Jatuh Cinta Setelah Menikah

Jatuh Cinta Setelah Menikah
PEMBEKUAN DANA


__ADS_3

Setelah pertemuan dengan keluarga tante Ajeng Allea merasa gelisah, ia memikirkan omongan mama nya kemarin lusa di kampus pun allea hanya terdiam.


"lea, ngelamun aja lu, ayam tetangga gue juga ngelamun mulu malah mati" ledek Maria yang hari itu melihat Allea tak bersemangat.


"hmm trus gue ayam gituh" balas Allea tapi wajahnya tidak bisa tertawa.


"dari pada murung mending kita ke maaaallll hayuu" ajak Maria pada Allea.


Sesampainya di mall mereka berjalan-jalan melihat baju dan buku buku, dan betapa terkejutnya Allea ia melihat seseorang yg ia kenal.


"Bram..!" bisik hati Allea saat itu ternyata Bram juga sama melihat Allea namun karena rasa tidak sukanya ia memalingkan wajahnya pura-pura tak mengenali Allea


"lea kenapa lu? kayak ngeliat hantu ajah" tanya Maria pada Allea, Maria khawatir karena Allea terdiam melihat seseorang


Maria langsung mengikuti pandangan Allea.


"lea kok couple itu lagi itu kan yang kita lihat di cafe waktu kemarin itu" Maria ikut melihat dan berkomentar.


"ah, iyaa ! mar yuk ah gak usah di liatin" Allea langsung pergi padahal hatinya saat itu berdegup kencang ketika melihat Bram ia teringat akan permintaan mama nya.


"hmmm gimana mau kenal Bram lebih jauh dia ajah gak mau kenal, di mall aja ketemu pura-pura ga kenal" Allea tersenyum ketir.


Sementara itu Bram mengajak Celine untuk shopping ke salah satu boutique ternama.


"beby, aku mau baju itu yaah.!" Celine meminta dengan manja.


"iyaa ambil aja apa yang kamu mau, aku tunggu di sana ya" Bram menunjuk tempat duduk di dalam boutique.


"okee beby.." Celine segera mencari baju dan tas yang ia inginkan, sementara itu Bram duduk dengan santai ia melihat Celine yang terlihat cantik dan baik di matanya.


"haaehh tadi itu si Allea kan..? aaahh bodo amat ah..." gerutu Bram dalam hati.


Dirasa cukup Celine pun memanggil Bram untuk membayar belanjaannya Bram pun menghampiri Celine yang berdiri di kasir.


"sudah belanjanya..?" tanya Bram sambil tersenyum


"sudah dong" Celine melendoti bram dengan manja, kasir sibuk menghitung belanjaan Celine


"totalnya jadi 9.455.000 rupiah pak mau dibayar dengan cash atau kartu kredit pak?" tanya mbak kasir tersebut


"ah pke ini ajah mbak" Bram mengeluarkan kartu kredit miliknya.

__ADS_1


pelayan kasir merasa kebingungan, dan tiba-tiba


"maaf pak kartunya tidak bisa di gunakan" jelas si mbak kasir.


"ohh mungkin sudah limit, pakai yang ini saja" Bram menyodorkan gold card miliknya yang tak berlimit si mbak kasir pun mencoba kembali.


"maaf ini juga tidak bisa pak" mbak kasir mengembalikan kartunya ke Bram, Celine mulai panik


"beby kenapa bisa begini sih.." Celine mulai meninggikan suaranya.


"iyaa sabar sabar, pasti bisa kok.." Bram mencoba menenangkan Celine.


Bram mengeluarkan kartu atm-nya yang ada tabungan pribadinya.


namun sial ternyata tabungan pribadinya pun tidak bisa di gunakan.


Celine mulai marah ia meningglkan Bram.


"sudahlah, kalo memang ga ada uang jangan ajak aku shoping aku maluu ... " Celine meninggalkan Bram sendiri di kasir.


"maaf ini gimana pak." tanya mbak kasir


"ga jadi mbk maaf yaa" Bram pergi mengejar Celine.


"dengerin apa lagi, udah jelas kartu kamu semua bermasalah.." gerutu Celine ia cepat-cepat pergi dan naik ke dalam taksi, segera taksi itu meninggalkan Bram.


Bram terlihat marah dan kesal, ia sangat yakin semua kartu di blokir atas perintah dari papi.


"aaaarrrggggh...siiiaaaall.... brengksek" Bram marah marah. membuat semua pengunjung melihat ke arah Bram dengan aneh, Bram pun meninggalkan mall dan naik ke mobilnya di dalam mobil Bram masih marah dan memukul stir mobilnya.


"ini pasti ulah papi.." nafas Bram memburu ia kesal bukan main


Sesampainya di rumah Bram masuk dengan tergesa-gesa, di ruang tv ada mami yang sedang menonton tv dengan Bisma.


"mas.. bikinin tugas Bisma dong, bisa gak.." Bisma menghampiri Bram, namun Bram hanya melotot kesal ke Bisma.


"ihh biasa ajah kali ga usah melotot..." Bisma menggerutu dan kembali kedekat mami nya


"kenapa kamu Bram??? pulang pulang melototin adeknya" ketus mami ke Bram.


"papi mana mi?" tanya Bram dengan nada kesal.

__ADS_1


"di ruang kerja, kenapa?" mami bertanya balik ke Bram seraya melirik ke Bram.


Bram beranjak naik hendak menemui papinya namun langkahnya di hentikan oleh mami.


"eits, nanti dulu...! kamu di sini ajah.." mami melarang Bram untuk naik ke ruangan papinya


Bram menarik nafas panjang dan mengikuti permintaan mami nya.


"Bisma panggil papi yaa!" mami menyuruh Bisma dengan senyuman .


"okee mami..." Bisma segera naik menuju ruang kerja papinya. tak lama kemudian papi turun bersama Bisma dirangkulnya anak bontot nya itu. Belum sampi di ruang keluarga Bram langsung berdiri menghadap ke papinya memasang wajah penuh emosi.


"papi apa-apaan sih, ngeblokir semua kartu yang Bram punya..!!" bentak Bram..


"BRAAM..!! kamu datang ke rumah langsung marah-marah ke papi ...! pantes ga kamu marah kayak gitu" papi balik membentak Bram.


"kenapa kamu marah..? semua kartu mu ga bisa di pake..??" papi tersenyum sinis.


"maksud papi apaan sih ngeginiin bram?" tanya Bram yang mulai melunak.


"gak ada maksud apa-apa cumq mau ngebuktiin kalo papi gak main main, papi bekuin semua keuangan kamu pribadi dan kantor" terang papi sambil tertawa menang.


"uang kantor juga..!!" Bram terkejut.


"iyaa biar modalmu gak keluar papi bekukan sampai gaji karyawan mu pun papi bekukan." papi melangkah santai dan duduk di samping mami


"pi..ini semua pasti urusan nya ke Allea kan??" tanya Bram ke papi, ia mulai memahami tujuan papinya.


"heeuuuhhheehhh" papi tertawa menahan.


"syukurlah kalo kamu sudah faham" dengan santai papi menjawab pertanyaan Bram sembari membuka koran


"papi gak bisa maksain perasaan anak! Bram itu gak ada rasa pi sama Allea..!" bram mulai mengeras kembali.


"karena kamu belom kenal Allea..!! Allea itu anak baik-baik lahir dari keluarga baik-baik juga, ini semua bukan buat papi, mami tapi buat kamu Bram...! demi masa depan kamu," papi memandang tegas ke Bram.


"kamu belom tau Allea seperti apa, ingat ada pepatah tak kenal maka tak sayang, begitu juga kamu ke Allea kenali dulu pribadi Allea, papi yakin dia yang terbaik buat kamu..." papi meyakinkan Bram, namun Bram yang sangat keras tak peduli, ia bangun dari duduknya dan meningglkan ruang keluarga.


"mau ke mana kamu bram" tanya mami


"mau tidur di apartemen aja, di sini ga nyaman." Bram pergi dengan kesal.

__ADS_1


"INGAT BRAM, HANYA DENGAN MENIKAHI ALLEA PENCAIRAN KEUANGAN KAMU AKAN PAPi LAKUKAN..!!!" papi berteriak ke Bram, namun Bram hanya diam, ia segera naik ke mobilnya dan melaju kan kendaraannya dengan kecepatan tinggi di dalam mobil Bram masih terus mengumpat.


"ini semua gara-gara ALLEA..!," Bram mengamuk di dalam mobilnya memukul stir mobilnya berkali-kali, ia bingung apa yang harus ia lakukan mendekati Allea tetapi hatinya enggan, karena ia masih sangat mencintai celine.


__ADS_2