
"Sayang emangnya kenapa sih kita tidak memberitahukan mama dan papa kalau aku lagi hamil?" tanya Rere pada Chaim.
"Mau aku jadikan kejutan sayang, karena beberapa hari lagi ulang tahun pernikahan mama dan papa, jadi itu kado buat mereka berdua dari kita" jawab Chaim memandang Rere.
"Ide yang bagus sayang, pasti mama dan papa sangat bahagia" ucap Rere.
Chaim hanya mengangguk kan kepalanya, melihat istrinya tersenyum bahagia.
"Sayang ayo makan dulu, ini sudah larut malam" ucap Rere.
"Kamu makan juga ya nanti kamu tambah loyo sayang" ajak Chaim.
Rere langsung mengikuti suaminya ke meja makan, baru mencium bau masakannya Rere langsung mual, tapi karena dari kemarin tidak makan nasi, Rere terpaksa makan sambil menutup hidungnya.
Chaim yang melihat Rere makan sambil menutup hidung, dia merasa kasihan pada istrinya, dia tidak tega melihat Rere begitu terus.
"Sayang... sampai kapan kamu begini terus? aku kasihan melihat kamu begini" tanya Chaim pada Rere.
"Tergantung sayang, ada yang hanya sampai trimester pertama ada juga yang lewat dari itu" jelas Rere.
Chaim hanya diam mendengar jawaban istrinya, sampai tidak terasa ia meneteskan air matanya, Chaim langsung memeluk istrinya.
"Terimakasih sayang" ucap Chaim dan langsung mencium kening istrinya.
"Ia sayang, tidak usah menangis gitu dong" jawab Rere.
Sehabis makan malam, Rere membersihkan meja makan sedangkan Chaim mencuci piring, Rere sebenarnya tidak mengizinkan Chaim cuci piring tapi Chaim memaksa dan terpaksa Rere harus mengalah, dan membiarkan Chaim mencuci piring kotor.
__ADS_1
💕💕
Anggi yang masih mengurung diri di dalam kamarnya membuat maminya sedikit khawatir karena tidak seperti biasanya Anggi begitu, kecuali kalau dia ada masalah.
"Anggi... Anggi, ayo buka pintunya sayang, mami mau masuk" ucap Sesil mengetuk pintu kamar Anggi.
Tidak lama akhirnya Anggi membuka pintu untuk sang mami, dan maminya langsung masuk ke dalam kamar Anggi, dia sangat kaget melihat kamar anaknya yang sangat berantakan.
"Kamu kenapa sayang, kok sampai kamar kamu berantakan begini?" tanya mami Sesil.
"Ini semuanya gara-gara mami" jawab Anggi.
"Kok mami yang di salakan sih sayang" jawab mami Anggi yang sedikit heran.
"Ia coba mami dulu tidak pacaran dengan papanya Cello pasti sekarang Cello masih bersama aku" teriak Anggi.
Sesil hanya diam mendengar Anggi yang terus mengeluarkan semua unek-uneknya. setelah Anggi diam barulah maminya angkat bicara.
"Dan sampai kapan pun mami tidak akan merestui hubungan kamu dengan dia, mami harap kamu bisa mengerti ucapan mami barusan, mami yakin kamu bisa mendapatkan laki-laki yang lebih baik dari pada dia" jelas mami Sesil.
Anggi hanya diam mendengar ucapan maminya barusan, entah kenapa dia tidak bisa melupakan Cello begitu saja, di Australia Anggi sudah berusaha melupakan Cello tapi tetap saja tidak bisa.
Setelah selesai mengobrol dengan Anggi, mami Sesil langsung meninggalkan kamar Anggi, sedangkan Anggi hanya duduk menangis di bawa lantai kamarnya, dia harus mengubur perasaan dalam-dalam karena maminya tidak akan pernah merestui hubungan mereka, apa lagi maminya pernah mengkhianati papanya Cello.
Setelah puas menangis, Anggi kembali duduk di pinggir tempat tidurnya.
"Hahaha.... ya harus iklas"batin Anggi sambil tertawa sendiri.
__ADS_1
" Selamat tinggal masa lalu, dan selamat datang masa depan" batin Anggi kembali.
Anggi kembali membereskan kamarnya setelah dia sudah puas mengeluarkan semua unek-uneknya, sudah puas juga menangis.
💕💕
Pernikahan Linzy dan Kevin tinggal menghitung hari saja, semua sudah siap tinggal menunggu hari H nya saja, adik Linzy yaitu lintang nanti mendekati hari H baru ia datang dari Singapura.
Nenek dan kakek Linzy sudah tiba dari kampung bersama dengan tante, om beserta sepupu Linzy yang ada di sana, di rumah orang tua Linzy sangat ramai, Apa lagi kevin datang bertamu malam-malam, sekalian ingin bertemu dengan nenek dan kakek calon istrinya.
"Waow calon mbak Linzy ganteng banget" ucap adik sepupu Linzy saat melihat Kevin.
"Terimakasih dek, tapi kakak biasa-biasa aja kok" jawab Kevin.
Mereka semuanya pada berkumpul mengelilingi Kevin, membuat Linzy sedikit emosi melihat adik-adik sepupunya mengelilingi Kevin.
"Mbak Linzy, aku juga mau dapat calon suami seperti mas Kevin" ucap salah satu adik sepupunya.
"Cari sendiri, susah amat sih" jawab Linzy sewot karena mereka mengelilingi calon suaminya.
"Kalau di kampung susah mbak dapat cowok kayak mas Kevin" jawabannya pada Linzy.
Tidak lama Kevin pamit pulang, karena dia juga sudah sangat risih di keliling adik sepupu Linzy .
💕💕💕
Bersambung 🙏🤗
__ADS_1
Jangan lupa di like dan komentar ya kakak
Terimakasih 🙏🤗🤗