
Kini mereka berempat akhirnya pamit pulang, karena dua calon oma gaul belum mengurus suami-suami mereka.
"Ema kamu ikut mama dulu ya ke rumah, nanti baru di antar Cello pulang" ucap mama Dita pada Ema.
"Ia ma tidak apa-apa, aku juga tidak ada kegiatan kok" jawab Ema.
"Bagus, kita bikin kue dulu ya" lanjut mama Dita.
"Ia ma.. " jawab Ema.
Mereka mengantar mama Lia terlebih dahulu, karena kasian papa Rifki di rumah hanya sendirian, akhirnya mereka tiba juga di depan rumah mama Lia.
"Terimakasih Dita, Ema dan Cello, sudah mengantar aku sampai di rumah" ucap mama Lia.
"Sama-sama tante" jawab Ema dan Cello bersamaan.
"Ia sama-sama Lia" jawab mama Dita.
"Kalian hati-hati di jalan, salam buat Adit ya" ucap mama Lia pada mama Dita.
"Ia sama-sama Lia, salam juga ya sama Rifki dan kami lanjut ya" pamit mama Dita pada mama Lia.
Setelah berpamitan Cello langsung melajukan mobilnya, sedangkan mama Lia langsung masuk rumah saat mobil mereka sudah jauh tidak kelihatan lagi.
"Jadi kmu tiap hari di butik aja nak?" tanya mama Dita pada Ema.
"Ia ma... tapi kadang ketemu customer di luar" jawab Ema.
Mereka asik mengobrol, mama Dita terlalu banyak bertanya karena ke kepoannya, makanya dari dulu kakaknya Rio selalu memanggilnya jurkep, tidak terasa akhirnya mereka bertiga tiba juga di rumah mama Dita.
Setelah Cello memarkirkan mobil dengan sempurna, mereka bertiga langsung turun dari mobil.
"Ayo masuk" ajak mama Dita ke pada Ema.
__ADS_1
"Terimakasih ma" jawab Ema.
Mereka berdua langsung masuk, dan di susul oleh Cello.
"Kok baru pulang?" tanya papa Adit ke pada mereka.
"Ia pa, maaf kamu lambat pulang karena singgah dulu di apartemen Chaim dan Rere" jawab mama Dita.
"Oh... mereka baik-baik saja?" tanya papa Adit.
"Ia pa, mereka baik-baik saja" jawab mama Dita dan langsung duduk di samping suaminya sedangkan Ema duduk di sofa kosong.
Tidak lama bibi datang membawa kopi untuk papa Adit.
"Permisi, saya mengantarkan kopi untuk pa Adit" ucap bibi.
"Silakan bi, oh ya minta tolong buatkan jus ya dua dan kopi untuk Cello" ucap mama Dita pada bibi.
"Ia nyonya, kalau begitu saya permisi dulu" ucap sih bibi dan langsung kembali ke dapur membuat jus dan kopi.
"Ia ma... " jawab Ema tersenyum.
Tidak lama bibi datang membawa pesanan mama Dita, dan langsung menyajikan nya di atas meja.
"Silakan nyonya, non dan juga_ _
" Mas, ingat jangan panggil tuan atau aden" Cello langsung memotong omongan bibi.
"Ia maaf mas" jawab bibi tersenyum.
Bibi langsung pamit untuk ke dapur melanjutkan pekerjaannya, mereka berempat mengobrol sambil menikmati minuman dan cemilan yang di siapkan bibi.
"Ayo sayang kita buat kue, nanti sebagian kamu bawa pulang ya" ajak mama Dita pada Ema.
__ADS_1
"Ayo ma" jawab Ema.
Mereka berdua langsung berdiri dan segera menuju dapur, kali ini mama Dita akan membuat kue lontar kue kesukaan Ema.
"Ini kue kesukaan almarhum papa kamu dulu nak" ucap mama Dita.
"Ia ma, aku juga suka banget dengan kue lontar" jawab Ema.
Mereka berdua langsung bertempur di dapur membuat kue. Ema hanya membantu mama Dita saja, dia banyak belajar sama mama Dita tentang cara membuat kue, karena mama Dita paling jago soal kue.
"Kamu bisa bikin kue nak?" tanya mama Dita pada Ema.
"Aduh ma, kalau soal kue aku tidak tau tapi kalau soal gambar baju kasih ke aku" jawab Ema tertawa.
Mama Dita juga ikut tertawa mendengar jawaban Ema, di dapur mereka hanya berdua tapi sangat ramai gara-gara Mama Dita dan Ema suka bercanda, ada saja yang menjadi candaan mereka.
Cello yang baru bangun tidur langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri karena sudah sore.
Setelah selesai mandi, Cello langsung turun ke lantai bawah, dan menghampiri mama dan Ema yang sedang di asik dengan kue mereka.
Cello hanya duduk diam di meja makan sambil memperhatikan mama nya dan kekasihnya lagi asik di dapur membuat kue, setelah puas memperhatikan mereka berdua, barulah Cello menghampiri mereka berdua.
"Asik banget kalian berdua" tegur Cello.
"Ia dong, kamu mau gabung" tanya mama Dita.
"Nggak cuma datang lihat-lihat aja" jawab Cello.
Ema hanya tersenyum mendengar obrolan mama dan anak tersebutlah, dia merasa bahagia bisa bertemu dengan keluarga mama Dita, karena Ema sudah lama tidak berkumpul dengan keluarganya, sang papa sudah tidak ada sedangkan mamanya sudah menikah lagi dan tinggal di kota lain bersama suaminya.
πππ
Jangan lupa di like dan komentar ya kakak Terimakasih ππ€
__ADS_1
π·π·π·Bersambung π·π·π·