Jatuh Cinta Setelah Menikah

Jatuh Cinta Setelah Menikah
Eps 169(season 2)


__ADS_3

Mama Dita tidak bisa membendung air matanya, mereka belum tiba di pusaran Arman tapi air mata mama Dita sudah keluar, Cello yang melihat sangat mama menangis langsung menggandeng tangan mamanya.


Akhirnya mereka berempat tiba di pusaran Arman, mama Dita dan Lia langsung menangis di pusaran sang sahabat.


"Arman kenapa kamu pergi secepat ini, katanya kita akan menuai bersama merawat cucu-cucu kita bersama, dan kamu pernah bilang kalau ingin anak-anak kita bersahabat seperti kita bertiga, tapi kenapa kamu malah pergi" ucap mama Dita.


"Kamu tau, anak kamu itu udah mau jadi menantu aku, pasti kamu senang kan melihat itu, dan Lia sekarang udah jadi besan aku, pasti kamu di sana tertawa ia kan, nggak usah bohong jujur aja" lanjut mama Dita.


"Ehhh pe'a mana bisa dia mau jawab pertanyaan kamu" ucap mama Lia yang langsung memukul lengan Dita.


Dita langsung berhenti menangis gara-gara di pukul oleh Lia.


"Apa-apa sih, orang lagi sedih di pukul" ucap Dita.


"Sedih sih tapi nggak gitu juga kali, emangnya Arman bisa jawab pertanyaan kamu?" tanya Lia balik pada Dita.


"Hehehe.... nggak sih" jawab Dita cengengesan.


Ema dan Cello hanya jadi penonton di perdebatan kedua sahabat itu, mama Dita juga ikut tertawa karena mama Lia mengomel terus kepada nya, bagi mereka itu biasa karena dari dulu mereka berdua selalu berdebat dan tugas Arman lah yang menghentikan mereka berdua.


setelah selesai berdoa buat Arman, mereka akhirnya pamit pulang, karena matahari juga sudah mulai panas.


πŸ’•πŸ’•πŸ’•


Rere yang lagi asik masak untuk makan siang di bantu oleh Chaim, walaupun masih suka mual, tapi Rere tidak ingin bermanja-manja.


Dia tetap melawan rasa jualnya, karena dia juga kasihan pada sangat suami yang terkadang masak sendiri.


"Sayang... kamu istirahat saja, nanti mual lagi" ucap Chaim pada Rere.


" Tidak kok sayang, mungkin dia ngerti kalau mamanya lagi masak buat papa nya" jawab Rere sambil mengusap perutnya yang masih rata.

__ADS_1


Chaim langsung memeluk sang istri dan ikut mengusap perut Rere.


"Anak papa pintar banget deh, nggak mau lihat papanya repot sendiri di dapur ya" ucap Chaim pada calon anaknya yang masih di dalam perut Rere.


"Ia dong papa" jawab Rere menirukan suara anak kecil.


Chaim kembali membantu istrinya memasak, kali ini mereka memasak sup ayam, karena Rere ingin sekali memakan sup ayam, dan tiba-tiba terdengar suara bel pintu berbunyi, dengan sigap Chaim langsung mengecek siapa yang datang, ternyata mama nya dan juga mama mertuanya.


Chaim langsung membuka pintu untuk mereka, dan ternyata ada Cello dan Ema juga.


"Selamat siang sayang" sapa mama Dita.


"Siang ma, kalian dari mana kok rombongan?" tanya Chaim pada mereka.


"Biasa kami pulang jalan-jalan" jawab mama Dita.


Chaim langsung mempersilahkan mereka masuk ke dalam rumah, mereka langsung mengikuti Chaim ke ruang tamu.


" Siapa sayang?" teriak Rere dari dapur.


" Rere lagi ngapain?" tanya mama Dita pada Chaim.


"lagi masak sup ayam ma" jawab Chaim.


Mama Dita langsung berdiri dan segera menuju dapur, dia mendapatkan Rere lagi asik mengaduk sup ayam nya, mama Lia juga menyusul tapi dia hanya datang mengambil minuman dingin untuk dirinya dan juga Cello serta Ema.


"Mama dari mana?" tanya Rere.


"Kami pulang ziarah dari makamnya om Arman sayang" jawab mama Dita.


"Mama duduk dulu, sedikit lagi masak biar kita makan siang sama-sama" lanjut Rere

__ADS_1


"Biar mama bantu, kamu tidak boleh terlalu capek nak" ucap mama Dita.


Terpaksa Rere mengalah dan membiarkan mama Dita membantunya, sedangkan yang lainnya pada asik mengobrol di ruang tamu, tidak lama Ema datang menghampiri mereka berdua di dapur.


"Ada yang Ema bisa bantu?" tanya Ema pada mama Dita dan juga Rere.


"Kamu siapkan piring aja di meja adek, karena ijin sudah matang" jawab Rere pada Ema.


Ema langsung mengatur piring di atas meja makan, dan membantu mama Dita menata makanan juga, setelah semuanya tertata dengan rapi Rere langsung ke ruang tamu memanggil yang lainnya untuk makan siang bersama.


Mereka langsung menyusul Rere ke meja makan, di sana sudah ada mama Dita dan juga Ema.


"Aduh maaf ya, kami cuma masak ini aja soalnya kalian tidak bilang kalau mau singgah" ucap Rere.


"Tidak apa-apa sayang, ini aja udah lebih dari cukup" jawab mama Lia.


Akhirnya mereka duduk dan menikmati makan siang sederhana mereka, tidak ada suara obrolan hanya suara sendok dan garpu saling beradu di bawah piring mereka masing-masing.


Setelah selesai makan, Ema membatu mama Lia mencuci piring, sedangkan Rere membereskan meja makan mereka.


Setelah semuanya selesai mereka kembali berkumpul di ruang tamu apartemen Chaim dan Rere.


Mereka mengobrol sambil menikmati buah yang sempat di potong oleh mama Dita, kedua calon oma tersebut melupakan suami-suami mereka, kerena mereka sudah kenyang, tapi belum tau dengan suami mereka apa sudah makan atau belum.


"Astaga kita asik ngerumpi di sini, baru papa kalian sudah makna atau belum" ucap mama Dita.


"Sama Dita aku juga lupa, ayo pulang" ajak mama Lia.


dan langsung di ia kan oleh mama Dita, akhirnya mereka berpamitan untuk segera pulang, begitu juga dengan Ema dan Cello terpaksa ikut pulang juga.


πŸ’•πŸ’•πŸ’•

__ADS_1


Jangan lupa di like dan komentarnya ya kakakπŸ€—πŸ™terimakasihπŸ™πŸ™


πŸ’•πŸŒ·πŸ’˜bersambung πŸ’˜πŸŒ·πŸ’•


__ADS_2