Jatuh Cinta Setelah Menikah

Jatuh Cinta Setelah Menikah
Bab 57 ~ Kembali ke bersama suami ~


__ADS_3

Tamara masih ragu-ragu untuk mengikuti suaminya tinggal di kota,dia takut ibu mertuanya berulah lagi kapoknya rasanya di permalukan di depan ibu dan adiknya,harga di benar-benar di injak oleh ibu mertuanya.


Pada saat Abin istrahat tidur sore,Rosa menghampiri Tamara yang terlihat bingung,sampai saat ini dia belum yakin untuk mengikuti suaminya, tapi kalau dia tinggal di desa ini dia takut Warga semakin kepo dengan kehidupan rumah tangganya.


"Kenapa lagi Tanara,sudah kamu ikut suami mu,kamu mau apa yang dikatakan oleh Dewi menjadi kenyataan,kamu tu bersyukur dapat suami kayak nak Abian,pandai-pandai lah menjaga suami jangan sampai suami mu berkhianat gara-gara sikap mu yang keras kepala,entah sejak kapan kamu memiliki sikap jelek seperti itu."Ucap Rosa menakuti Tamara.


"Bu...ikut saja bersama ku,biar ada yang menemani aku!!"


"Adikmu kan masih sekolah siapa nanti yang masakan dia makanan,sudahlah kalau dia sudah kuliah nanti,biar ibu ikut kamu saja,kalau kamu sudah menjelang lahiran ibu akan ikut dengan mu." Ucap Rosa dia memegang tangan Tamara,berharap Tamara terima semua ucapannya,dia sudah kesal mendengar setiap ocehan para tetangganya yang begitu julid kepada mereka.


Karena malam sudah tiba,Rosa menyiapkan segala makana yang sudah dia masak dari tadi sore,mereka makan sambil sesekali bercerita tentang pengalaman masing-masing Rosa cukup senang melihat menantunya yang begitu terbuka kepada keluarganya.


"Abang ipar dulu kuliah di mana?" Tanya Riski,dia ingin hebat seperti Abang iparnya hebat dalam segala hal,dan terlihat sangat berwibawa.


"Aku dulu mengambil sarjana di UI,terus untuk S2 aku lanjut di Harvard,aku sudah lelah dalam belajar,kalau di suruh kuliah lagi aku tidak berniat lagi." Ucap abian.Riski sangat kaget,mendengar setiap ucapan pria itu,tidak heran dia bisa sehebat itu memang orang tuanya juga hebat dan dia juga memiliki latar belakang pendidikan yang hebat.


"Sudahlah dek,kamu jangan banyak tanya sama mas Abian,dia merasa nga nyaman gitu." Ucap Tamara yang sedari tadi hannya diam mendengar cerita mereka.


"Tidak papa sayang,dia kan masih sekolah mana tau nanti dia ada niat kuliah atau kamu mengambil posisi saja nanti Abang yang urus semua,mulai sekarang kamu rajin olah raga latih kemampuan fisik kamu."

__ADS_1


"Benarkah bang,Dari dulu aku ingin jadi polisi bang,kalau Abang bisa urus aku bisa mulai latihan dari sekarang." Ucap Riski,dia terlihat sangat bersemangat,rasanya hidupnya sekarang ini seperti mimpi saja,apa pun yang dia inginkan terkabul dengan cepat.


Setelah selesai makan dan obrolan juga sudah selesai,mereka kembali istrahat,karena Tamara sudah memutuskan untuk ikut suaminya ke kota,tidak mau juga dia jika sampai suaminya di ambil oleh wanita di luar sana.


Keesokan harinya mereka kembali ke kota,wajah Tamara terlihat sedih karena,ibunya menolak keras untuk ikut bersama mereka.Dia tidak tau alasan apa yang membuat ibunya menolak,mungkin karena perlakuan ibu mertuanya beberapa satu minggu yang lalu.


"Kenapa wajahmu sedih seperti itu,kamu


masih ingin tetap tinggal di desa ini?"


"Tidak kok mas,aku Hannya sedih saja karena ibuku menolak untuk ikut dengan kita,padahal Riski sudah bisa mandiri tidak harus di urus lagi,sepertinya ibuku lebih menyayangi anak bungsunya itu." Ucap Tamara bibirnya mengerucut,membuat Abian tersenyum melihat tingkah istrinya.


Setelah Abang ipar dan kakaknya pergi meninggalkan desa Riski mulai berlatih kecil,dari lari-lari Kecil dan melompat.Sudah lama sekali dia bercita-cita menjadi polisi tapi semua dia pendam karena melihat keluarganya yang tidak mampu.


*****


Setelah sampai di kota sore harinya,abian membawa Tamara ke sebuah hotel,dia tidak berniat membawa Tamara ke apertemenya lagi melihat ibunya yang begitu keras menolak kehadirannya.Setelah berpikir dengan keras Abian menerima saran dari asistennya Leo,dia ingin menikah dengan Retha wanita pilihan ibunya,dengan arti hannya menikah di atas kertas dia hannya membuktikan kepada ibunya kalau Retha hannya menginginkan kekayaanya.


"Sayang,untuk sementara ini,kita tinggal disini dulu,aku tidak mau kamu tinggal dengan mamaku,entah siapa yang menghasut mama makannya dia selalu tinggal bersama kita,sementara rumahnya sangat besar." Ucap Abian,dia menarik tangan Tamara masuk kedalam hotel yang cukup mewah dan indah.

__ADS_1


****


Sementara itu di lain tempat,David membawa istrinya ke sebuah toko perhiasan,dia tidak melihat kalau Zara selingkuhannya juga sedang di sana.


"Zara menatap istrinya David dari atas kebawah,dia hannya wanita yang sederhana tapi memiliki kecantikan yang luar biasa.Zara melihat David memperlakukan wanita itu begitu hangat,Zara berjalan ke arah mereka dan tiba-tiba


"Braaakkk....


"Apa kamu tidak memakai mata mu,hingga menabrak istriku!!" Zara sangat kaget saat David dengan kasar mendorongnya bahkan hampir terpental lantai.


"Sudah mas,wanita itu juga tidak sengaja,kamu terlalu berlebihan,maaf ya mbak,suamiku memang seperti itu,dia terlalu sensitif." Ucap wanita itu,Zara hannya mengangguk,rasa kagetnya belum hilang melihat sikap David kepadanya.


Zara segera meninggalkan tempat itu,air matanya hampir jatuh melihat tingkah pria itu,dia tidak menyangka jika David begitu kejam memperlakukan dia.


"Branaggg.....Kenapa hidupku begitu sial seperti ini,apa salahku Tuhan,hingga harus mengalami nasib yang begitu buruk seperti ini,kenapa semua pria hannya menjadikan aku budak sek nya,bahkan mereka sedikit pun tidak mempunyai rasa belas kasihan sedikit pun kepadanya." Zara menagis di tumpukan barang yang di apartemennya,dia sangat sedih mengingat semua perlakuan David kepadanya sementara kepada istrinya dia bersikap sangat membuat bahkan sangat melindunginya.


"Sebegitu hina nya aku di hadapan pria ini,lebih baik aku mengakhiri semua ini,aku sudah lelah,aku tidak mau lagi hidup di lingkaran setan seperti ini." Ucap Zara,dia tidur di atas tumpukan pecahan pas bunga,dia tidak peduli rasa sakit yang di alaminya,karena perasaanya jauh lebih sakit sekarang ini.


Pada saat itu pintu apartemennya kembali berbunyi,beberapa kali,dia tidak mau bergerak sedikit pun,karena dia tau itu pasti keluarganya yang sudah membuatnya menderita seperti sekarang ini.

__ADS_1


"Kalau bukan karena mereka,mungkin aku tidak mengalami hal buruk seperti ini." Suara hati Zara,dia mengabaikan suara ponsel dan pintunya.


** Bersambung**


__ADS_2