
"Selamat pagi buk, maaf menggangu ada yang ingin ketemu dengan ibu" ucap sekertaris Linzy.
"Siapa? persilakan masuk" jawab Linzy dengan ramah.
Sekertaris tersebut langsung mempersilahkan tamu itu masuk ke dalam ruangan Linzy.
"Selamat siang, maaf mengganggu" ucap seseorang.
"Kamu?? kok nggak bilang ke aku kalau kamu ada di jakarta" ucap Linzy bangkit dari duduknya dan langsung menyambut tamu nya dengan senang hati.
Setelah duduk, sedangkan sekertaris Linzy sudah meninggalkan ruangan Linzy.
"Kamu kapan datangnya? kok nggak kasih aku kabar sih?" ucap Linzy ikut duduk di sofa tamu.
"Udah seminggu, biar jadi kejutan buat kamu" jawab Kevin.
Kevin adalah sahabat Linzy, mereka dulu sama-sama menempuh pendidikan di Singapura, tapi kevin sekarang menetap di Kalimantan dan Linzy di jakarta.
Kevin meneruskan usaha orang tuanya di Kalimantan, dia datang di jakarta karena urusan pekerjaan, walaupun sibuk Kevin menyempatkan diri untuk bertemu dengan Linzy.
"Kamu makin cantik ada dek" puji Kevin pada Linzy.
"Emang dari dulu cantik kok, kenapa baru muji sekarang" jawab Linzy dengan bercanda.
"Udah jam makan siang, ayo kita makan siang" ajak Kevin pada Linzy.
Dengan senang hati Linzy mengatakan ajakan sahabatnya itu, saat mereka berdua keluar dari ruang Linzy, mereka bertemu dengan ayah Rio dan papa Rifky, mereka berdua langsung menyapa kedua orang tua itu.
"Selamat siap pak" sapa Kevin pada ayah Rio.
"Siang juga nak, tidak usah formal gitu, panggil om saja" ucap ayah Rio.
"Baiklah om, saya pinjam Linzy dulu ya om" ucap Kevin pada ayah Rio.
"Ayah, pak Rifky, kami jalan dulu" pamit Linzy pada ayahnya dan juga pada papa Rifky.
"Ia hati-hati di jalan nona Linzy" jawab papa Rifky.
"Jaga anak gadis om dengan baik-baik Kevin, kalau ada apa-apa saya nikahkan kalian berdua" ancam ayah Rio bercanda.
"Segara om, itu yang saya tunggu dari dulu" jawab Kevin sambil tersenyum pada Linzy dan Linzy hanya melihat ke tempat yang lain.
Mereka berdua langsung meninggalkan kantor Linzy dan pergi mencari tempat makan siang berdua.
__ADS_1
πππ
Chaim yang kembali ke rumah untuk makan siang tapi dia tidak sendirian dia bersama dengan Rere, awalnya mau makan di luar tapi karena Rere mau mengambil kartu undangan, terpaksa mereka memutuskan makan di rumah saja.
Sesampainya di rumah, mama Dita sudah menyiapkan makan siang untuk chaim dan Rere, karena Chaim sudah memberitahukan kepada mama Dita kalau dia dan Rere akan makan siang di rumah.
Setibanya di rumah, Rere dan Chaim langsung turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah.
"Siang ma" sapa Rere pada mama Dita.
"Siang juga sayang, kalian sudah datang?" tanya mama Dita.
Rere dan Chaim bergantian mencium tangan mama Dita.
"Ayo langsung makan, pasti kalian sudah lapar" ajak mama Dita.
"Betul ma, kami sudah sangat lapar ini" jawab Chaim yang langsung mengikuti sang mama ke dapur sambil menggenggam tangan Rere.
Rere sempat kaget karena Chaim menggenggam tangannya, karena selama ini mereka tidak pernah bergandengan tangan seperti pasangan yang lainnya.
Sampai di meja makan, Chaim dan Rere langsung duduk di meja makan bersama mama Dita.
"Ayo makan nak" ucap mama Dita.
Mereka bertiga akhirnya duduk makan bersama, mereka makan sambil mengobrol.
"kalian masih mau balik ke kantor ni nak" tanya mama Dita.
"Ia ma, soalnya pekerjaan Chaim masih banyak apa lagi aku ambil cuti satu minggu" jawab Chaim.
"Sama juga dengan aku ma" jawab Rere.
"Ingat kalian jangan terlalu capek, karena pernikahan kalian tidak lama lagi" ucap mama Dita memperingatkan Chaim dan Rere.
Setelah makan siang, Rere mengambil kartu undangan yang akan di bagikan ke rekan kantornya.
"Ayo jalan, jam istirahat sedikit lagi habis" ucap Chaim pada Rere.
Rere hanya menganggukkan kepala dan segera berdiri dan pamit pada mama Dita.
"Ma, kami kembali ke kantor lagi ya, soalnya jam istirahat sedikit lagi habis" ucap Rere dan langsung mencium mama Dita.
"Ia kalian hati-hati ya" jawab mama Dita.
__ADS_1
Chaim juga langsung pamit dan mencium tangan mama nya, setelah berpamitan mereka berdua langsung keluar dari rumah dan menuju mobil yang terparkir di halaman rumah.
ππ
Sedangkan Cello lagi bahagia karena berhasil mengajak Ema makan siang berdua, walaupun dengan susah payah mengajak Ema.
Walaupun hanya makan siang, tapi Cello sudah merasa ada kemajuan satu langkah, mereka berdua memilih makan di sebuah cafe.
"Terimakasih sudah mau menerima ajakan aku" ucap Cello.
"Ia sama-sama, terimakasih juga sudah mengajak makan siang bareng" jawab Ema.
Setelah pesanan mereka datang, akhirnya mereka berdua makan bersama, dalam hati cello semoga acara makan siang bersama dengan Ema tidak terganggu, semoga barisan parah mantan tidak datang merusak suasana.
Setelah selesai makan siang, Cello mengantar Ema kembali ke butiknya, dalam perjalanan menuju butik, mereka mengobrol banyak hal, dari pekerjaan sampai urusan pribadi. Cello merasa bangga bisa mengenal wanita tanggu seperti Ema.
Yang merintis usahanya mulai dia duduk di bangku kuliah, dengan menggunakan uang tabungannya, dan kini Ema tinggal sendiri karena sang ayah sudah meninggal, sedangkan sang mama sudah bahagia dengan keluarga barunya.
Mama Ema sekarang tinggal di luar jakarta karena mengikuti suami barunya, Ema tidak bisa melarang mama nya, karena demi kebagian sang mama.
Cello yang mendengar cerita Ema sangat tersentuh dan bangga dengan kepribadian Ema, yang rela mengorbankan kebahagiaan nya demi kebahagiaan sang mama.
"Aku salut sama kamu, dari kecil menabung demi mewujudkan impian kamu yang sekarang kamu sudah dapatkan, dan rela kehilangan kasih sayang seorang mama, demi kebahagiaan mama kamu, kalau aku mungkin tidak sanggup" jelas Cello.
"Semua sudah di takdirkan, kita tinggal menjalani nya saja, karena kita tidak bisa merubah takdir" jawab Ema.
Cello hanya menganggukkan Kepala, dia benar-benar bangga sama Ema, selama ini dia tidak pernah bertemu dengan wanita seperti Ema, tidak salah dirinya jatuh hati pada Ema, dan dia sudah berapa kali berjanji akan merubah sikap buruknya demi Ema.
Tidak terasa akhirnya mereka berdua tiba di depan butik Ema.
"Terimakasih semuanya" ucap Ema sebelum turun dari mobil Cello.
"Ia, terimakasih juga sudah bersedia menemani aku makan siang" jawab Cello.
"Ia sama-sama, aku turun dulu ya hati-hati di jalan" ucap Ema.
"Ia makasih, hati-hati juga bekerjanya, aku pamit ya" jawab Cello dan langsung memutar mobilnya, Ema hanya melambaikan tangan ke arah mobil Cello, setelah mobil Cello menghilang barulah Ema masuk ke dalam butiknya.
ππππ
jangan lupa di like dan komentar nya yaπ€π
ππππBersambung ππππ
__ADS_1