsung mendapatkan cubitan dari Rere.
Chaim langsung masuk ke dalam kamar mandi dengan tertawa, karena berhasil menggoda istrinya yang masih malu-malu meong.
Rere yang sudah dandan cantik, karena mereka akan ke rumah orang tua Chaim, besok pagi mereka berdua akan berangkat ke maldives untuk bulan madu.
Rere langsung menyiapkan baju untuk Chaim, tidak lama Chaim keluar dari kamar mandi dengan hanya melilitkan handuk di pinggangnya.
"Kak, ini bajunya" ucap Rere sambil memberikan baju pada Chaim.
"Terimakasih sayang, apa barang-barang yang ingin kamu bawa sudah siap? tanya Chaim pada Rere.
__ADS_1
" Udah semuanya kak, kita tinggal berangkat aja" jawab Rere.
Setelah berpakaian, Rere dan Chaim langsung turun ke lantai bawa, mereka menghampiri mama dan papa mereka yang lagi ada di meja makan bersama nenek dan kakek mereka.
"Pagi semuanya" sapa Chaim.
"Pagi, kalian udah mau berangkat ke rumah mama Dita? tanya mama Lia.
" Ia ma, habis sarapan kamu langsung ke sana, karena besok pagi kami akan bertolak ke maldives " jelas Chaim.
"Ok, kalian hati-hati ya dan kalau bisa cepat-cepat kasih papa cucu" ucap Rifky
"Terimakasih pa, doakan saja supaya cepat di kasih" jawab Rere.
Setelah selesai sarapan, semuanya kembali berkumpul di ruang tamu, sedangkan Chaim kembali naik ke kamar untuk mengambil barang-barang milik Rere.
"Mama, papa dan juga nenek dan kakek, kamu pamit dulu ya" ucap Rere sambil mencium tangan mereka.
Dan di susul oleh Chaim, setelah berpamitan mereka langsung meninggalkan rumah orang tua Rere dan menuju rumah orang tua Chaim.
"Kita pas di maldives Linzy lamaran juga" ucap Chaim.
"Oh ya? kapan kak?" tanya Rere.
"Oh, cowok yang selalu bersama Linzy waktu kita menikah?"
"Betul sekali istriku" jawab Chaim mengusap kepala Rere dengan lembut.
Rere hanya tersenyum mendapatkan perlakuan yang romantis dari Chaim.
Tidak terasa akhirnya mereka tiba di rumah orang tua Chaim, setelah memarkirkan mobilnya, Chaim dan Rere langsung turun dari mobil, Chaim mengambil barang-barang Rere di dalam bagasi mobil.
"Ayo sayang kita masuk" ucap Chaim pada Rere.
Tiba-tiba mama Dita sudah muncul di depan pintu menyambut kedatangan mereka.
"Selamat pagi, akhirnya yang mama tunggu-tunggu dari kemarin datang juga" ucap mama Dita memeluk Rere.
"Terimakasih ma, maaf ya baru datang sekarang" jawab Rere.
"Anak ganteng mama, mama sangat kangen sama kamu nak" ucap mama Dita memeluk Chaim.
"Ini baru dua hari loh ma" jawab Chaim membalas pelukan mama Dita.
__ADS_1
Mereka bertiga akhirnya masuk ke dalam rumah, suasana rumah sedikit sunyi karena papa Adit dan Cello sudah berangkat kerja, sedangkan Oma Metha dan opa Lukman sudah kembali ke rumah mereka.
"Ayo duduk dulu nak, mama ambilkan cemilan ya, kebetulan mama buat kue" ucap mama Dita.
"Biar Rere bantu ya ma" jawab Rere mengikuti mama mertuanya ke dapur.
Mama Dita menyiapkan kue buatannya sedangkan Rere membuat kopi untuk Chaim, dan tidak lupa membuat teh hangat untuk dirinya dan juga mama Dita.
Setelah semuanya sudah siap, mereka kembali ke ruang keluarga, sedangkan Chaim mengangkat barang-barang Rere ke atas kamarnya.
"Bagai mana nak persiapan kalian besok? apa semuanya sudah siap?" tanya mama Dita.
"Ia ma, semuanya sudah siap" jawab Rere.
Tidak lama Chaim juga ikut bergabung bersama mereka berdua.
"Wa enak ni, apa lagi kue buatan mama" ucap Chaim mengambil sepotong kue yang ada di piring.
"Ya udah silakan kalian nikmati, habis itu kalian istirahat ya" ucap mama Dita.
"Ini baru jam berapa ma, udah di suruh istirahat aja" jawab Rere.
"Tidak apa-apa sayang, kan kalian besok mau perjalanan jauh" ucap mama Dita kembali.
Chaim hanya tersenyum melihat ke arah Rere, sedangkan Rere berpura-pura tidak melihat Chaim.
"Aku bantu mama masak ya, supaya aku tau juga makanan kesukaan kak Chaim" ucap Rere.
"Ya udah kalau kamu maksa, mari kita ke dapur masak bersama" jawab mama Dita.
Chaim hanya duduk di ruang tamu menikmati kopi buatan Rere, sedangkan mama Dita dan Rere sudah berada di dapur untuk mempersiapkan makan siang mereka.
"Ma, papa dan Cello balik juga ke rumah makan siang?" tanya Rere.
"Jarang sih nak, tapi siang ini mereka balik ke rumah makan" jawab mama Dita.
Rere hanya ber O ria, mendengar Jawaban mama mertuanya, mereka tidak hanya berdua memasak tapi di bantu oleh bibi, setelah semuanya sudah beres Rere menata nya di meja makan.
Semua makanan sudah tertata rapih di atas meja makan, mereka kembali mengobrol sambil menunggu papa Adit dan Cello datang.
ππ
Hai... hai... hai. jangan lupa tinggalkan jejaknya ya kakak, lewat like dan komentar nyaπ€π
__ADS_1
ππππTerimakasih ππππ