Jatuh Cinta Setelah Menikah

Jatuh Cinta Setelah Menikah
Eps 62


__ADS_3

Sehabis pulang kerja Davin langsung menuju basecamp, sesuai dengan janjinya tadi siang pada Chua.


Setelah beberapa waktu menempuh perjalanan akhirnya Chua tiba di basecamp dan langsung segera masuk ke dalam basecamp di sana Chua dan yang lainnya sudah pada menunggu Davin.


"Selamat malam bos" sapa mereka.


"Malam" jawab Davin dan langsung masuk ke dalam ruangannya di susul oleh Chua.


"Siapa mereka" tanya Davin pada Chua.


"Kami belum tau bos, karena kami hanya menahan mereka saja" jawab Chua.


"Antar saya ke sana" ajak Davin. Chua langsung mengantar Davin ke tempat orang-orang yang mereka tahan tadi siang.


Setelah tiba di tempat mereka di tahan Davin menatap mereka dengan tajam, ada berapa dari mereka yang takut melihat tatapan Davin, tapi tidak dengan si pak tua dia tidak takut sama sekali malah dia tersenyum sinis melihat Davin.


"Siapa yang menyuruh kalian" tanya Davin santai.


"Hahaha ternyata loe bosnya anak mudah" tanya pak tua dengan tawa mengejek.


"Saya tidak banyak waktu, jawab siapa yang menyuruh kalian" tanya Davin kembali.


"Sampai berbusa juga itu mulut loe bertanya saya tidak akan jawab" paham loe bentak pak tua.


Davin yang sudah mulai emosi tapi hanya saja dia masih berusaha menahannya, karena dia tau si tua bangka itu hanya berusaha memancing emosinya.


"Ok kalau kalian tidak jawab, malam ini saya juga capek jadi malas meladeni kalian" ucap Davin.


Davin akhirnya menyuruh Chua dan yang lainnya memisahkan mereka, si pak tua di sendiri kan, mereka langsung mengerjakannya sesuai permintaan Davin.


Davin kembali ke ruangannya saat mau meninggalkan tempat tahanan Davin mendapat teriakan dari si pak tua.


"Hei anak mudah, kok pergi dasar pengecut" ucap nya.


Davin langsung membalikkan badannya dan menjawab ucapan sih pak tua dengan sinis.


"Belum saatnya bermain-main dengan mu kampret, tunggu sidikit lagi" jawab Davin dan langsung berlalu.


Chua juga langsung mengikuti Davin dari belakang dan masuk ke dalam ruangan Davin.


"Kalian awasi mereka jangan sampai lalai, dan jangan terpancing dengannya karena dia sengaja memancing emosi kalian" ucap Davin.

__ADS_1


"Baik bos, kami akan menjaganya dengan baik" jawab Chua.


"Ok saya pulang dulu, badan saya sangat lelah" ucap Davin berdiri dari duduknya dan keluar untuk pulang.


"Hati-hati bos di jalan" Davin hanya mengangguk saja dan langsung meninggalkan basecamp.


Sesampainya di rumah Davin melihat Dea tertidur di meja makan, dengan makanan masih tertata rapih di atas.


"Dea, Dea kenapa kamu tidur di sini" Davin membangunkan Dea.


"Emmm maaf kak, saya ketiduran" ucap Dea pada Davin.


"Apa kamu belum makan? kenapa makanya masih banyak" tanya Davin sambil melirik meja makan.


"Tadi niatnya mau tunggu kakak, supaya kita makan malam bersama, tapi malah saya ketiduran"


"Saya membariskan diri dulu baru kita makan malam bersama" jawab Davin dan langsung menuju ke kamar. tidak lama dia kembali keluar dengan baju santainya.


"Ayo makan, aku juga sudah sangat lapar" ajak Davin pada Dea.


Mereka berdua langsung makan malam tanpa suara mungkin kerena mereka berdua sudah sangat lapar. sehabis makan seperti biasa Dea merapikan meja dan juga mencuci piring. Davin sebenarnya ingin membantunya tapi di larang oleh Dea, terpaksa dia mengalah saja.


Dea juga ikut duduk di sofa yang sama, walaupun sedikit canggung, apa lagi Davin memperhatikan dia.


"Kak saya masuk kamar dulu ya" pamit Dea dan segera berdiri, tapi dengan cepat Davin menariknya dan kembali duduk di samping Davin.


Mata mereka berdua saling bertatapan, Dea semakin gugup kerena di tatap terus oleh Davin, berlahan Davin memegang batang leher Dea membuat Dea semakin gugup.


"Kamu udah pernah pacaran sebelumnya?" tanya Davin yang masih menatapnya.


"Be...belum pernah" jawab Dea gugup.


"Kalau begitu, ayo kita menikah" jawab Davin lagi.


"Apa-apaan sih ini kak Davin, dia banyak tentang pacaran tapi kok langsung mengajak menikah". batin dia.


Dea hanya tertunduk dia belum menjawab pertanyaan Davin, karena dia juga tidak tau apa pertanyaan Davin serius atau hanya main-main.


"Kamu jangan ragu, saya serius mengajak kamu menikah" ucap Davin yang sepertinya tau isi pikiran Dea.


Davin langsung mencium bibir Dea dengan pelan, membuat Dea sedikit kaget, Davin kembali menatapnya dan tersenyum .

__ADS_1


"Ayo kita menikah, kamu tidak usah ragu pada saya" ucap Davin kembali.


"Tapi bagai mana dengan keluarga kamu" akhirnya Dea angkat bicara.


"Saya anak yatim piatu, tapi saya juga mempunyai orang tua angkat, tapi kamu tidak usah ragu mereka pasti setuju dengan keputusan saya" jawab Davin.


"Besok kita akan bertemu dengan mereka, pasti kamu senang berkenalan dengan mereka karena mereka sangat baik" jelas Davin kembali Dea hanya mengangguk kepalanya.


Akhirnya Davin kembali mengecup bibir Dea yang kedua kalinya, membuat Dea sedikit tersipu malu.


"Tidak usah malu, saya kan calon suami kamu" ucap Davin


Dea hanya tersenyum mendengar ucapan Davin, dia tidak menyangka kalau dia akan mendapatkan jodoh secepat itu, dia juga berharap keputusan nya menerima lamaran Davin tidak salah. karena dia juga tidak ingin di nikahkan dengan laki-laki yang sudah punya istri.


"Kak saya masuk kamar dulu ya soalnya udah ngantuk" pamit Dea.


"Ia, saya juga sudah mengantuk" jawab Davin.


Akhirnya mereka berdua menuju kamar masing-masing untuk beristirahat.


💞💞


"Sayang, si dedek ingin di jenguk papa katanya" ucap Adit mulai menggoda istrinya.


"Alasan aja, bilang kalau kamu yang mau, jangan bawa-bawa nama dedek" ucap Dita melirik suaminya.


"Betulan tadi dedek bisik papa kok" ucap Adit dengan tangan yang sudah mulai menjelajahi Dita. maat ya dedek kamu kena fitnah lagi dari papa.


Adit mulai mencium Dita dengan lembut, mulai dari kening, pipi dan juga bibirnya, setelah puas Adit mulai turun ke bawa dia kembali mencumbu leher Dita hingga Dita menggeliat dan mengeluarkan suara indahnya.


Adit semakin berga**a setelah mendengar suara Dita, Adit terus menyerang Dita dengan lembut, setelah puas dengan pemanasan, akhirnya Adit menyatukan si joni dan lawannya hingga mencapai klimaks.


"Terimakasih sayangku" ucap Adit sambil mengecup kening Dita.


Dita hanya tersenyum pada suaminya, dia bahagia bisa memuaskan suaminya, kerena kelelahan akhirnya Dita terlelap dalam pelukan Adit, tidak lama Adit juga tertidur, mereka berdua akhirnya masuk dalam alam mimpi mereka masing-masing.


💞💞💞💞


Terimakasih atas dukungan semua 🙏 love you semuanya 😍🤗.


💞💞💞💞💞 Bersambung 💞💞💞💞💞

__ADS_1


__ADS_2