
Hari yang di tunggu-tunggu akhirnya datang juga, kedua keluarga besar, keluarga Rere dan juga Chaim pada sibuk mempersiapkan diri, apa lagi para wanita, semuanya sibuk dandan agar bisa tampil secantik mungkin.
Di rumah Rere, dari jam empat subuh Rere sudah bangun untuk di rias, Rere yang sudah mandi langsung duduk di cermin besar untuk di rias oleh MUA yang di datangkan langsung mama Lia.
"ayo mbak duduk di sini biar kita rias ya" ucap si mbak MUA.
Rere langsung duduk di kursi yang berhadapan dengan cermin besar, dan langsung mulai di rias, tidak henti-hentinya si penata rias tersebut memuji kecantikan Rere.
Tidak lama mama Lia masuk ke dalam kamar tempat Rere di rias.
"Aduh anak mama cantik banget" ucap mama Lia memuji kecantikan anaknya.
"Betul buk, anaknya cantik banget" jawab si penata rias.
"Terimakasih ma, terimakasih mbak" ucap Rere dengan ramah.
"Mama sedih deh, tidak lama lagi kamu akan menjadi milik orang lain, tinggal menghitung jam" ucap mama Lia memeluk anaknya.
"Jangan gitu dong ma, Rere jadi sedih ni" jawab Rere membalas pelukan mamanya.
"Mama berharap, kamu menjadi istri yang baik, yang berbakti sama suami, karena kamu bukan lagi tanggung jawab mama dan papa tapi kamu sudah menjadi tanggung jawab suami kamu" ucap mama Lia sambil menasehati anaknya.
"Ia ma, terimakasih nasehatnya Rere pasti ingat semua nasehat mama" jawab Rere.
Tidak lama sang papa juga ikut masuk ke dalam kamar Rere.
"Waow cantik banget anak papa" ucap papa Rifky memuji kecantikan Rere.
"Terimakasih pa" jawab Rere.
"Papa harap kamu bisa menjadi ibu rumah tangga yang baik, semuanya yang terbaik deh buat anak cantik papa ini" ucap papa Rifky.
"Ia pa, makasih nasehatnya" jawab Rere.
Mereka saling pelukan bertiga, karena anak semata wayang nya tinggal menghitung jam akan melepaskan masa lajangnya.
"Ok mama dan papa turun dulu ya, soalnya tamu-tamu sedikit lagi berdatangan" ucap papa Rifky berpamitan pada Rere.
"Siap pak bos" jawab Rere pada papanya.
Mama Lia dan papa Rifky langsung meninggalkan kamar Rere dan segera turun ke bawah, karena tidak lama lagi tamu-tamu mereka akan berdatangan.
❤❤❤
Di rumah mama Dita semuanya pada heboh karena sibuk merias diri, mereka ingin tampil secantik mungkin, kalau bisa lebih cantik dari pengantin wanita.
__ADS_1
Tya dan Linzy tidak kalah heboh, mereka berdua tidak henti-hentinya berdiri di cermin yang besar untuk melihat lekuk tubuh mereka.
"Percuma aja tampil cantik kalau masih jomblo" ucap Cello memancing peperangan.
Karena Tya dan Linzy tidak ingin make-up mereka rusak, hanya dia mendengar ejekan Cello, mereka berdua hanya saling menatap.
Sedangkan mama Dita sedang berada di dalam kamar Chaim bersama papa Adit.
"Anak mama ganteng banget, aduh mama jadi terharu, kayaknya baru kemarin mama menimang kamu, eh sekarang udah mau menikah aja" jawab mama Dita dengan muka sedih walaupun di selipkan dengan bercanda.
"Ia ya ma tidak terasa ya, padahal rasanya baru kemarin main mobil-mobilan" jawab papa Adit.
Mereka berdua merasa sedih karena anak sulung mereka sedikit lagi akan berstatus suami.
"Jadilah suami yang bertanggung jawab, sayangi istri kamu, jangan pernah sakiti dia, jadikanlah dia ratu dalam rumah kamu" ucap papa Adit menasehati Chaim.
"Ia pa, terimakasih nasehatnya" jawab Chaim.
"Ia nak, papa harap kamu dan Rere kelak seperti papa dan mama, papa tidak pernah marahan sama mama, kalau ada masalah omongin baik-baik, jangan sampai orang lain tau, cukup kalian berdua yang tau" lanjut papa Adit.
Chaim hanya mengangguk kan kepalanya, sedangkan mama Dita hanya duduk di samping anaknya dengan mata berkaca-kaca.
Tidak lama Cello datang menghampiri mereka, niat Cello ingin memanggil mereka karena sedikit lagi akan berangkat menuju rumah Rere, tapi saat sampai di kamar dia melihat kedua orang tuanya menasehati sang kakak, terpaksa Cello ikut duduk di samping sang papa.
"Mana ni Cello di suruh panggil mereka di atas kok tidak turun-turun si" ucap Oma Astrid mengomel.
Lintang segera bergegas naik ke lantai dua, tepatnya ke kamar Chaim
Tok... tok... tok.
"Permisi... semuanya sudah menunggu di bawah" ucap Lintang pada papa Adit dan yang lainnya.
"Terimakasih nak, ayo kita turun sedikit lagi kita jalan" ucap mama Dita dan langsung berdiri dari duduknya.
Semuanya langsung bersiap-siap untuk turun ke lantai bawa, karena semuanya sudah berkumpul di bawah.
"Semuanya udah siap kan?" tanya ayah Rio.
"Ia sudah, ayo kita berdoa dulu baru jalan, agar semaunya di lancarkan" ucap opa Lukman.
Semua langsung duduk dengan tenang karena mereka akan berdoa bersama, setelah berdoa baru lah mereka berangkat, semuanya langsung menuju mobil masing-masing.
Setelah semuanya sudah siap, akhirnya mereka langsung melaju menuju rumah Rere, dalam mobil Chaim hanya diam, belum juga sampai ke tempat akad nikah, Chaim sudah merasa deg-degan duluan.
Dan akhirnya rombongan Chaim tiba di rumah Rere, mereka langsung di jemput oleh kerabat mama Lia dan juga papa Rifky.
__ADS_1
Mereka langsung masuk ke tempat acara, Chaim semakin gugup, dalam hati dia banyak berdoa agar tidak salah saat ijab kabul nanti.
Sedangkan di dalam kamar pengantin, Rere yang sudah mengetahui kalau rombongan Chaim sudah tiba, dia juga semakin gugup.
Rere sangat gelisah di dalam kamarnya, dia tidak bisa duduk dengan tenang, kadang dia berdiri, berjalan-jalan dalam kamar, untuk menghilangkan rasa gugupnya tapi tetap tidak bisa.
"Ayo kita turun, sang pangeran sudah menunggu kamu di bawa" ucap sepupu Rere yang datang mengambilnya.
"Aduh mbak tunggu dulu ya, aku sangat gugup ini sampai tangan aku dingin banget" ucap Rere.
Kakak sepupu Rere hanya tersenyum melihat tingkah Rere, tidak lama mereka berdua langsung turun menuju tempat ijab kabul.
Rere tambah gugup saat semua mata tertuju padanya, begitu juga dengan Chaim yang langsung berdiri saat melihat calon istrinya yang sedang berjalan menuju dirinya, dia sangat kagum melihat calon istrinya yang begitu cantik.
Chaim langsung menarik kursi yang ada di samping untuk Rere, setelah Rere duduk dengan baik, barulah Chaim duduk di kursi nya.
Setelah semua sudah duduk dengan tenang, pak penghulu langsung mengambil alih acara.
"Bagai mana? apa acaranya sudah bisa di mulai?" tanya pak penghulu.
"Bisa pak, ayo kita mulai" jawab papa Rifky.
Rere tidak bisa membendung air matanya saat ia meminta restu kepada kedua orang tuanya, agar di nikahkan dengan laki-laki pilihannya, bukan hanya Rere yang berderai air mata tapi mama Lia juga tidak bisa menahan air matanya, sedangkan papa Rifky matanya hanya berkaca-kaca.
Setelah selesai meminta restu akhirnya masuk ke dalam acara paling sakral yaitu akad nikah.
Setelah meminta restu akhirnya masuk ke dalam acara paling sakral, sekarang tugas papa Rifky yang mengambil alih, dia langsung berjabat tangan dengan Chaim.
"Ananda Chaim Devano Mahesa bin Aditya Mahesa, saya nikahkan dan kawinkan kamu dengan putri saya sendiri Rerezresky Gunawan dengan perangkat alat solat dan perhiasan di bayar tunai"
"Saya terima nikah dan kawinnya Rerezresky Gunawan binti Rifky Gunawan dengan mahar tersebut di bayar tunai" jawab Chaim dengan lantang dalam satu kali tarikan nafas.
"Bagai mana dengan saksi apa sah" tanya pak penghulu.
"Ya sah" jawab kedua saksi tersebut.
Semuanya langsung tepuk tangan, karena akhirnya Rere dan Chaim sah jadi suami istri, mama Dita dan mama Lia langsung berpelukan karena mereka sudah sah jadi besan.
Rere yang dan Chaim langsung menandatangani buku nikah mereka, setelah itu barulah masuk ke acara pemasangan cincin kawan, Rere langsung mencium tangan Chaim dan begitu juga dengan Chaim langsung mengecup kening Rere.
❤❤❤
Sebelumnya aku mau minta maaf kalau ada kata-kata yang salah dalam episode ini, tentang pernikahan Chaim dan Rere, mohon di luruskan🙏😍
Terimakasih dukungan nya, jangan lupa di like dan komentar nya ya🙏🤗🤣
__ADS_1
💕💕💕Bersambung 💕💕💕