
"Setelah kejadian itu Sesil mengurung diri di rumah, dia tidak berani keluar karena takut bertemu dengan pria itu" jelas Chua kembali.
💞💞
"Kasian juga ya, dengan apa yang di alami oleh Sesil, walaupun dulu dia jahat tapi mendengar ceritanya saya jadi kasian padanya, ya semoga dengan kejadian ini Sesil bisa introspeksi diri dan kembali menata kehidupannya yang lebih baik" jelas Davin.
Sedangkan Adit hanya diam mendengarkan cerita Davin dan Chua tentang apa yang di alami oleh mantan pacarnya itu.
"Apa kamu tau siapa laki-laki itu?" tanya Davin kembali ke pada Chua.
"Dia adalah Zico mantan karyawan di sini yang di pecat oleh bos dulu, dan dia juga yang mengajukan proposal kerja sama pada perusahaan ini beberapa waktu lalu" jelas Chua kembali.
"Apa bos tidak mencari tau tentang perusahaan itu?" tanya Chua kembali pada Davin.
"Saya belum sempat, karena ini akhir bulan jadi pekerjaan banyak" jawab Davin.
"Jangan kan itu, tanggal pernikahan nya saja dia belum menentukan kapan, bisa-bisa anak orang hamil duluan baru dia nikahi" ucap Adit santai tapi serius.
Chua tertawa mendengar ucapan Adit barusan sedangkan Davin hanya melirik Adit dengan sedikit sinis padanya.
"Ya soalnya pekerjaan yang di emban ke padaku terlalu banyak, pekerjaan nomor satu dari pada urusan pribadi" jawab Davin sedikit menyinggung Adit.
Adit yang mendengar itu hanya tertawa bersama dengan Chua karena ucapan Davin barusan, kini mereka hanya duduk berbincang-bincang tanpa mengerjakan apapun.
Tidak lama Risna datang membawa tiga gelas kopi, sesuai permintaan Davin padanya.
"Permisi pak, ini kopinya" ucap Risna yang langsung meletakkan kopi di atas meja.
"Terimakasih Risna" ucap Adit
"Makasih ya, maaf sudah merepotkan ya" ucap Chua pada Risna.
"Sama-sama, saya permisi dulu ya" pamit Risna pada semuanya.
"Ia silakan" ucap Adit pada Risna.
Risna akhirnya keluar dari ruangan Adit, dan langsung kembali ke meja kerja untuk menyelesaikan pekerjaannya.
💞💞
__ADS_1
Sedangkan di rumah keluarga ayah Romi, semuanya sudah berkumpul di meja makan, termasuk juga dengan Adit. mereka kini akan makan malam Mia yang juga ikut makan malam.
Mia bisa makan apa saja tapi kalau sudah sudah turun, semua yang habis dia makan akan kembali keluar, berbeda dengan Dita, dia tidak mual tapi tidak bisa mencium bau ikan.
"Mbak aku harap mbak ngidamnya yang aneh-aneh, agar Abang kewalahan menghadapi mbak" ucap Dita.
"Mbak Mia lagi hamil?" tanya Adit.
"Ia, dia lagi hamil besok baru kami ke dokter periksa " jawab Rio bersemangat.
"Jangan gitu dong Dita, mentang-mentang kamu tidak ngidam aneh-aneh kamu bicara begitu" ucap bunda Astrid.
"Selamat ya mbak dan Abang, tidak menunggu lama mbak Mia langsung menyusul Dita" ucap Adit memberikan selamat pada kakak iparnya.
"Gimana tidak cepat isi kalau tiap malam di hajar" ucap Dita asal bunyi.
"Dita, mulut kamu bisa di kondisikan?" tegur bunda Astrid.
"Siap bunda" jawab Dita sambil memperagakan kunci mulut.
Tidak lama habis makan, Mia kembali mengeluarkan isi perutnya, makanan yang dia barusan makan kembali lagi dia keluarkan, membuat Rio sedikit panik.
"Ya namanya orang lagi hamil, ya macam-macam tidak semuanya sama, contoh kamu, memang kamu tidak mual atau muntah tapi kamu tidak bisa cium bau ikan, macam-macam lah" jelas bunda Astrid
"Kasian juga ya bunda, bisa-bisa mbak Mia nanti tambah lemas kalau begitu terus" ucap Dita kembali.
"Dokter pasti di kasih obat agar mbak Mia tidak akan muntah lagi" jawab bunda Astrid kembali.
semuanya kini sudah masuk ke kamar masing-masing, begitu juga dengan Adit dan Dita, di dalam kamar Adit dan Dita tidak langsung tidur mereka berdua masih asik mengobrol.
"Sayang hari Sabtu kita menginap di rumah mama ya, karena Davin juga mau datang bersama Dea" ucap Adit pada istrinya.
"Ia sayang, terus kapan mereka menikah sayang" tanya Dita pada suaminya.
"Belum tau juga sayang, soalnya hari Sabtu baru datang bertamu dengan mama dan papa untuk membahas tanggal pernikahan mereka, makanya kita bermalam di mama nantinya" jelas Adit pada Dita.
"Ia sayang, beres itu soalnya kita udah seminggu nggak menginap di rumah mama di depan" ucap Dita
"Tidak apa-apa sih, kita kan tiap hari bertemu dengan mereka berdua" jawab Adit sambil mengelus perut Dita.
__ADS_1
Ya kalau di dalam kamar Adit selalu berperilaku romantis pada istrinya, dia mencium pipi dan bibir Dita perlakuan romantis itu selalu Dita dapatkan dari sang suami.
Keromantisan mereka hanya di dalam kamar, mereka tidak mengumbar sampai di luar, apa lagi di depan orang tua mereka.
💞💞
"Hari Sabtu nanti kita ke rumah kedua orang tua angkat aku ya" ucap Davin pada Dea.
"Mereka sekarang itu bukan lagi orang tua angkat kamu, mereka lah orang tua kamu sesungguhnya, karena mereka kamu bisa begini, tanpa mereka kamu tidak ada apa-apanya, jadi jangan lagi sebut dengan kata orang tua angkat" tegur Dea pada Davin.
"Ia baiklah" jawab Davin singkat sambil menikmati kopi buatan Dea.
"Ok nanti hari Sabtu kita ke sana, aku juga belum terlalu akrab dengan kakak ipar kamu, aku ingin dekat dengannya agar aku punya teman di sini" jelas Dea kembali.
"Namanya Dita, dia orangnya sangat baik, semoga kamu bisa akrab dengannya nanti".
"Pastilah, kamu tidak usah khawatir tentang itu" ucap Dea mantap.
Mereka berdua asik mengobrol, Dea yang duduk di samping Davin, tiba-tiba mendapat kecupan dari Davin, Dea sempat kaget karena selama ini Davin tidak pernah melakukan itu padanya.
Davin bukan pria romantis, seperti yang ia idam-idamkan selama ini, Dea waktu belum bertemu dengan Davin, dia ingin mendapatkan pasangan yang romantis, tapi ternyata dia mendapatkan jodoh laki-laki yang dingin dan kaku.
"Apa kamu tidak suka?" tanya Davin padanya.
"Em..suka kok, ia aku suka" jawab Dea sedikit gugup.
Mendengar jawaban dari Dea, Davin kembali mencium pipi dan kemudian bibir Dea. setelah melepas ciumannya Davin langsung meminta maaf pada Dea.
"Maaf, aku khilaf" ucap Davin membuat Dea sedikit heran pada calon suaminya itu.
"Ia tidak apa-apa" jawab Dea singkat dan langsung pamit masuk ke kamarnya.
"Apa dia marah padaku karena aku menciumnya, dasar bodoh kamu Davin". batin Davin setelah Dea sudah masuk ke kamarnya.
Tidak lama Davin juga masuk ke dalam kamarnya, dia masih memikirkan tingkah Dea yang langsung masuk kamar sehabis dia menciumnya.
💞💞💞
Hai jangan lupa tinggalkan jejaknya 🤗😍 terimakasih buat kakak-kakak semua yang selalu mendukung aku🙏😍
__ADS_1
❤️❤️❤️ Bersambung ❤️❤️❤️