Jatuh Cinta Setelah Menikah

Jatuh Cinta Setelah Menikah
Eps 114(season 2)


__ADS_3

Chaim menghubungi Rere untuk makan siang bersama untuk pertama kalinya. walaupun Rere masih sedikit malu-malu untuk bertemu dengan chaim, apa lagi mereka di jodohkan.


Karena sedikit lagi jam makan siang, Rere bersiap-siap, karena Chaim sudah di jalan untuk menjemputnya.


"Re... makan siang bareng yuk" ajak dewi.


"Maaf ya Dewi, aku tidak bisa, lain kali aja ya" jawab Rere meminta maaf kepada Dewi.


"Ok deh, aku duluan ya" ucap Dewi dan langsung meninggalkan Rere.


Tidak lama HP Rere berdering teryata Chaim mengiri pesan kalau dia sudah ada di depan kantor Rere, dengan cepat Rere keluar menemui Chaim.


"Maaf lama menunggu" ucap Chaim.


"Ia tidak apa-apa" jawab Rere malu-malu.


"Tapi kita naik motor tidak apa-apa kan?" tanya Chaim kembali.


"Ia nggak apa-apa kok" jawab Rere.


Akhirnya Chaim memberikan helm kepada Rere untuk dia pakai, dan setelah Rere duduk dengan baik, Chaim langsung melakukan motornya.


Di atas motor tidak ada obrolan sedikit pun, mereka berdua lebih memilih diam, mungkin karena mereka masih malu-malu satu sama lain.


Setibanya di sebuah cafe, Chaim memarkirkan motornya di parkiran khusus motor.


"Ayo turun" ucap Chaim pada Rere, dengan sigap Chaim memegang tangan Rere agar tidak jatuh karena motor Chaim motor besar.


"Terimakasih ya" jawab Rere.


"Ia ayo kita masuk" ajak Chaim.


Setelah mendapat meja kosong, mereka langsung duduk dan memesan makanan yang mereka inginkan.


Sambil menunggu pesanan mereka, Chaim dan Rere mengobrol walaupun masih ada rasa canggung.


"Terimakasih ya, sudah berbesar hati menerima laki-laki kayak aku ini yang banyak kekurangan" ucap Chaim pada Rere.


"Kita sama-sama mempunyai kekurangan dan kelebihan, kita manusia tidak ada yang sempurna" jawab Rere.


Mereka asik mengobrol sampai tidak terasa pesanan mereka datang, mereka berdua langsung makan karena memang dari tadi perut mereka berdua sudah keroncongan, Cacing-cacing di perut mereka sudah pada berdemo ingin di kasih makan.


Makan siang sambil mengobrol santai, saling mengenal satu sama lain, dan mereka berdua sangat cocok berdua.


πŸ’•πŸ’•

__ADS_1


Anggi yang masih mengurung diri di dalam kamar karena kedekatannya dengan Cello di tentang oleh sang mami, tiba-tiba sang mami masuk ke dalam kamarnya untuk menemui Anggi.


"Mami ngapain ke sini?" tanya Anggi dengan nada sinis.


"Maaf kan mami nak, tapi kamu harus mendengar penjelasan mami dulu" ucap Sesil pada anaknya.


"Alasannya kenapa mi?" tanya Anggi kembali.


Mau tidak mau Sesil menjelaskan semuanya pada Anggi, agar anaknya tidak salah paham dan membencinya. awalnya Anggi sangat syok mendengar penjelasan sang mami, dia tidak habis pikir kalau maminya dulu sejahat itu.


Maminya menjelaskan semuanya sampai berderai air mata, Anggi yang melihat sang mami menangis penuh penyesalan, dia ikut menangis juga dan tidak lama memeluk sang mami.


"Ok mi, aku akan menjauh darinya, aku akan kembali ke Australia, aku akan melanjutkan kuliah ku di sana" ucap Anggi pada maminya.


"Terimakasih sayang kamu bisa mengerti kenapa mami melarang kamu dekat dengan nya.


Anggi memang mengikuti sifat sang ayah yang tenang dan tidak arogan, semua sifat papi Rian ada di dia.


Anggi akan berencana kembali ke Australia, dia ingin menetap di sana, sebelum kembali ke sana, dia ingin bertemu dengan Cello untuk yang terakhir kalinya.


Sedangkan Cello masih uring-uringan karena pesan dan telepon nya di abaikan oleh Ema, beberapa hari ini dia selalu jalan dengan Anggi tapi entah kenapa pikiran selalu ke Ema, padahal dia tidak pernah jalan bareng.


"Sial kenapa sih cewek itu selalu datang dalam pikiran aku" batin Cello sambil memijit keningnya.


Tiba-tiba HP Cello berdering, dengan cepat Cello mengecek hpnya dan ternyata Anggi yang menghubungi nya.


"Kita bisa ketemuan nggak? aku akan kembali ke Australia" ucap Anggi di balik telepon.


"Saya lagi sibuk, kamu sampaikan aja kalau ada yang kamu mau omongin" jawab Cello.


Anggi sedikit kecewa dengan sikap Cello yang tiba-tiba berubah padanya, dengan terpaksa Anggi menutup sambungan telepon nya. dia memang sangat berharap kepada Cello tapi tidak dengan Cello.


Anggi menemui maminya dan juga papinya yang lagi duduk santai di ruang keluarga.


"Mami, papi, besok aku akan kembali ke Australia" ucap Anggi.


"Kamu tidak apa-apa kan nak, kamu di sini saja" tanya papinya.


"Aku tidak apa-apa, papi nggak usah khawatir aku bisa jaga diri kok" jelas Anggi, dia tau apa yang di khawatir kan oleh papinya.


"Terserah dari kamu saja nak, papi percaya sama kamu nak" jawab papi Rian.


"Terimakasih pi, atas kepercayaan nya buat Anggi" jawab Anggi dan langsung memeluk papinya.


Maminya merasa kasihan melihat anaknya, karena Anggi berkorban meninggalkan laki-laki yang dia sukai karena masa lalu sang mami.

__ADS_1


πŸ’•πŸ’•πŸ’•


Chaim dan Rere sepakat tidak ingin terburu-buru untuk menikah, mereka ingin menikmati kebersamaan mereka berdua dulu.


Hal itu di utarakan Rere dan juga Chaim kepada orang tua mereka masing-masing, walaupun mama Dita sedikit kecewa tapi dia bisa menerima keputusan anaknya itu, karena mama Dita ingin mereka segera menikah, nanti pacaran setelah menikah kayak dirinya dan papa Adit dulu.


Tapi Chaim tidak seperti orang lain yang menikah bisa secepatnya, apa lagi dia seorang polisi banyak yang harus di persiapkan sebelum menikah.


"Jadi kakak kapan menikah ni" tanya lintang pada Chaim.


"Belum dek masih lama" jawab Chaim


"Kak bawa ke sini dong calonnya biar makin akrab dengan kita" usul Tya.


"Benar kak, aku udah tidak sabar ingin ketemu kaka ipar" lanjut Linzy.


"Orangnya cantik, seandainya kakak Chaim tidak mau, aku yang akan lamar dia" jawab Cello.


Chaim hanya diam mendengar ocehan adik-adik sepupunya, mereka semuanya pada kumpul di rumah mama Dita, tempat favorit mereka kalau lagi kumpul.


"Jangan lama-lama nak, opa sudah tidak sabar pengen gendong cucu" ucap opa Romi.


"Suruh Linzy cepat menikah supaya opa cepat gendong cucu" jawab Cello.


Linzy langsung menatap Cello dengan tidak senang, dia memang musuh bebuyutan nya Cello, kalau bersama pasti selalu ribut.


"Kamu aja yang kasih opa cucu, kamu kan banyak cewek di luar sana, aku bingung kenapa juga itu cewek-cewek pada mau sama kamu" omel Linzy.


"Karena aku ganteng, nggak kayak kamu yang udah mau nenek-nenek tidak pernah punya pacar" jawab Cello tidak mau kalah.


"Saudara-saudari mari kita duduk tenang dan mendengarkan pertengkaran antara Linzy dan Cello" ucap tya dan langsung meninggalkan mereka.


"Mereka berdua ini kayak mama Dita sama ayah Rio, dulu waktu masih mudah selalu membuat oma kalian marah, karena selalu berdebat" jelas opa Romi.


"Dan mama Dita dulu selalu di panggil jurkep oleh ayah Rio" lanjut opa Romi.


"Kok jurkep sih opa?" tanya Linzy penasaran.


"Karena dulu mama Dita selalu kepo sama orang, makanya ayah Rio menjuluki jurkep" lanjut opa Romi.


Mereka semuanya kembali tertawa mendengar cerita opa mereka.


πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•


Jangan lupa tinggalkan jejaknya, ayo di like dan komentar yaπŸ€—πŸ™ terimakasih 😍😍

__ADS_1


❀❀❀❀bersambung ❀❀❀❀


__ADS_2