
Kini kandung Dita sudah memasuki bulan kemudian delapan, itu membuat Dita banyak bergerak, memperbanyak jalan pagi, kadang di temani mama Mehta, Dea atau Adit, seperti pagi ini Dita akan pergi jalan pagi, dia akan di temani oleh Dea.
"Dek, ayo kita jalan, nanti kesiangan lagi" ucap Dita pada Dea.
"Ayo kak, kebetulan kak Davin juga belum bangun, katanya dia lagi lelah" jawab Dita.
"Ayo, emangnya semalam ngapain kok sampai ke melawan begitu" goda Dita pada Dea.
"Emm ada deh, rahasia" jawab Dea sambil tertawa
Kini Dita dan Dea sudah keluar rumah, mereka berdua akan jalan pagi, Dea memang belum hamil, tapi itu tidak membuat dia kecil hati, karena dia dan Davin akan menikmati pacaran setelah menikah, kayak author aja pacaran setelah menikah ππ€.
Tidak lama Davin bangun dari tidurnya, setelah mandi Davin langsung turun ke lantai bawa menuju meja makan, dia sarapan sendiri karena yang lainnya sudah pada sarapan, setelah sarapan Davin membuat secangkir kopi, dan membawanya ke teras depan karena dia juga akan merokok, Davin tidak pernah merokok dalam rumah, karena dia menghormati mama dan papa, apa lagi asap rokok tidak bagus bagi kedua orang tuanya.
Saat Davin lagi duduk sendiri di teras menikmati secangkir kopi dan sebatang rokok, tiba-tiba Adit juga ikut bergabung, dia juga membawa secangkir kopinya.
"Tumben lambat bangun" tanya Adit pada adiknya.
"Aku sedikit merasa lelah aja" jawab Davin.
"Emangnya semalam bikin apa, kok sampai kelelahan?" tanya Adit.
"Mau tau aja, sejak kapan mulutmu itu tidak bisa di rem, mungkin di rumah ini yang normal itu hanya mama dan papa, eh aku juga, sedangkan kamu, mbak Dita dan juga Dea semuanya mempunyai mulut tanpa filter, asal nyerocos saja" jawab Davin sedikit kesal.
Adit hanya tertawa mendengar omelan sang adik, Adit memang sudah mulai jail setelah menikah dengan Dita. bukan lagi Adit yang dingin dan pendiam seperti waktu masih sendiri.
Tidak lama Dita dan Dea pulang jalan pagi, mereka melihat Adit dan Davin lagi asik duduk tapi dari raut wajah mereka berdua sangat berbeda, satu lagi tertawa bahagia sedangkan yang satunya tampang muka kesal.
"Mbak mereka berdua kenapa lagi?" tanya Dea pada Dita.
"Palingan di jailin mas Adit, kamu tau kan mas Adit sekarang ikutan kepo" jawab Dita sambil tertawa.
Dita dan Dea langsung menghampiri mereka, apa lagi Dita melihat Adit lagi merokok, Dita paling tidak suka, apa lagi dia lagi hamil.
__ADS_1
"Ya merokok lagi, nggak mau sekali mendengar" ucap Dita pada Adit.
"Baru ini kok sayang, itu pun karena mas minum kopi sayang, jangan marah-marah nanti cantiknya hilang" goda Adit pada istrinya.
"Aduh Dea jadi iri melihat abang Adit dan mbak Dita romantis banget" ucap Dea.
"Emangnya Davin tidak romantis dek?" tanya Adit.
"Ya romantis sih tapi kalau ada maunya" jawab Dea sambil melirik Davin.
Adit kembali tertawa mendengar ucapan adik iparnya itu, sedangkan Davin diam saja menikmati rokoknya.
"Ayo kita masuk, di sini banyak asap rokok, mereka berdua itu lebih baik kehilangan istri dari pada rokok mereka" ucap Dita mengajak Dea masuk ke dalam rumah.
"Jangan begitu sayang, ini kan cuma saat minum kopi juga" jawab Adit pada istrinya.
Dea hanya tersenyum dan masuk ke dalam rumah bersama dengan Dita, mereka berdua langsung ke kamar memberikan diri karena keringat.
"Dita, ayo kita cari perlengkapan bayi kamu nak, kita pergi bersama dengan Dea" ajak mama Metha.
Begitu juga saat Dea turun dari lantai atas, dia di suruh sama mama Metha bersiap-siap karena mereka bertiga mau pergi jalan-jalan.
Mereka bertiga sangat antusias mau pergi mencari perlengkapan bayi Dita, tapi ternyata Adit dan Davin juga mau ikut, mereka berdua tidak mau ketinggalan, hanya papa Lukman yang tidak mau ikut, dia lebih memilih tinggal bersama ikan-ikan peliharaan nya.
Setelah semua sudah siap, mereka langsung menuju pusat perbelanjaan, dengan Davin sebagai juru mudi mereka.
Dan akhirnya mereka tiba juga, Davin menurunkan mereka di depan lobby mall, setelah semuanya turun baru lah Davin pergi memarkirkan mobilnya, setelah terparkir dengan bagus Davin segera menyusul mereka.
Dari jauh Rian memperhatikan Dita, dia kaget karena Dita ternyata sudah punya suami dan lagi hamil besar, ada sedikit rasa kecewa pada Rian karena wanita yang dia sukai pada pandangan pertamanya ternyata milik orang lain.
"Ibu, wanita yang pernah ketemu Rian di butik tempo hari, ternyata udah punya suami dan lagi hamil" curhat Rian pada ibunya.
Bukannya prihatin apa yang di alami anaknya, malah ibunya tertawa mendengar cerita Rian.
__ADS_1
"Kok malah tertawa si buk?" tanya Rian heran.
"Lucu aja, ternyata kamu sial lagi nakal" jawab sang ibu.
"Mungkin kakak tidak mempunyai jodoh, banyak bersabar aja ya kak" sambung sang adik.
"WA wa wa, kalian ini sungguh luar biasa, apa salah dan dosaku kok mendapatkan ibu dan adik yang durhaka begini, mendoakan anaknya yang manis ini tidak mendapatkan jodoh" ucap Rian..
"Karena dari dulu kamu selalu begitu nak, selalu suka pada wanita yang sudah bersuami" jelas ibunya lagi.
"Lihat aja nanti, Rian pasti mendapat wanita cantik yang mirip Ariel Tatum" jawab Rian sombong.
ibu dan adiknya hanya tertawa mendengar omongan Rian.
"Aduh kakak, jangan terlalu banyak halu, kasian kalau jatuh sakit kan?" jelas sang adik.
Rian tidak menjawab lagi, dia langsung naik ke kamarnya, sampai di kamar Rian langsung memutar musik dengan kencang, tapi tidak membuat tetangga terganggu.
" Bodoh amat apa yang di katakan mereka berdua, nanti aku dapat wanita yang betul mirip arie Tatum baru mereka berdua kejang-kejang, emang ya ibu dan anak sama-sama durhaka" batin Rian.
Rian membaringkan tubuh di atas kasur sambil memandangi langit-langit kamar, Rian bukan anak pengangguran, dia mempunyai beberapa cafe di jakarta, tapi umur yang sudah masuk kepala tiga tapi belum juga menikah.
Tapi itu tidak membuat beban pikiran bagi Rian dia membawanya dengan santai, apa lagi sang ibu tidak terlalu menuntutnya untuk menikah, karena ibunya tau sampai sekarang anak sulungnya itu masih menyendiri.
ππ
Sedangkan di mall Dita dan yang lainnya lagi nongkrong di sebuah restoran karena mereka sudah merasa kelaparan semua, karena capek berkeliling mencari baju bayu dan keperluan lainnya.
Adit dan Dita memilih baju-baju yang netral saja, karena mereka belum tau jenis kelamin anak mereka.
πππ
Sampai di sini dulu ya, jangan lupa tinggalkan jeleknya ya, like, komentarnya kalau bisa bunganya juga yaπ€ππ
__ADS_1
ππππBersambung ππππ