
Hari ulang tahun pernikahan mama Dita dan papa Adit, Chaim dan Rere baru saja tiba di rumah orang tua Chaim, seperti biasa mama Dita pasti menjemput mereka berdua di depan pintu.
"Hallo sayang, kok loyo sih?" tanya mama Dita pada Rere.
"Ia kah mama, aku tidak loyo kok ma" jawab Rere sedikit berbohong.
"Ayo masuk, tinggal kalian berdua yang belum datang" ucap mama Dita dan langsung masuk ke dalam rumah bersama Chaim dan Rere.
Semuanya sudah pada berkumpul di dalam ruangan keluarga, dan di sana juga ada Ema, ini pertama kalinya Ema berkunjung di rumah orang tua Cello.
Rere dan Chaim ikut bergabung dengan yang lainnya, mereka semuanya pada asik mengobrol satu sama yang lainnya.
"Ma... pa... Chaim dan Rere tidak bisa kasih kado termewah buat mama dan papa, tapi kamu cuma bisa kasih ini" ucap Chaim sambil memberikan sebuah kotak kado pada mama dan papanya.
"Apa ini nak?" tanya mama Dita penasaran.
"Mama dan papa buka aja, pasti nanti juga tau kok" jawab Rere tersenyum.
Dengan tidak sabar, mama Dita langsung membuka kota tersebut dan...
"Sayang ini betul?" tanya mama Dita sedikit gemetar, sedangkan papa Adit hanya diam menatap kotak tersebut.
"Ia ma... itu betul" jawab Rere.
"Terimakasih sayang, ini kado paling berharga buat mama dan papa" ucap mama Dita sambil memegang testpack dan juga foto USG Rere.
papa Adit langsung memeluk Chaim dan Rere , kemudian di susul mama Dita yang sudah berurai air mata, semuanya pada heran melihat kedua pasangan suami istri itu, karena tiba-tiba mama Dita menangis saat melihat isi kotak tersebut.
__ADS_1
"Terimakasih akhirnya mama akan mempunyai cucu" ucap mama Dita sambil memeluk Rere dan Chaim.
Semuanya kaget mendengar ucapan mama Dita barusan.
"Apa? Rere hamil? jadi kita akan mempunyai cicit dong?" ucap oma Astrid sambil memeluk besannya.
"Ia Astrid, kita akan menimang cicit juga" jawab oma Metha.
Semuanya sangat bahagia bercampur haru apa lagi oma dan opa Chaim, mereka sangat bahagia karena tidak lama lagi akan menimang cicit pertama mereka.
Akhirnya bukan mama Dita dan papa Adit yang mendapat ucapan selamat tapi Chaim dan Rere, setelah oma dan opa mereka memberikan selamat di susul oleh om dan tante mereka juga, dan paling terakhir adalah adik-adik sepupu Chaim.
Ema juga ikut memberikan selamat pada Chaim dan Rere, walaupun baru pertama kali bergabung dengan keluarga Cello tapi Ema sangat bahagia karena semuanya begitu baik padanya.
"Ayo kita makan siang dulu" ucap mama Dita.
Semuanya pada menikmati makanan yang telah di siapkan oleh mama Dita, tapi tidak dengan Rere, dia hanya memakan buah saja karena baru mencium baunya makanan dia sudah mual-mual.
"Kamu kenapa sayang?" tanya mama Dita pada Rere.
"Aku paling tidak bisa mencium bau masakan ma, setiap aku mencium bau masakan pasti aku mual" jelas Rere.
"Terus kamu makan apa?" tanya mama Dita kembali.
"Nanti aku makan buah saja ma, mama silakan makan biar aku ambil sendiri nanti" jawab Rere dan langsung mempersilahkan mama mertuanya kembali makan.
Dengan sigap Chaim menyiapkan buah untuk sang istri, setelah semuanya siap barulah Chaim kembali makan bersama dengan mereka semua.
__ADS_1
Di meja makan mereka mengobrol tentang persiapan pernikahan Linzy, sedangkan Rere duduk sendiri di ruang keluarga.
"Bagai mana dengan persiapan kamu nak?" tanya opa Lukman pada Linzy.
"Semua sudah siap opa, tinggal menunggu hari H nya saja" jawab Linzy.
"Waa habis ini siapa lagi ya? apa Tya atau Cello?" tanya bunda Dea.
"Habis ini Cello bunda" jawab Cello sambil melirik Ema.
Mereka menikmati makan siang mereka sambil mengobrol santai, sedangkan Ema sangat bahagia bisa bergabung dengan mereka, Ema sudah lama tidak pernah merasakan kebersamaan seperti ini.
Setelah selesai makan siang, semuanya kembali duduk di ruang keluarga, sedangkan Rere memilih untuk istirahat karena dia merasa sedikit pusing, dan langsung di antar Chaim ke kamar mereka.
"Mama dan papanya Ema di mana?" tanya bunda Dea pada Ema.
"Mama ada di luar kota, sedangkan papa sudah bahagia di sorga" jawab Ema.
"Aduh maafkan tante sayang, sudah bertanya begitu" jawab bunda Dea dan langsung memeluk Ema.
"Tidak apa-apa tante, emang kenyataannya begitu kok" jawab Ema tersenyum.
Mereka asik mengobrol berdua, karena yang lainnya pada sibuk dengan yang lainnya, tidak lama mama Dita juga ikut bergabung dengan mereka juga.
🌷🌷🌷
Bersambung 🌷🌷🌷
__ADS_1
Jangan lupa di like dan komentar ya😘 terimakasih 🙏🤗