
Di kantor Sahabat Rere sangat heboh saat menerima undangan dari Rere, mereka tidak percaya kalau sahabat mereka itu akan menikah.
"Betul ini Re? kamu akan menikah dengan dia?" tanya Dewi saat melihat foto praweding Rere dan Chaim di kartu undangan mereka.
"Ia, namanya juga jodoh" jawab Rere malu-malu.
"Padahal awalnya jual-jual mahal" goda yang lainnya.
"Siapa sih yang nggak mau dengan dia, udah ganteng, punya jabatan lagi paket lengkap deh" ucap Dewi.
Mereka kembali pada pekerjaan mereka, begitu juga dengan Rere dia berusaha menyelesaikan semua pekerjaannya karena dia sudah mau mengambil cuti menikah.
"Re... mau bulan madu ke mana ni?" tanya Dewi dari samping.
"Belum tau juga, soalnya belum ada rencana" jawab Rere berisik karena semuanya pada fokus dengan pekerjaan mereka masing-masing, Dewi hanya menganggukkan kepalanya.
Tidak terasa akhirnya jam pulang kerja tiba juga, Rere dan lainnya pada bersiap-siap untuk pulang, Rere pulang sendiri karena dia membawa kendaraan sendiri.
"Re... kalau kamu habis menikah masih di ijinkan kerja atau tidak?" tanya Dewi.
"Kayaknya udah nggak deh, aku akan fokus sama keluarga aku, mau jadi ibu rumah tangga aja" jawab Rere.
"Emangnya dia tidak mengijinkan kamu kerja?"
"Kak Chaim tidak pernah melarang aku kerja, tapi itu keputusan aku sendiri, apa lagi dia itu setiap makan siang pasti pulang ke rumah makan siang" jelas Rere.
Mereka berdua berjalan menuju parkiran sambil mengobrol santai, setelah tiba di parkir mereka berdua berpisah dan menuju rumah masing-masing.
Sedangkan Chaim masih asik dengan pekerjaannya, dia tidak sendirian dia bersama dengan Irwan, karena saat cuti nanti Irwan lah yang akan mengambil semua tanggung jawab yang ada di kantor.
"Bos cuti berapa lama?" tanya Irwan.
"Cuma satu minggu doang" jawab Chaim.
"Kok cuma satu minggu, apa bos tidak pergi bulan madu?" tantangan Irwan kembali.
"Bulan madu? nanti di lihat" jawab Chaim.
"Kok nanti, sekalian aja ambil cuti satu bulan biar bisa bulan madu" usul Irwan.
Chaim hanya tersenyum mendengar usulan Irwan, karena memang dia tidak pernah berpikir sampai ke arah sana, makanya dia mengajukan cuti hanya satu minggu, dan keluarganya juga tidak ada yang mengingat kan dia.
"Ayo kita pulang ini udah malam" ucap Chaim.
__ADS_1
"Baik bos, saya rapikan meja dulu" jawab Irwan.
Setelah selesai mereka pamit pada rekan mereka yang lagi piket malam.
"Pak kami pulang dulu, selamat bertugas" ucap Chaim pada rekannya yang lain.
"Siap komandan, hati-hati di jalan".
" Terimakasih pak" jawab Chaim dan langsung menuju parkiran mobil, sedangkan Irwan menuju parkiran motor.
Mereka berdua berpisah dan menuju rumah masing-masing.
Pernikahan Chaim dan Rere tinggal seminggu lagi, semua persiapan sudah selesai, karena semuanya melaksanakan tugas mereka dengan baik.
Chaim dan Rere mulai minggu depan sudah cuti, sebenarnya Chaim ingin mengambil cuti tiga hari sebelum hari pernikahannya, tapi mama Dita marah dan mengambil cuti jauh-jauh hari.
Pernikahan mereka di selenggarakan pada hari kamis, tapi Chaim sudah ambil cuti mulai hari senin, itu pun permintaan sang mama. agar Chaim bisa istirahat jangan sampai sakit karena kecapean.
ππ
Cello yang juga baru pulang kerja karena lembur bersama sang papa.
"Pa, kalau. aku menikah mudah tidak apa-apa kan?" tanya cello di atas mobil saat mereka pulang ke rumah.
"Ah menikah? emangnya ada yang mau?" tanya papa Adit.
"Mereka itu bodoh, mereka cuma melihat kamu dari ganteng nya doang, tapi polah pikiran kamu masih anak-anak" ucap papa Adit tertawa.
"Masih anak-anak, udah bisa bikin cucu ini" gada Cello ke papanya.
"Awas kamu ya, asal ngomong aja" bentak papa Adit.
Cello hanya tertawa mendengar jawaban sang papa, rasa capek yang mereka rasakan hilang karena candaan mereka di mobil, sampai tidak terasa sudah sampai di depan rumah.
"Akhirnya sampai juga" ucap cello setelah memarkirkan mobilnya di garasi.
Cello langsung masuk ke dalam rumah mengikuti sang papa dari belakang, mereka langsung di jemput oleh mama Dita di depan pintu.
"Selamat malam mama ku yang cantiknya tidak pernah pudar" ucap cello pada mamanya.
"Ah nggak usah muji mama segala, mama tau pasti ada lagi maunya" jawab mama Dita dan langsung mengambil tas kerja papa Adit.
"Enaknya juga kalau pulang kerja langsung di sambut istri, kayak papa baru tiba sudah di sambut di pintu" ucap Cello ngoceh sendiri ikut di belakang papa Adit.
__ADS_1
"Makanya menikah" jawab Tya dari ruang keluarga.
"Ngapain juga orang jomblo ada di sini?" tanya Cello pada kakak sepupunya itu.
"Ini jomblo terhormat bos, tidak kayak kamu playboy cap kadal" jawab Tya dengan sinis, jawaban yang membuat mama Dita tertawa terbahak-bahak.
Papa Adit langsung masuk ke dalam kamar untuk membersihkan diri, seperti juga dengan Cello yang langsung naik ke kamarnya, sedangkan Chaim sudah selesai mandi dan langsung turun membuat kopi, Chaim memang paling suka minum kopi apa lagi kalau baru pulang kerja, pasti dia minum kopi dan selalu di temani rokok.
Chaim dan Cello memang mereka berdua merokok, tapi tidak seperti orang pada umumnya, mereka merokok ada batasnya.
Jangankan Chaim atau Cello papa Adit saja sudah tua tapi masih merokok, apa lagi kalau bersama ayah Davin pasti mereka berdua merokok, soal istri marah itu urusan belakang.
Chaim duduk di teras depan menikmati kopi sambil memandang langit yang penuh dengan awan hitam karena mau hujan.
"Kak, ayo makan malam sudah di tunggu di meja makan" ucap Tya.
"Ok ayo masuk" jawab Chaim yang langsung berdiri mengikuti Tya dari belakang.
Semuanya sudah berkumpul di meja makan, mereka baru mau makan malam bersama.
"Kenapa mama dan Tya lambat makan? kalau kami lembur kalian makan duluan aja" ucap papa Adit.
"Nggak seru pa, kalau makan duluan" jawab Tya
"Betul kalau ramai-ramai begini kan enak" lanjut mama Dita.
Mereka langsung menikmati makan malam mereka, karena sudah larut malam.
Setelah selesai makan malam, Tya membantu mama Dita merapikan meja makan, Tya sudah merasa seperti rumahnya sendiri, karena dia lebih sering di rumah om dan tantenya dari pada di rumah orang tuanya.
Rumah mereka juga tidak berjauhan tapi berdampingan, terkadang Tya nanti mau tidur baru pulang ke rumahnya.
Setelah selesai membereskan meja makan, Tya pamit pulang karena besok mau kerja kembali.
"Aku pulang ya" pamit Tya.
"Ia dan nggak usah datang lagi" jawab Cello.
"Siap, besok baru aku datang karena ini sudah malam" jawab Tya tertawa dan langsung menuju pintu depan bersama mama Dita.
Tya langsung menuju rumahnya dan mama Dita langsung mengunci pintu, mereka semua langsung menuju kamar masing-masing untuk istirahat malam.
πππ
__ADS_1
Jangan lupa dukungan nya, lewat like dan komentar nya terimakasih π€π
ππππBersambung ππππ