
Cello sangat frustasi karena nomor Ema sudah tidak bisa di hubungi, dia sangat emosi pada Anggi karena gara-gara dia Ema jadi kabur meninggalkan dirinya.
"Awas saya mau pulang" ucap Cello dengan emosi.
"Cello please aku tidak bisa jauh dari kamu, aku udah berusaha tapi tidak bisa" jawab Anggi.
"Tapi saya udah punya pacar dan dulu kamu sendiri yang bilang kalau mama kamu tidak menyukai hubungan kita" jelas Cello.
"Ia tapi aku tetap tidak bisa melupakan kamu" jawab Anggi.
Cello hanya diam mendengar ucapan Anggi, dulu cello mengabaikan Ema karena Anggi, tapi Anggi memutuskan untuk kembali ke Australia karena hubungan mereka di tentang oleh maminya Anggi, dan maminya juga sudah menjelaskan semuanya pada Anggi kenapa di tidak setuju kalau Anggi berpacaran dengan Cello.
"Awas saya mau pulang" ucap Cello dan langsung masuk ke dalam mobilnya, Cello langsung menuju rumah Ema tapi rumah Ema sudah gelap, beberapa kali Cello menghubungi Ema tapi nomor Ema tidak bisa di hubungi.
"Sial... " teriak Cello sambil memukul stir mobilnya.
Cello sangat frustasi karena tidak bisa menghubungi Ema, hampir setengah jam Cello menunggu Ema tapi tidak kunjung muncul juga, dan akhirnya dia memutuskan untuk pulang ke rumahnya dalam keadaan kacau balau, dia sangat marah pada Anggi yang tiba-tiba datang memeluknya di hadapan Ema.
Ema yang sudah berada di dalam kamarnya dia menangis, dia mengingat almarhum papanya, karena hanya almarhum papanya lah yang paling mengerti dirinya.
"Papa...dia jahat" ucap Ema sambil menangis.
"Ema kangen papa, cuma papa yang bisa mengerti Ema, mama sekarang sudah bahagia dengan keluarga barunya, kenapa papa secepat itu meninggalkan Ema" Ema terus menangis di dalam kamarnya.
Karena capek menangis akhirnya Ema tertidur tanpa mengganti baju, sedangkan Cello masih frustasi sepanjang jalan dia melampiaskan emosinya dengan memukul stir mobilnya.
Sampai di rumahnya Cello langsung masuk di dalam kamarnya, dia membanting hpnya ke lantai karena belum bisa menghubungi Ema.
"Siaaalllll... " teriak Cello di dalam kamarnya.
untuk saja kamar kedap suara, jadi mereka tidak terganggu dengan teriakan Cello, apa lagi penghuni rumah yang lainnya sudah pada tidur.
__ADS_1
Keesokan harinya Ema bangun dengan muka sembab karena menangis, dia langsung masuk ke kamar mandi membersihkan diri, hampir tiga puluh menit Ema di dalam kamar mandi, akhirnya dia keluar, dan segera berganti pakaian dengan rapi.
Ema tidak ingin bertemu dengan Cello, karena dia masih kecewa dengannya, karena di depan matanya sendiri, seorang wanita datang memeluk nya, dan mengaku pacarnya Cello.
Ema langsung meninggalkan rumahnya tanpa sarapan, dia bergegas pergi dengan mengendarai mobilnya sendiri.
Ema akan berkunjung ke makan sang papa, tempat paling nyaman saat dia lagi galau, dia akan mencurigakan semua isi hatinya di pusaran sang papa, dalam perjalanan menuju makam papanya Ema singgah membeli air mineral dan juga roti untuk mengganjal perutnya.
Cello yang baru bangun, tanpa cuci muka langsung turun ke lantai bawah untuk membuat kopi, penampilan sangat amburadul membuat Rere heran , karena tidak seperti biasanya cello begitu.
"Kamu kenapa dek, kok berantakan banget" tanya Rere.
"Tidak apa-apa kak" jawab Cello dengan lemas.
"Astaga anak mama kok berantakan banget, sana mandi turun kok tidak mandai" ucap mama Dita.
"Aku hancur ma, Ema meninggalkan aku" ucap Cello dan langsung memeluk mamanya.
Mama Dita hanya diam, dia ingin mendengar anaknya mengeluarkan semua unek-unek nya, dan tidak mungkin Ema meninggalkan Cello begitu saja tanpa sebab.
Cello langsung menurut dan segera naik ke lantai dua tepatnya ke kamarnya untuk mandi, di dalam kamar mandi Cello langsung mengguyur badannya dan berteriak menghilang beban pikiran nya.
Sedangkan Ema sudah tiba di makan papanya, masih dari jauh air matanya sudah tidak bisa di bendung lagi.
"Papa... papa aku datang, aku kangen papa, aku ingin ikut papa pasti papa di sana sudah senang, apa tidak kasihan melihat aku begini pa" ucap Ema sambil mengusap batu nisan papanya.
Ema membersihkan makan papanya, setelah semuanya bersih dia kembali duduk di samping, dia mengobrol mencurahkan semua isi hatinya kepada sang papa yang sudah di sorga, duduk di samping makan sang papa, Ema merasa bebannya sedikit berkurang.
Ema mengambil air mineral dan juga roti yang sempat ia singgah beli tadi dan langsung memakannya, rasanya tidak ingin meninggalkan tempat itu, matahari sudah mulai panas tapi Ema masih betah duduk, dia tidak peduli dengan panas matahari, yang penting dia bisa mengobrol dengan sang papa.
Setelah mandi dan minum kopi yang sempat ia buat, Cello langsung pamit pada mam Dita dia ingin ke rumah Ema, karena sampai sekarang nomor Ema belum bisa di hubungi.
__ADS_1
"Hati-hati ya nak di jalan" ucap mama Dita, mama Dita juga ikut kasihan melihat anak sulungnya begitu.
Cello tidak menjawab ucapan mama Dita, dia langsung menuju motornya yang di parkir dalam bagasi, kali ini dia akan menggunakan motor, mama Dita yang melihat cello keluar dengan motor sangat khawatir, karena Cello kalau membawa motor dalam keadaan galau pasti dia akan ugal-ugalan.
Karena matahari semakin terik, akhirnya Ema berpamitan pada papanya.
"Pa... Ema pulang dulu ya, lain kali Ema datang lagi, papa baik-baik di sana ya, I love You papa" ucap Ema pada papanya
Setelah berpamitan Ema tidak langsung pulang ke rumahnya, dia masih ingin berkeliling kota jakarta, dia tidak mau bertemu dengan Cello, dia tau pasti Cello akan datang mencarinya di rumah atau di butiknya.
Sedangkan Cello yang sudah tiba di rumah Ema, dia mendapati rumah kosong, Cello semakin stress dan langsung memutar motornya untuk ke butik Ema, karena Cello harus menjelaskan semuanya pada Ema perihal wanita yang datang memeluknya semalam.
"Sayang kamu ke mana sih, sampai nomor kamu tidak aktif, please sayang dengarkan penjelasan aku dulu" batin Cello sambil melajukan motornya.
"Aku bisa gila sayang kalau kamu begini terus, dia itu bukan siapa-siapa aku" batinnya Cello kembali.
Saat sampai di butik, Cello langsung berlari masuk ke dalam butik.
"Selamat siang mas Cello" sapa salah satu karyawan butik.
"Siang mbak, aku biasa bertemu dengan Ema?" tanya Cello padanya.
"Aduh... mbak Ema seharian tidak datang, dan nomornya juga tidak bisa di hubungi" jawab sang karyawan tersebut.
Cello makin panik, karena biar karyawan Ema tidak mengetahui keberadaan Ema, betul-betul Ema tidak ingin di ganggu, Cello tidak langsung pergi, dia memilih duduk di sofa yang ada di dalam butik, dia tidak tau harus mencari Ema ke mana lagi.
💕💕💕
Maaf ya kalau cerita nya bertele-tele, karena aku juga banyak kekurangan dan masih dalam tahap belajar, yang meminta aku untuk tamatin, tenang aku pasti akan tamatin tapi masih ada beberapa episode lagi baru tamat, kalau banyak typo atau penulis kata yang tidak sesuai mohon di mengerti, karena terkadang aku menulis di malam hari, dan maaf kalau aku tidak membalas komentar kalian itu karena aku sibuk, terkadang masuk di aplikasi saat menulis saja, setelah selesai menulis aku langsung keluar dari aplikasi.
Jangan lupa di like dan komentar ya kak, kalau suka dengan ceritanya.
__ADS_1
Terimakasih 🙏🙏
Bersambung 🙏🤗😘