
Sesuai dengan janji Davin pada Dea, hari ini tepat hari sabtu mereka berdua akan ke kampung halaman Dea, mereka akan mengunjungi makan mamanya Dea.
"Ma, pagi ini aku dan Dea mau berziarah ke makam Almarhum mamanya Dea" pamit Davin pada sang mama.
"Kamu cuma berdua? tanya mama Metha sambil menatap Davin.
" Tidak ma, saya mengajak chua juga" jawab Davin.
"Ok Hati-hati di jalan ya, salam sama ayahnya Dea" ucap mama Metha.
"Ia dek, sampaikan salam kami ya, dan jangan lama-lama di sana, aku kangen nanti" lanjut Dita pada Dea.
"Ia mbak, aku cepat pulang kok, sebelum mbak melahirkan aku sudah di sini" jawab Dea cengegesan.
Banyak lagi obrolan dan candaan keluar dari mulut mereka, setelah sarapan pagi, tidak lama Davin dan Dea berpamitan pada semuanya dan langsung menuju mobil, karena mereka akan singgah menjemput chua.
Dea dan Davin langsung masuk ke dalam mobil, mama Metha dan Dita mengantar mereka sampai di teras depan, setelah Dea sudah duduk di dalam mobil, Davin juga langsung menyusul dan duduk di belakang kemudi. Davin langsung melakukan mobilnya meninggal halaman rumah, Dea hanya melambaikan tangannya pada mama Metha dan juga Dita.
setelah mobil Davin meninggal rumah, mama Metha dan Dita kembali masuk ke dalam rumah, mama Metha langsung duduk di ruang keluarga untuk menonton, sedangkan Dita pamit untuk ke kamar.
Sesampainya di kamar, Dita melihat Adit lagi duduk santai di balkon kamar mereka sambil menikmati kopi.
"Sayang, enteng banget" ucap Dita pada suaminya.
"Eh kamu, ayo sini duduk di samping mas" ajak Adit pada Dita.
Tidak menunggu lama Dita langsung duduk di samping suaminya, Adit mengusap perut Dita, dan langsung di respon baik oleh anaknya, karena anak mereka langsung bergerak.
"Anak papa apa kabarnya, sehat-sehat terus ya nak, sampai tiba saatnya nanti kita akan bertemu saya, papa sudah tidak sabar lagi ingin bertemu dengan kamu sayang" ucap Adit sambil mengusap perut Dita.
Dita sangat bahagia karena mendapatkan perlakuan romantis dari suaminya. tidak lama Dita turun ke lantai bawa dengan Adit, Dita ingin membuat cemilan, Dita memang paling suka membuat kua sebagai cemilannya.
โคโค
__ADS_1
Kini Davin dan Dea sudah berada di depan rumah Chua, mereka tidak turun dari mobil, mereka menunggu Chua di dalam mobil saja. tidak lama Chua keluar rumah dan langsung naik ke mobil, Chua mengambil alih mobil, dia langsung duduk di belakang kemudi setelah bertukaran dengan Davin.
"Ayo kita lanjut, supaya kita tidak telat tiba" ucap Davin.
"Siap bos" ucap Chua dan langsung melakukan mobilnya.
Dea yang duduk di belakang hanya diam menikmati perjalanan mereka, dia sangat bahagia karena ini pertama kalinya dia berkunjung ke makam mamanya bersama suami tercintanya.
Mereka bertiga menikmati perjalanan sambil mengobrol, Davin dan Chua banyak mengobrol tentang pekerjaan mereka.
"Emang nya pekerjaan kakak selain di perusahaan apa sih, kok sampai punya basecamp segala?" tanya Dea dari kursi belakang, karena dia dari tadi hanya jadi pendengar setia.
Pertanyaan itu membuat Davin dan Chua saling melirik, karena selama ini Dea hanya tahu kalau Davin bekerja sebagai asisten Abangnya.
"Nanti ya sayang aku jelaskan ke kamu, maaf kalau aku belum terbuka dengan kamu" ucap Davin melirik Dea ke belakang.
"Ok kak, aku tunggu penjelasan kakak" jawab Dea.
Dea kembali diam menikmati perjalanan, Davin yang memperlihatkan istrinya lewat kaca spion, mereka sangat bersalah pada istrinya, karena dia juga belum terbuka sepenuhnya pada sang istri.
Davin sudah merasa lapar, dia memberi tahukan Chua untuk mencari restoran untuk makan siang, mendengar hal itu Chua langsung mencari restoran sesuai permintaan Davin.
Setelah mendapat restoran, Chua langsung membelokkan mobilnya masuk ke halaman parkir restoran, setelah terparkir baik akhirnya mereka bertiga turun dari mobil dan segera masuk ke dalam restoran untuk mencari meja kosong mereka segera duduk dan langsung memesan makanan karena mereka bertiga memang sudah sangat lapar.
Tidak menunggu lama akhirnya makanan yang mereka pasan akhirnya datang juga, tanpa basa-basi mereka langsung makan, kali ini Dea banyak diam tidak seperti biasanya, itu membuat Davin sedikit khawatir pada istrinya.
"Sayang, kamu kenapa kok diam saja" tanya Davin pada istrinya.
"Tidak apa-apa, aku hanya sedikit merasa lelah karena perjalanan jauh" jawab Dea.
Davin tau kalau istrinya berbohong, dia tidak lelah tapi memikirkan pekerjaan dirinya yang lain, selain jadi asisten di perusahaan.
"Aku kan udah bilang, nanti aku jelasin sama kamu sayang, nggak usah di pikirkan ya" ucap Davin pada Dea.
__ADS_1
Dea langsung mengangguk kan kepalanya dan tersenyum pada Davin, setelah makan mereka langsung melanjutkan perjalanan mereka, kali ini Davin yang mengemudikan mobil, dia bergantian dengan Chua, Dea yang duduk di kursi belakang akhirnya tertidur karena merasa lelah.
Tanpa terasa akhirnya mereka tiba di kampung halaman Dea, mereka langsung menuju ke makam mamanya Dea, sesampainya di makan mereka bertiga langsung membersihkan makan yang sudah mulai di tumbuhi ilalang, setelah bersih tidak lupah berdoa untuk mamanya Dea.
Setelah semuanya selesai, mereka langsung berpamitan dan langsung pulang, tapi mereka akan singgah menjenguk ayah mereka terlebih dahulu sebelum pergi mencari penginapan untuk beristirahat.
Saat tiba di rumah ayah nya, Dea langsung turun dari mobil bersama Davin di susul oleh Chua.
"Selamat sore" ucap Dea sambil mengetuk pintu rumah.
"Sore, eh kamu? ayo masuk nak" ucap Ibu tirinya dengan lembut, membuat Dea dan Davin sedikit heran dan saling melirik.
"Ia kami di luar saja, kami ke sini hanya ingin menjenguk ayah, apa dia sehat-sehat saja" ucap Davin.
"Ayo masuk dulu, tidak enak sama tetangga nak" lanjut Ibu tiri Dea.
Dengan terpaksa mereka masuk ke dalam rumah, tidak lama ayah mereka datang dari dapur karena baru pulang memberikan makanan untuk ternaknya.
"Kok ke sini tidak bilang nak?" tanya ayah mereka.
"Kami datang untuk menjemput ayah" jawab Davin santai. tapi membuat semuanya kaget, terutama Ibu tiri mereka.
"Aduh... bahaya kalau mereka betul-betul mau membawa ayah mereka ke Jakarta, aku sudah tidak dapat uang bulanan kalau begitu" batin Ibu tiri mereka.
Dan hal itu bisa di baca oleh Davin, dia langsung tersenyum sinis pada Ibu tirinya Dea.
"Dasar mata duitan, kau baik- baik sama kami karena uang, cobah bukan karena uang mana kau mau menerima kami dengan baik" batin Davin melihat Ibu tirinya itu.
๐๐๐๐
Jangan lupa tinggalkan jejanya, lewat like dan komentarnya๐ค๐ terimakasih ๐๐
.*๐Bersambung๐*.
__ADS_1