
Jumat pagi pukul 7.00 Bram sudah siap untuk berangkat ke kantor, Allea segera mengahmpiri Bram di kamarnya.
"mas. sini aku pakein dasinya" Allea meraih dasi yang di pegang Bram.
"eitss..jangan ah, nanti malah selesai jam 9" ledek Bram ke Allea
"iish. aku udah bisa tau" Allea mulai memakaikan dasi di leher Bram.
"mas nunduk kek dikit aku ga sampe" pinta Allea
"hahaha iya iya." Bram tak menunduk tetapi ia duduk di ujung tempat tidur agar Allea lebih leluasa, Allea mulai bisa dengan cepat memakai kan dasi untuk Bram
"ehh udah bisa niye ...!" ledek Bram
"iya dong aku lihat tutorial hahahhaha" Allea tertawa. bram tersenyum melihat Allea yang tertawa riang.
"tawa nya bisa bikin hati gue ikut ceria juga.." bisik hati Bram ketika melihat Allea tertawa, Bram merangkul pinggang Allea dan menariknya hingga jatuh di atas tubuh Bram.
"mas. apa-apaan sih" Allea memukul dada Bram, Bram memandangi wajah Allea dan membelai lembut pipi Allea.
"jangan pernah nangis lagi yaa di depan aku tetap ceria seperti ini..!" Bram menatap mata Allea dalam dalam.
"heum ... insha allah. heheheh" Allea cengengesan.
"haehh jadi males ke kantor kalo udah kek begini" Bram makin memeluk Allea yang berada di atas tubuhnya.
"jangan begitu banyak orang orang yang cuma tunggu tanda tangan dari mas" Allea mencubit hidung Bram,
Bram hanya tersenyum,ia lalu meraih ponsel yang ada di saku celananya.
"haloo Tio" Bram menghubungi Tio pagi itu.
"gue ke kantor agak siang yaa,"
"okeee siiaapp.." jawab Tio dan Bram segera menutup telpon dari Tio dan melempar ponselnya ke kasur.
Allea melotot menatap Bram, perasaan nya tidak enak ia segera bangun dari atas tubuhnya Bram, namun Bram dengan cepat memeluk Allea.
"aaaaah... mas..." Allea berteriak, Bram hanya tertawa melihat Allea berteriak, pagi itu Bram mencumbui Allea tanpa henti dan pagi itu pula Bram dan Allea melakukan hal terindah yang biasa dilakukan oleh pasangan suami istri sebelum Bram berangkat ke kantor.
Tubuh Allea lemas, tubuhnya hanya di tutupi oleh selimut tebal, Bram sudah mandi dan memakai pakaiannya kembali ia menghampiri Allea yang tertidur kelelahan.
"mmuach" Bram mencium kening Allea, Allea terbangun.
"mas.. udah mau berangkat" suara Allea terdengar lirih
"iyaah.." Bram tersenyum.
"heumm hati hati yaa.." Allea kembali menarik selimutnya
"heeii ... hahaha mau tidur lagi" tanya Bram.
"heumm aku capek ngantuk." jawab Allea.
"makan siang ku jadi di antar ga..?" tanya Bram.
__ADS_1
"insha Allah aku antar ko..." Allea memejamkan matanya,
Bram hanya tersenyum melihat istrinya itu ia kembali mencium kening Allea dan berangkat menuju kantor.
Allea bangun pukul 10 siang ia bergegas mandi dan segera memasukan makan siang bram ke tempat makan Allea pun segera berangkat menuju kantor Bram dengan menaiki motor matic nya yang dibelikan oleh Bram beberapa waktu yang lalu.
Sesampainya di kantor Allea segera masuk kali ini berbeda tak ada yy melarang Allea untuk masuk ke ruangan Bram semua terlihat ramah ke Allea.
pukul 11.50 allea sudah masuk ke ruangan Bram. di dapatinya Bram sedang mengobrol dengan Tio wakil dari Bram.
"waahh llea bawa makan siang lagi nih" Tio terlihat senang dengan kedatangan Allea yang membawa makan siang buatannya
"wooy ketagihn nih yee.." ledek Bram.
"udah udah ayoo makan dulu" Allea menyiapkan makan siang dan mereka pun segera memakan makan siangnya. setelah selesai Allea membereskan makan siang Bram dan Tio.
"mas.. aku ke pantry duluu ya" pinta Allea.
"iyaa. jangan lama lama" Bram tersenyum ke Allea.
"iyaa.."allea membawa bekal makan siang ke pantry
Sesampainya di pintu pantry Allea melihat beberapa karyawan pantry sedang makan siang .
"permisi..." Allea membuka pintu, mereka terkejut akan kehadiran Allea semua berhenti untuk makan karena yang masuk pantry adalah Allea istri Presdir.
"loh kok berhenti ayoo ga apa-apa di lanjut ajah" ucap Allea seraya tersenyum ke mereka semua.
"bu Allea ada apa yaa ada yang bisa kami bantu bu..!" tanya salah satu OB
"ga ada Apa-apa aku cuma mau cuci tempat makan siang pak Bram" Allea berjalan menuju wastafel.
"nama kamu siapa??" tanya Allea.
"saya siti bu."
"ga usah Siti saya bisa ko kamu lanjut makan ajah yaa.." Allea tersenyum ke Siti
"oia maaf ini ada sedikit rendang sisa dari pak Bram, kalo kalian ga keberatan bisa di makan sih, tapi eum.. gimana yaa.. soalnya sayang kalo di buang" Allea terbata-bata mengatakan nya karena ia khawatir mereka akan tersinggung bila Allea memberikan sisa lauk ke para OB, Allea terdiam. menatap ke arah mereka, mereka pun saling berpandangan
"gak apa-apa bu siti mau ko.." Siti tersenyum dan menghampiri Allea yang memegang rendang di dalam kotak makan.
"ahh iyaa. ini" Allea memberikan ke Siti kotak makan berisi kan rendang daging sapi.
Siti mulai menyicipi masakan Allea, Allea yang duduk di meja makan pantry menatap Siti.
"enak bu.. beneran ini enak banget" siti terlihat menikmati masakan Allea.
"alhamdullilah ayoo semua di coba.." Allea menawarkan kepada beberapa OB yang ada di pantry dan dalam sekejap Allea telah akrab dengan para OB di pantry bahkan Allea ikut menyicipi masakan yang mereka bawa dari rumah masing masing.
siang itu Allea sangat senang berbaur dengan mereka semua seakan memiliki keluarga baru.
"aku lebih nyaman bicara dengan mereka yang tau akan keras nya hidup dibandingkan dengan para orang kaya yang hanya mengandalkan uang uang dan uang heumm semoga mas Bram gak seperti itu" bisik hati Allea hatinya terasa sedih melihat para OB menikmati makan siang dengan lauk seadanya yang mereka bawa dari rumah.
"bu Allea mau minum apa bu, siti bikinin" Siti menawarkan minuman.
__ADS_1
"heum yang gampang ajah air putih dingin" Allea tersenyum manis ke siti, Siti pun segera membawakan air putih dingin untuk Allea ia mereka semua terasa sangat akrab dan nyaman berbicara dengan Allea.
"bu..kenapa ibu mau kumpul dengan kita bu, maaf loh bu kami kan cuma OB" tanya Udin.
"din.. saya dilahirkan dari keluarga yang ga punya, yang setiap harinya biasa berjualan kue di depan rumah, jadi yaa wajar kalo saya suka kumpul dengan kalian, kalian jangan merasa canggung sama saya, saya bukan siapa siapa di sini" Allea tertawa ,yang lain saling melempar kan senyum udam pandangan seolah kagum akan kerendahan hati Allea
sementara itu Bram menunggu Allea yang tak kembali dari pantry ia pun memutuskan mencari Allea ke pantry. sesampainya di pantry langkah Bram terhenti ia mendengar suara Allea tertawa terbahak-bahak bersama para OB yang berkumpul di pantry.
"heumm apa yang mereka bicarakan hingga Allea terlihat gembira dan seru seperti itu" bisik hati Bram ia mengintip dari celah pintu yang terbuka sedikit, Bram memandangi Allea dan ikut tersenyum.
"heumm semua menyukai Allea." Bram terus menatap Allea dan tanpa berani masuk ke dalam pantry,
namun salah satu karyawan pantry menyadari kehadiran Bram ia langsng diam ketika matanya beradu dengan mata Bram, ada rasa takut di hatinya karena di kantor Bram terkenal sangat dingin ke semua karyawannya.
"sstt ada pak Bram" ia memberikan kode ke yang lain untuk diam..
Allea masih tertawa dan Allea pun ikut diam karena mereka semua diam karena merasa takut, Allea menoleh ke belakang ia melihat Bram yang berdiri di balik pintu pantry yang sedikit terbuka
"mas.. sini masuk.." allea memanggil Bram, karyawan yang lain terlihat panik, Bram membuka pintu pantry dan melangkah masuk ia tersenyum melihat Allea.
"heumm asyik banget di sini pantes ga balik balik ke ruangan aku.." Bram membelai rambut Allea.
"heheheh iyaa disini seru.. kayak kumpul bareng keluarga." Allea menongah menatap wajah Bram.
"seseru apa sih" Bram menarik kursi dan duduk di samping Allea.
"mas ga bakal ngerti serunya obrolan kita" Allea tertawa.
"heumm gituh.." Bram terus memandangi wajah Allea yang terlihat gembira sedangkan karyawan yang lain terlihat gugup dan takut, Allea mulai menyadari hal itu.
"heii kok kalian jadi diem gini, takut yaa sama pak bram??" tanya Allea,
Semua karyawan pantry hanya senyum ketir, Bram hanya diam tanpa suara wajahnya mendingin, Allea menoleh ke Bram dan Allea segera memegang kedua pipi Bram.
"mas.. jangan masang muka kayak begini ke orang pantry, ob atau cleaning servis, kenapa??? karena jasa mereka lebih besar, coba deh mas bayangin kalo ga da mereka, tiap hari gak ada kopi nikmat dan panas tersaji di meja nya mas, ruangan mas ga akan bersih, kantor mas juga ga akan bersih, sooo.. stop masang wajah jutek dingin angkuh kek begini ke mereka, kalo ke yang lain terserah.." Allea mencoba menegaskan, Bram tersenyum mendengar perkataan Allea.
"baiklah ibu allea." Bram mencubit hidung Allea.
"kalian semua makasih yaa udah menemani istri saya dengan obrolan yang seru" Bram tersenyum ke mereka semua.
"iyaaa pak sama-smaa" mereka menjawab dan tersenyum pula.
"ayoo balik ke ruangan aku.." pinta Bram.
"mas aku mau pulang duluan yaa?"
"heumm ga boleh bareng aku ajah" Bram mengandeng tangan allea.
"yasudah, okelah.." Allea ikut keluar dari pantry bersama Bram
setelah Bram keluar dari pantry semua karyawan riuh membicarakan Bram dan Allea.
"seumur-umur gue gawe baru kali ini lihat pak Bram senyum" ucap salah satu OB.
"salut sama bu Allea bisa taklukin hati pak Bram"
__ADS_1
"hooh untung ga jadi sama nona Celine waduhh kalo jadi pak Bram makin angkuh kali.." semua tertawa
"btw rendang nya enak yaaa, kapan yaa bu Allea ngasih rendang lagi" semua tertawa mendengar salah satu OB berbicara tentang rendang hari itu Allea membawa suasana baru di kantor Bram, semula terasa dingin perlahan terasa hangat seperti kekeluargaan.