
Hari Keluarga besar Chaim akan berkunjung ke rumah orang tua Rere, mereka akan melamar Rere dan sekalian membahas tentang pernikahan Rere dan Chaim.
Oma Metha dan oma Astrid lah yang paling antusias, karena mereka sudah tidak sabar meminang cicit pertama bagi mereka.
Walaupun pertemuannya nanti sore tapi mereka sudah bersiap-siap dari siang setelah mereka makan siang.
Begitu juga di rumah orang tua Rere, semuanya pada sibuk menyambut kedatangan Chaim dan keluarganya, mama Lia di bantu oleh Rere menyiapkan makan malam untuk tamunya nanti, bukan cuma makanan tapi juga cemilan, beraneka macam kue.
"Ma, makanannya banyak banget" ucap Rere.
"Tidak apa-apa sayang, kan Chaim juga keluarga besar, kita juga begitu" jawab mamanya.
Semuanya ikut sibuk termasuk papa Rifky, nenek dan juga kakeknya.
Sedangkan orang tua mama Lia masih dalam perjalanan, mereka juga mau hadir, karena ini cucu satu-satunya bagi mereka.
Semuanya sudah siap, Rere juga sudah undur diri dari dapur untuk bersiap-siap, bagai mana pun dia harus tampil cantik di hadapan calon suaminya dan juga keluarganya.
Tidak lama orang tua mama Lia akhirnya tiba juga, mereka langsung di jemput oleh Rifky di depan pintu mobil dan membantu membawa barang-barangnya mereka.
"Apa kabar ma, pa?" tanya Rifky pada kedua mertuanya.
"Kabar baik nak, mama dan papa kamu sudah datang?" tanya balik mama mertuanya.
"Sudah ma, mereka lagi ada di dalam, ayo masuk" ajak Rifky.
Mereka bertiga akhirnya masuk ke dalam rumah, dan langsung di sambut oleh kedua besannya.
"Selamat sore, selamat datang" ucap mamanya Rifky pada besannya.
"Kabar baik besan, kalau kalian gimana kabarnya kita udah lama tidak ketemu?" tanya balik oleh mamanya Lia.
Setelah semuanya selesai bersalam-salaman mereka langsung menuju ruang tengah, tidak lama Lia datang menghampiri kedua orang tuanya yang baru datang.
"Apa kabar ma, pa" ucap Lia sambil mencium kedua tangan orang tuanya.
"Kabar baik nak, mana cucu mama?" tanya mamanya mencari Rere.
"Dia lagi di kamarnya untuk bersiap-siap, untuk menyambut calon suaminya dan keluarganya" jawab Lia.
Mereka semuanya kembali mengobrol, sedangkan mama Lia kembali ke dapur untuk mengambil minuman untuk kedua orang tuanya.
__ADS_1
"Ini udah sore, kita harus bersiap-siap dulu mau menyambut calon cucu kita bersama keluarganya" ucap mamanya Rifky.
"Betul itu besan, aku penasaran sama calon cucu kita itu" jawab mamanya Lia.
Mereka semua langsung bersiap-siap, karena calon cucu dan keluarganya sebentar lagi akan datang.
ππ
Sedangkan di rumah mama Dita, semuanya sudah siap, mereka langsung berangkat dan menuju mobil mereka masing-masing, Chaim dan kedua orang serta Cello satu mobil, Cello lah yang sebagai juru mudi mereka.
Setelah semuanya sudah siap, akhirnya mereka langsung menurunkan rumah orang tua Rere.
"Kok mama yang merasa deg-degan, padahal kakak yang akan lamaran" ucap mama Dita di dalam mobil.
"Itu hanya perasaan mama aja kali" jawab Cello.
"Deg-degan tapi senang juga karena mama akan besanan dengan sahabat mama sendiri" lanjut mama Dita.
"Itu kayak kisah kita ya, di jodohkan karena papa dan ayah bersahabat waktu sekolah dulu" jawab papa Adit.
"Waktu papa dan mama di jodohkan, apa kalian kayak kakak, langsung terima begitu?" tanya Cello penasaran.
"Tidak lah dek, dulu mama menentang perjodohan itu, tapi papa kamu yang nyosor terus makanya mama terima deh" jawab mama Dita.
Di dalam mobil mereka berempat asik bercerita tentang masa lalu mama dita dan papa Adit.
Tidak terasa akhirnya rombongan Chaim tiba di halaman rumah Rere, mereka segera turun dan di sambut oleh kedua kakek Rere.
"Selamat sore, selamat datang" ucap kakek Rere kepada Chaim dan rombongannya.
"Selamat sore Pak, salam kenal" jawab opa Lukman dan langsung bersalaman dan di ikuti yang lainnya.
Mama Lia dan papa Rifky ikut menyambut mereka, begitu juga dengan kedua nenek Rere, setelah semuanya duduk, mama Lia langsung naik ke lantai dua memanggil Rere yang masih di dalam kamarnya.
"Nak ayo turun, semuanya sudah menunggu kamu di bawa" ajak mama Lia pada putri nya.
"Baik ma, ayo kita turun" jawab Rere dan langsung berdiri dari duduk nya.
Mereka berdua menuruni anak tangga, semuanya pada melihat ke arah Rere yang begitu cantik, Chaim memandang Rere sampai tidak berkedip.
"Kak, santai aja kali jangan mangap gitu" goda Cello sambil berbisik di telinga Chaim.
__ADS_1
"Apa-apa sih, asal ngomong kamu" bisik Chaim pada adiknya.
Cello hanya tersenyum mendengar jawaban sang kakak. Rere langsung duduk di antara papa dan mamanya.
"Selamat sore semuanya, maaf telah mengganggu waktunya, tapi kami ke sini dengan maksud ingin melamar Rere untuk cucu kami Chaim" ucap opa Lukman.
"Selamat sore juga, kalau masalah itu, kami serahkan semuanya pada Rere apa dia menerima atau tidak" jawab kakeknya Rere.
Rere hanya diam mendengar ucapan kakeknya, dia tidak ingin terburu-buru menjawabnya.
"Ia bagai mana nak Rere apa kamu menerima lamaran kami ini?" ayah Romi.
Rere masih diam, dia sengaja membuat semuanya panik, sedangkan yang lainnya pada menatap dirinya menunggu jawabannya.
"Ayo nak di jawab" bisik mama Lia.
"Ia saya siap menerima lamaran ini" jawab Rere dan semuanya pada lega mendengar jawaban Rere.
Mama Dita langsung berdiri memasangkan kalung pada leher Rere.
"Terimakasih nak, sudah mau menerima lamaran kami" ucap mama Dita pada Rere.
"Sama-sama ma, aku yang seharusnya berterimakasih pada mama dan semuanya karena udah mau menerima Rere dengan tulus" jawab Rere pada mama Dita.
Setelah memasang cincin tunangan, mereka langsung membahas tentang pernikahan Rere dan Chaim, kali ini semuanya di ambil alih oleh orang tua mereka.
Rere dan Chaim inginnya menikah secara sederhana saja, tapi mama Dita bersikeras ingin merayakannya dengan ramai, dan di setujui oleh yang lainnya.
Dari pada berdebat terpaksa Chaim dan Rere mengalah saja, dan pernikahan mereka di akan di laksanakan dalam dua minggu lagi.
Semuanya pada sepakat dengan keputusan itu, Chaim dan Rere hanya ikut saja, mereka juga tidak ingin mengecewakan keluarga mereka.
Mereka saling mengobrol, satu sama lainnya, papa Rifky asik mengobrol dengan ayah Rio, karena ayah Rio adalah atasan papa Rifky di kantor.
Rifky memang kerja di kantor Rio sebagai manajer keuangan, semua tentang keuangan kantor Rifky yang tau.
Sedangkan Linzy sangat kaget saat melihat pak Rifky sang manajer keuangan di kantornya ternyata papanya Rere.
Tapi tidak ada yang tau kalau dulu ayah Rio menaruh hati pada mama Lia, tapi dia tidak pernah mengungkapkan perasaan nya itu, ayah Rio hanya memendamnya sampai dia dipertemukan dengan wanita yang sangat dia cintai, yang sudah memberikan putri dan putra yang sangat cantik dan gaga, yaitu ibu Mia.
ππππ
__ADS_1
Jangan lupa dukungan ya kak, lewat like dan komentar nya, kalau bisa vote dan bunganya jugaπ terimakasihπ π€
ππππBersambung ππππ