
Chaim dan Rere kembali ke apartemen mereka, karena besok Chaim akan kembali bekerja seperti biasa, mama Dita sebenarnya masih ingin kalau mereka berdua menginap lagi, tapi karena Chaim tidak membawa baju kerja dengan terpaksa mereka pulang.
"Sayang, aku kasihan melihat Cello begitu, dia sebenarnya sayang banget sama Ema tapi kita juga tidak tau permasalahan apa?" ucap Rere pada Chaim.
mereka berdua mengobrol di dalam mobil saat dalam perjalanan menuju pulang ke apartemen mereka.
"Ya... sebagai kakak aku juga kasihan melihat dia, selama ini dia tidak pernah begitu" jawab Chaim menarik nafas panjangnya.
Chaim sangat tau betul dengan Cello, dia tidak pernah begitu sampai mengurung diri di dalam kamar di karena wanita.
"Kita juga tidak tau permasalahan apa? tapi semoga aja hanya salah paham, dan Cello bisa bersama lagi dengan Ema" ucap Rere.
"Semoga sayang, ada bagusnya juga kita berdua di jodohkan, tidak sampai ada yang tersakiti" lanjut Chaim.
Rere hanya tersenyum mendengar ucapan suaminya, memang mereka berdua saat di jodoh kan sama-sama lagi sendirian, jadi tidak ada hati yang tersakiti saat Chaim dan Rere menikah.
"Sayang kita singgah di supermarket ya, aku mau belanja sayur dan keperluan lainnya" ucap Rere pada suaminya.
"Siap sayang" jawab Chaim.
Mereka berdua akhirnya singgah di supermarket, Chaim langsung mengambil troli dan mendorongnya, sedangkan Rere di depan sambil mencari yang dia butuhkan, saat Rere mengambil pembalut untuk dirinya Chaim tidak senang.
"Yang untuk apa itu?" tanya Chaim.
"Sayang ini kan kebutuhan aku tiap bulan" jawab Rere sedikit bingung dengan sikap suaminya.
"Aku ingin bulan ini kamu tidak memakai itu lagi, aku harap sih junior langsung ada" ucap Chaim.
"Amin sayang, kita serahkan saja pada yang di atas ya, semoga kita cepat di kasih kepercayaan itu" jawab Rere menasihati suaminya.
Chaim hanya menganggukkan kepalanya sedangkan Rere tersenyum melihat suaminya yang sudah tidak sabar ingin punya anak, bukan cuma Chaim saja yang tidak sabar, tapi Rere sebenarnya sudah ingin juga cepat-cepat mempunyai anak.
Karena itu semua harapan oma, opa, nenek dan kakek mereka, selagi mereka semuanya masih sehat, Rere ingin cepat-cepat memberikan mereka cicit.
Setelah selesai mengambil semua yang di perlukah oleh Rere, mereka berdua segera menuju kadir untuk membayarnya.
__ADS_1
"Chaim... sombong amat" ucap seseorang, membuat Chaim dan Rere segera mencari sumber suara tersebut.
"Kamu lagi ngapain?" tanya Chaim.
"Lagi main lumpur, belanja lah, masih juga bertanya."
Orang itu adalah Kesya sahabat Chaim, setelah membayar belanjaannya di kasir, Chaim dan Rere langsung menghampiri Kesya yang lagi bersama calon suaminya.
"Ini istri kamu?" tanya Kesya.
"Hallo salam kenal, aku Rere" ucap Rere langsung bersalaman dengan kesya.
"Aku Kesya, sahabat Chaim dari SMP" jawab kesya tidak kalah ramahnya.
Chaim dan Rere juga berkenalan dengan calon suami Kesya, mereka berempat asik mengobrol.
"Istri kamu cantik, aku tidak habis pikir kok mau sih sama kamu, soalnya kamu itu cuek, dingin kayak es balok" ucap Kesya tertawa.
"Tapi ganteng kan?" jawab Chaim bercanda.
"Chaim, Rere, maaf ya kami duluan soalnya masih mau lanjut ke tempat lain" ucap Kesya.
"Ok hati-hati ya" jawab Rere.
Setelah Kesya dan calon suaminya pergi, Chaim dan Rere juga langsung menuju parkiran mobil, dan langsung menyimpan barang-barang belanjaan mereka ke dalam bagasi mobil, setelah semuanya sudah tersusun dengan rapih, Chaim dan Rere langsung masuk ke dalam mobil dan melanjutkan perjalanan mereka kembali ke apartemen mereka.
"Sayang tadi itu teman aku mulai dari SMP, cuma dia wanita yang bersahabat dengan aku" jelang Chaim.
"Ia sayang, orangnya sangat baik ya" jawab Rere.
Chaim menceritakan awalnya bertemu sampai mereka bersahabat sampai sekarang, mereka berdua murni hanya sebatas sahabat, Rere tersenyum mendengar penjelasan suaminya, dia bahagia karena suaminya sangat terbuka padanya.
ππ
Kevin yang lagi LDR_ran dengan Linzy hanya bisa melepas rindu lewat video_call, walaupun mereka tinggal berapa minggu lagi LDR_ran tapi bagi kevin itu sudah seperti bertahun-tahun.
__ADS_1
Semua persiapan pernikahan mereka sudah siap, cincin kawin mereka berdua di sponsori oleh Chaim dan istri, Chaim memberikan hadiah cincin kawan pada adik sepupunya itu.
Linzy yang mendapatkan kado dari Chaim sangat senang begitu juga dengan kevin, karena mereka berdua tidak membeli cincin kawan lagi.
Chaim seperti papa Adit, waktu ayah Rio dan ibu Mia menikah, papa Adit dan mama Dita yang memberikan mereka cincin kawin.
"Sayang, minggu depan aku sudah ke Jakarta bersama mama dan papa, karena mama juga ingin ikut dalam persiapan pernikahan kita" ucap Kevin.
"Ia kah sayang? aku tunggu ya di jakarta" ucap Linzy senang.
Mereka asik. mengobrol dan akhirnya Linzy tertidur dengan HP masih menyalahkan, kevin yang melihat Linzy tertidur, mungkin karena capek atau apa, sampai Linzy tidak sadar dan langsung tertidur, Kevin hanya tersenyum memandang muka Linzy lewat layar hpnya.
ππ
Hubungan Tya dan kenzo juga semakin dekat mereka berdua menghabiskan weekend mereka dengan Jalan-jalan, Tya dan Kenzo dalam tahap pengenalan, tapi menurut Kenzo tya tipe wanita yang dia cari selama ini, orangnya apa adanya tidak banyak berpura-pura nya.
"Kamu pasti capek ya menemani aku seharian" ucap Kenzo pada Tya.
"Tidak apa-apa kok, aku senang karena memang aku jarang menghabiskan weekend aku di luar, biasanya aku hanya menghabiskan weekend dengan keluar aku" jawab Tya.
"Jadi aku laki-laki pertama yang mengajak kamu Jalan-jalan ya, selain keluarga kamu?" tanya Kenzo kembali.
"Ia, selama ini aku hanya menghabiskan waktu bersama mereka" jawab Tya
Kenzo hanya mengangguk kan Kepala, karena dia tidak percaya wanita secantik Tya tidak pernah jalan dengan laki-laki lain selain keluarga nya, dia bahagia bisa di pertemuan dengan wanita cantik dan polos seperti Tya.
Udah cantik, pintar apa lagi semua ada pada Tya, paket lengkap menurut Kenzo, tapi mereka berdua masih batas teman, karena Kenzo belum berani mengutarakan isi hatinya, karena dia takut di tolak oleh Tya.
Tya yang anak tunggal, tidak mungkin bisa jauh dari kedua orang tuanya, sedangkan Kenzo memang menetap di Korea, Kenzo takut di tolak karena itu, dia takut kalau Tya tidak ingin pisang dan berjauhan dengan ayah dan bundanya.
πππ
Jangan lupa tinggal kan jejaknya, dengan like dan komentar ya kakππ terimakasih ππ€
ππππBersambung ππππ
__ADS_1