
Hari ini Dita akan ke dokter kandungan bersama dengan Adit, dia sengaja tidak masuk kantor karena ingin menemani istrinya, semua tanggung jawab di serahkan sama Davin dan di bantu oleh Risna.
"Sayang kamu udah siap? tanya Adit pada istrinya.
"Ia mas ayo kita jalan" ucap Dita.
Mereka berdua akhirnya berpamitan pada mama Metha dan juga papa Lukman.
"Ma, pa, kami jalan dulu ya" pamit Dita.
"Kalian hati-hati ya di jalan" jawab mama Metha.
"Ia ma" jawab Adit dan mereka berdua akhirnya keluar dari rumah menuju mobil yang sudah terparkir di halaman rumah.
Setelah semuanya siap, akhirnya Adit melajukan mobilnya menuju rumah sakit, mereka juga sudah janjian dengan dokter kandungan kebetulan kakak sepupu Adit.
"Mas dari tadi mobil di belakang itu selalu ikuti kita deh" ucap Dita sambil melirik kaca spion mobil.
"Itu perasaan kamu saja sayang" ucap Adit menenangkan istrinya.
"Kita berhenti saja sayang, dan kita samperin mau mereka apa" ucap Dita.
"Tidak sayang, itu hanya pengguna jalan juga, bukan ikuti kita kok" jawab Adit dengan santai.
Dita yang terus memperhatikan mobil di belakang mereka, dia merasa geram dan ingin sekali berhenti tapi Adit melarangnya, mereka berdua lanjut terus sampai rumah sakit dan mobil itu juga terus mengikuti mereka.
Saat sampai di halaman parkir rumah sakit, Dita langsung turun dan mencari mobil yang mengikuti mereka dari tadi tapi sayang Dita tidak melihatnya.
"Sayang kamu cari apa sih, ayo sini kita masuk kak Mega sudah menunggu kita" ucap Adit.
Mega adalah kakak sepupu Adit yang berposisi sebagai dokter kandungan, dia lah yang menangani Dita .
"Aku masih penasaran dengan mobil tadi, karena dia mengikuti kita sampai di sini, tapi kok aku nggak lihat lagi ya" ucap Dita penasaran.
"Udah nggak usah di urusin ayo kita masuk" ajak Adit dan langsung menggandeng tangan Dita menuju ruangan dokter.
Adit juga penasaran dengan kejadian tadi tapi dia tidak ingin istrinya berpikir aneh-aneh yang bisa menganggu kehamilan nya.
Dia segara mengirim pesan ia Davin, dia juga mengirimkan plat mobil yang mengikuti mereka.
__ADS_1
Davin yang mendapatkan pesan dari bosnya, dia langsung menghubungi Chua, dia menyuruh Chua segera ke rumah sakit, untuk menemani Adit karena Adit tidak sendiri tapi bersama dengan Dita yang sedang hamil.
"Siapa lagi yang mau mencari masalah dengan bos Adit" Batin Chua saat mendapat pesan dari Davin.
Tidak menunggu lama Chua langsung meluncur menuju rumah sakit, tapi dia tidak sendiri, dia temani rekannya yang lain.
Mereka hanya memantau dari jauh, menunggu bos mereka meninggalkan rumah sakit, hampir satu jam mereka di rumah sakit akhirnya keluar, Chua yang melihat Adit dan Dita sudah menuju mobil mereka langsung bersiap-siap untuk mengikuti bos mereka.
Saat mobil Adit dan Dita meninggalkan halaman parkir rumah sakit, Chua melihat mobil lain kembali mengikuti mobil Adit.
"Bro, coba lihat mobil yang di sana, mereka juga mengikuti mobil bos Adit" ucap teman Chua.
"Gue juga lihat, gue nggak tau siapa mereka dan apa tujuannya mengikuti mobil bos Adit" jawab Chua.
Mereka juga mengikuti mobil itu, di saat jalanan mulai sunyi Chua langsung melambung mobil yang ada di depannya, Adit yang juga dari tadi memperhatikan mobil yang mengikuti mereka tiba-tiba tersenyum karena dia melihat mobil Chua sudah di belakang mereka.
"Ternyata kalian mengikuti kami juga ya". batin Adit.
Chua langsung menghentikan mobilnya menghalangi mobil yang dari tadi mengikuti Adit.
Chua dan yang lainnya langsung turun, dan menghampiri mobil tersebut.
"Kalian siapa menghalangi jalan kami" ucapnya dengan nada sombong.
"Maaf bro, tapi dari tadi kalian mengikuti mobil bos kami" ucap Chua dengan santai.
"Itu bukan urusan kalian, minggir jangan menghalangi pekerjaan kami"
"Wow leo terlalu sombong pak tua" ucap rekan Chua.
"Kurang ajar loe, ngatain gue pak tua, kalian belum tau siapa kami" ucapnya mengancam tapi Chua dan yang lainnya tidak takut malah mereka tertawa.
"Ayo tunggu apa lagi habisi mereka" ucap pak tua tersebut pada rekannya juga.
Mereka langsung menyerang Chua dan juga yang lainnya, perkelahian tidak terhindarkan, setelah Chua dan rekan-rekannya melumpuhkan orang-orang tersebut mereka langsung menaikkan ke mobil dan membawanya ke basecamp.
Chua juga langsung menelpon memberikan laporan kepada Davin.
"Bos, mereka kami sudah amankan" ucap Chua pada Davin.
__ADS_1
"Bagus, tahan saja mereka tunggu saya datang" ucap Davin di balik telepon.
"Baik bos" dan sambungan telepon pun langsung terputus.
Kini Adit dan juga Dita sudah tiba di rumah orang tua Adit, setelah memarkirkan mobil dengan baik, Adit dan Dita segera turun dan masuk ke dalam rumah.
"Bibi, mama sama papa mana? kok rumah sepi?" tanya Dita.
"Oh tuan dan nyonya lagi keluar sebentar" ucap sang bibi.
"Ok, kami naik dulu ya" pamit Dita dan langsung menuju kamar mereka di lantai dua.
Sesampainya di kamar Dita langsung membaringkan tubuhnya di atas kasur, dia merasa sangat lelah padahal dia tidak bekerja keras hanya ke dokter saja.
Adit yang baru saja masuk ke dalam kamar melihat istrinya yang berbaring di kasur.
"Sayang kamu tidak makan ini udah jam berapa loh yang?" ucap Adit.
"Sedikit lagi, tapi aku mau makan cilok, boleh nggak papa belikan?" tanya Dita.
"Emmm, boleh apa sih yang nggak boleh buat istri cantikku dan juga anakku" ucap Adit dan langsung mengecup kening Dita.
"Terimakasih papa" jawab Dita dengan manja.
"Tunggu ya di sini, papa beli dulu" lanjut Adit dan langsung meninggalkan kamar untuk pergi membeli cilok untuk istrinya.
Dita hanya mengangguk dan tersenyum melihat suaminya keluar kamar, Adit juga tidak melarang istrinya jajan di pinggir jalan, karena dia tau istrinya lagi hamil dan nggak mau membuat mood istrinya tidak bagus.
Tidak lama Adit kembali dengan sebuah kantong keresek yang berisi cilok pesanan Dita. dia segera menuju ke kamar mereka karena tidak mau istri menunggu lama.
Sampainya di kamar, Adit hanya menghela nafas panjangnya, karena sang istri sudah tertidur dengan pulas, dia tidak ingin mengganggu tidurnya, dan akhirnya Adit menyimpan pesanan sang istri di dapur.
Dia juga sempat meminta segelas kopi pada bibi yang ada di dapur, setelah selesai Adit langsung menuju kamar, dia membuka laptopnya, dia ingin memeriksa laporan yang dia sempat minta ke Davin. semenjak menikah Adit memang jarang kerja di rumah, kalau sudah di rumah semua waktunya hanya untuk keluarganya, tapi karena mendesak terpaksa dia harus bekerja dari rumah.
💞💞💞
Sampai sini dulu ya, jangan lupa like dan komentar 🤗 terimakasih 🙏😍
💞💞💞💞💞 Bersambung 💞💞💞💞💞
__ADS_1