
Rio dan Mia kini lagi antri di dokter kandungan, banyak banget yang lagi antri menunggu giliran, Rio yang duduk di samping Mia.
"Banyak juga yang ingin ketemu dokter ya sayang?" tanya Rio pada Mia.
"Ia bang, mereka mau konsultasi dengan dokter kandungan juga lah" jawab Mia.
Tidak lama kini giliran mereka, Rio dan Mia segera masuk ke dalam ruangan dokter.
"Selamat siang dokter" sapa Mia.
"Selamat siang ibu Mia, ayo silakan duduk dulu" ucap sang dokter ke pada mereka berdua.
"Terimakasih dok" jawab Rio dan mereka berdua langsung duduk.
Setelah mengutarakan apa tujuan mereka, sang dokter langsung memeriksa Mia, setelah beberapa saat dokter sudah selesai memeriksa Mia, kini mereka sudah kembali duduk berhadapan dengan sang dokter.
"Selamat ya ibu dan bapak, kini ibu sedang mengandung, kini kandungan ibu berusia dua Minggu, nanti saya kasih resep vitamin dan juga untuk membantu ibu tidak terlalu mual" jelas sang dokter.
"Terimakasih dokter" ucap Mia.
"Ia sama-sama, ada lagi yang ingin di tanyakan?_ tanya sang dokter.
"Anu... dok, apa masih bisa berhubungan gitu dok" tanya Rio tanpa malu.
"Abang, kok bertanya hal begitu sih" tegur Mia pada suaminya.
"Sebaiknya jangan dulu ya pak, soalnya baru umur dua Minggu masih rawan keguguran" jelas ibu dokter sambil tersenyum.
"Ya harus puasa lagi dong" ucap Rio. dan langsung mendapat tatapan mata dari Mia sedangkan sang dokter hanya tersenyum saja mendengar ucapan Rio.
Setelah selesai konsultasi Rio dan Mia langsung meninggalkan ruangan dokter, mereka langsung menebus resep yang dokter berikan ke pada mereka.
"Sudah tidak ada lagi kan sayang?" tanya Rio.
"Sudah tidak ada, ayo kita pulang" jawab Mia.
Mereka langsung menuju parkiran di mana tempat mobil mereka di parkir. setelah sampai di mobil Rio langsung membuka pintu untuk sang istri.
Setelah semuanya sudah di dalam mobil, Rio langsung melajukan mobilnya menuju rumah, karena Mia ingin langsung ke rumah karena Mia merasa lemas.
"Sayang, ibu dan ayah udah tau belum kalau kamu lagi hamil" tanya Rio pada Mia.
"Belum, nanti sampai di rumah baru aku telepon mereka" jawab Mia
"Ok sayang, bilang ya kalau yang kamu inginkan, aku kan ayah siaga" ucap Rio.
"Ia bang, tenang aja aku pasti bilang kok" jawab Mia kembali pada suaminya.
__ADS_1
Setelah menempuh perjalan akhirnya mereka tiba di rumah, setelah turun dari mobil mereka langsung masuk ke dalam rumah.
Karena keadaan rumah sedikit sunyi hanya ada bibi Sumi, bunda Astrid dan ayah Romi lagi pergi ke acara teman mereka, dan Dita berada di rumah mertuanya.
Rio dan Mia langsung menuju kamar mereka, Mia segera mandi dan berganti pakaian santai, begitu juga dengan Rio, kini sudah dua hari Rio tidak masuk kantor dia ingin menemani istrinya. jadi semua pekerjaan di ambil alih oleh Ferdi sang asisten.
ππ
"Mbak Nadin, bos Rio ke mana kok udah dua hari nggak masuk kerja?" tanya salah satu staf Rio.
"Saya juga tidak tau mbak, yang tau itu pak Ferdi, coba deh kamu tanya pak Ferdi" jawab Nadin.
"Mbak Nadin tidak asik deh, mana kita berani sama pak Ferdi mbak".
"Ya kalau kamu mau, saya kan cuma kasih saran saja" jawab Nadin
"Ah malas, lebih baik saya kembali ke meja kerjaku deh" ucapnya dan langsung meninggalkan Nadin.
"Dasar tukang gosip dan tukang kepo, segala sesuatunya dia mau tau, dasar kepo" batin Nadin dan kembali melanjutkan pekerjaannya.
Tidak lama Ferdi keluar dari ruangannya dan langsung menghampiri Nadin yang lagi asik dengan layar komputernya.
"Ayo makan siang" ucap Ferdi.
"Ah, bikin kaget saja, sabar ya aku selesaikan dulu ini" jawab Nadin.
"Pak Rio kenapa tidak masuk?" tanya Nadin.
"Oh lagi temani ibu Mia kontrol ke dokter" jawabnya singkat.
"Ibu Mia sakit?"
"Ia sakit baik" jawab Ferdi.
"Apa? sakit baik? maksud kamu?" tanya Nadin heran.
"Ibu Mia lagi hamil mudah, makanya pak Rio tidak masuk kerja dia ingin menemani ibu Mia ke dokter kontrol" jelas Ferdi.
"Wa hebat juga ya, baru satu bulan menikah langsung isi" ucap Nadin dan langsung di pelototi oleh Ferdi.
Nadin yang sadar hal itu langsung tersenyum pada Ferdi, dia tau kalau kekasihnya itu tidak terlalu suka membahas urusan pribadi orang, terkadang kalau Nadin bercanda dengan bosnya, langsung dapat teguran dari sang kekasih.
Setelah menyelesaikan pekerjaannya, Ferdi dan Nadin langsung meninggalkan kantor untuk mencari makan siang, saat mau menuju lobby mereka bertemu dengan beberapa rekan kerja mereka di dalam lift.
"Mbak Mia, kapan ni bagi undangan?" tanya salah satu karyawan kepada Nadin.
"Besok, kalau masalah undangan ma gampang, hari ini juga saya bisa bagi" jawab Nadin asal.
__ADS_1
"Maksudnya undangan pernikahan kalian berdua" jelasnya kembali.
"Sabar ya, nanti pasti aku kasih undangan tapi lewat online".
Mereka akhirnya diam, setelah mendengar jawaban Nadin barusan, sedangkan Ferdi hanya diam mendengar obrolan mereka.
Setelah sampai di lobby mereka langsung berpisah dengan yang lainnya, Ferdi dan Nadin langsung menuju parkiran tempat mobil Ferdi terparkir, mereka langsung masuk ke dalam mobil dan langsung meninggalkan halaman parkir untuk mencari makan.
Bukan rahasia umum lagi tentang hubungan Nadin dan Ferdi, karena Nadin suka sekali menggoda Ferdi apa lagi kalau ada Rio, mulut Nadin tidak bisa di rem lagi.
Terkadang Ferdi yang merasa tidak enak pada atasannya karena candaan Nadin sang kekasih, walaupun Nadin selalu juga mendapat teguran dari Ferdi tapi emang dasar Nadin yang tidak bisa rem mulut.
Saat lagi sebuah cafe Nadin dan Ferdi tidak sengaja bertemu dengan Adit, Davin, Chua dan juga Risna, mereka berempat baru saja pulang meninjau proyek baru mereka.
"Hai, pak Ferdi apa kabar?" tanya Adit pada Ferdi.
"Kabar baik pak Adit" jawab Ferdi dengan ramah.
"Ayo sini gabung, kita makan siang bareng" ajak Adit pada Ferdi dan Nadin.
"Aduh terimakasih pak tawarannya" jawab Ferdi.
"Ayo silakan duduk, Davin segera mengosongkan kursi untuk Ferdi dan Nadin, karena merasa tidak enak sama adik ipar sang bos, akhirnya Ferdi dan Nadin menerima ajakan makan siang bersama yang di tawarkan Adit kepada mereka berdua.
Ferdi dan Nadin sudah bergabung dengan mereka semua, mereka langsung memesan makanan sesuai selera mereka masing-masing.
Sambil menunggu pesanan makanan mereka datang, mereka mengobrol tentang pekerjaan mereka, Ferdi, dan Davin sudah terbiasa karena mereka sering bertemu, apa lagi Ferdi adalah orang kepercayaan kakak iparnya Rio.
Tidak lama makan yang mereka pesan akhirnya datang juga, setelah semua sudah siap, akhirnya mereka semua langsung makan bersama.
Mereka makan siang sambil ngobrol santai, dan tidak terasa akhirnya mereka selesai juga makan siang, Adit langsung memberi kode kepada Davin untuk segera ke kasir untuk membayar makanan yang mereka pesan, saat Ferdi juga mau berdiri langsung di tahan oleh Adit.
"Tidak usah pak Ferdi, biar Davin yang urus semuanya" ucap Adit.
"Aduh maaf pak Adit, sudah merepotkan ini" ucap Ferdi pada Adit.
"Tidak ada yang merepotkan kok, santai saja".
Kini juga Nadin dan Risna sudah terlihat akrab, mereka berdua asik ngobrol sendiri, mereka tidak ikut campur soal pekerjaan yang Adit dan lainnya bahas.
Setelah Davin selesai membayar makanan yang mereka pesan, akhirnya mereka pulang ke kantor masing-masing Ferdi dan Nadin akhirnya berpisah dengan Adit dan rombongan di parkiran mobil.
πππ
Jangan lupa dukungannya kakak-kakak yang baik hatiππ€
β€οΈβ€οΈβ€οΈ Bersambung β€οΈβ€οΈβ€οΈ
__ADS_1