Jatuh Cinta Setelah Menikah

Jatuh Cinta Setelah Menikah
Eps 142(season 2)


__ADS_3

Malam pertama bagi chaim dan Rere tinggal di apartemen mereka, malam harinya Rere menyiapkan makan malam untuk mereka berdua.


Soal di dapur Rere tidak di ragukan lagi, karena sejak kecil dia suka membantu mamanya memasak di dapur, makanya sekarang dia tidak ragu lagi untuk terjun langsung ke dapur.


"Udah selesai masaknya?" tanya chaim yang datang menghampirinya.


"Ia kak udah selesai, tapi aku mandi dulu ya baru kita makan" jawab Rere.


"Ia kamu mandi cepat nanti masuk angin lagi" ucap Chaim.


Rere langsung menuju kamar untuk mandi sedangkan Chaim kembali ke ruang tamu menunggu Rere selesai mandi.


Tidak lama Rere selesai dan langsung keluar dari kamar, karena suaminya sudah menunggu untuk makan malam bersama.


"Ayo kita makan" ajak Rere pada Chaim.


Chaim langsung berdiri mengikuti Rere menuju meja makan, Rere segera mengambilkan nasi, lauk serta sayur buat Chaim, setelah mengambil makanan untuk suaminya, barulah Rere mengambil untuk dirinya sendiri.


"Enak banget masakan kamu sayang, kamu pandai memasak ya" puji Chaim pada Rere.


"Makasih kak, kalau kakak suka" ucap Rere tersenyum bahagia.


"Sayang bisa nggak, kamu jangan panggil aku kakak dong, tapi panggil sayang" ucap Chaim.


"Baiklah kak... eee..sayang" jawab Rere.


Chaim hanya tersenyum mendengar jawaban istrinya, akhirnya selesai juga makan malam, Rere langsung membereskan meja dan menyapu lantai.


"Aku mau bantu?" tanya Chaim.


"Tidak usah sayang, kamu tunggu aku aja di ruang tamu" jawab Rere.


"Nggak aku tunggu kamu di sini aja" ucap Chaim dan duduk di kursi menunggu Rere mencuci piring.


Setelah selesai mencuci piring, mereka berdua akhirnya kembali ke ruang tamu.


"Sayang, besok aku udah kerja kembali, apa kamu tidak apa-apa sendirian di rumah?" tanya Chaim pada Rere.


"Nggak apa-apa kok sayang" ucap Rere.


Mereka berdua asik mengobrol sambil bermesraan di ruang tamu mereka, Chaim membaringkan kepalanya di paha Rere, dan Rere mengusap Kepala Chaim dengan lembut.


❀❀

__ADS_1


"Akhirnya selesai juga" ucap Ema merenggang kan otot-otot nya.


Ema sangat kaget saat melihat jam yang melingkar di tangannya, ternyata sudah pukul delapan malam, parah karyawan nya juga sudah pulang dari jam lima sore tadi.


Ema langsung membereskan meja kerjanya, dan bersiap-siap untuk pulang, tiba-tiba ada yang menghubunginya, dan ternyata adalah Cello.


"Hallo selamat malam" ucap Ema.


"*Malam juga sayangku, belum tidur ni" tanya Cello di balik telepon.


"Aku saja belum tiba di rumah, aku masih di butik, soalnya ada baju yang harus di jahit besok, makanya aku selesaikan gambarnya hari ini" jelas Ema.


"Astaga sayang, ini udah malam loh, tunggu aku di situ ya, biar aku jemput kamu" ucap Cello*.


Sebenarnya Ema menolak tawaran Cello, karena sudah malam, apa lagi juga Cello seharian bekerja, tapi Cello memaksanya karena dia tidak ingin Ema kenapa-kenapa, terpaksa Ema bersedia di jemput oleh Cello.


Ema kembali duduk di dalam ruangnya, menunggu Cello datang menjemputnya, tidak lama Cello mengirim pesan padanya kalau dia sudah ada di parkiran.


Ema segera keluar dari dalam butik, setelah menutup pintu butik, akhirnya Ema dan Cello melanjutkan perjalanan mereka.


"Kamu jangan terlalu capek sayang, nanti kamu sakit" ucap Cello pada Ema.


"Ia terimakasih, aku lembur karena besok baju yang aku gambar udah mau di jahit makanya aku selesaikan malam ini" jawab Ema.


"Ok yang penting kamu tetap utamakan kesehatan ya" ucap Cello.


"Sayang, senyumnya manis banget" ucap Cello pada Ema.


"Biasa aja kali, dasar gombal" jawab Ema sedikit malu mendengar gombalan Cello.


Mereka berdua asik bercanda gurau di dalam mobil, sampai tidak terasa akhirnya mereka tiba juga di depan rumah Ema.


"Makasih udah mengantar aku" ucap Ema.


"Ia sayang, apa sih yang nggak bisa buat kamu sayang" jawab Cello.


"Udah ah, aku mau turun, makasih ya hati-hati di jalan" ucap Ema, dan langsung turun dari mobil.


"Ia sayang, istirahat yang indah sayang, bawa aku dalam mimpimu" jawab Cello dengan nada gombal.


Ema hanya tersenyum sedikit malu mendengar gombalan Cello, Ema akhirnya masuk ke dalam rumah, setelah Ema masuk barulah Cello melakukan mobilnya untuk kembali ke rumahnya.


πŸ’•πŸ’•

__ADS_1


Hari ini, hari pertama Chaim kembali masuk kerja, setelah cuti selama dua minggu.


Rere sudah bangun menyiapkan sarapan dan juga baju seragam untuk suaminya, sedangkan Chaim langsung masuk kamar mandi untuk membersihkan diri, setelah menyiapkan baju kerja untuk Chaim, Rere langsung keluar dari kamar menuju dapur untuk membuat kopi untuk Chaim.


"Ayo sayang, sarapan dulu" ucap Rere pada suaminya.


"Makasih sayang, jawab Chaim dan langsung duduk, Rere dengan sigap mengambilkan makanan untuk Chaim.


Mereka berdua akhirnya duduk sarapan bersama, setelah sarapan Chaim meminum kopi yang di buat oleh istrinya.


" Sayang, aku jalan dulu ya, hati-hati di rumah " ucap Chaim pada istrinya.


"Ia sayang, kamu juga hati-hati di jalan" jawab Rere langsung mencium tangan suaminya.


Chaim langsung mencium kening Rere, dan langsung meninggalkan apartemennya menuju parkiran mobil, tempat mobilnya di parkir.


Setelah suaminya pergi, Rere langsung menutup pintu dan mulai beres-beres, mengatur barang-barang nya dengan rapih.


Chaim akhirnya tiba di kantornya, yang dia tinggalkan selama dua minggu.


"Selamat pagi pak, wa segar benar ya pak" goda Roy.


"Pagi juga Roy, baru datang juga?" tanya Chaim pada rekan kerjanya, mereka berdua bertemu di parkiran kantor.


Dan akhirnya mereka berdua berjalan beriringan dari parkiran menuju masuk dalam kantor.


"Selamat pagi pak" ucap rekan-rekannya yang lain, Chaim banyak menerima ucapan selamat pada Chaim.


Setelah menerima ucapan selamat dari rekan-rekannya yang tidak sempat hadir waktu hari pernikahannya, Chaim langsung masuk ke dalam ruangannya.


"Bagai mana Irwan, selama aku cuti?" tanya Chaim pada Irwan.


"Semuanya berjalan dengan aman dan lancar bos" jawab Irwan pada Chaim.


"Bagus Irwan, terimakasih kerja samanya" ucap Chaim menepuk pundak Irwan.


Setelah selesai mengobrol akhirnya Irwan kembali ke mana kerjanya, sedangkan Chaim langsung memeriksa pekerjaan yang di kerjakan oleh Irwan selama dia cuti, Chaim sangat bangga atas pekerjaan Irwan, dia bisa mengemban amanah yang di berikan Chaim padanya.


πŸ’•πŸ’•


Hai kak, maaf ya aku telat up_nyaπŸ™πŸ™


Jangan lupa tinggal kan jejaknya, lewat like dan komentar nya ya kak.

__ADS_1


TerimakasihπŸ™πŸ™


Bersambung πŸ˜˜πŸ€—πŸ€—


__ADS_2