Jatuh Cinta Setelah Menikah

Jatuh Cinta Setelah Menikah
Eps 101


__ADS_3

Hari ini Adit sudah kembali masuk kerja, dia tidak khawatir pada Dita dan putranya karena ada mama dan mertuanya menemani anak istrinya.


"Sayang, hari ini aku kembali masuk kerja, tidak apa-apa kan kamu tinggal dengan mama dan bunda dulu di sini, ada juga Dea kok" ucap Adit pada Dita.


"Ia nggak apa-apa sayang, kamu ke kantor aja" jawab Dita.


Adit langsung menghampiri anaknya yang lagi tidur di dalam boxnya.


"Anak papa, kamu jangan rewel ya, papa mau ke kantor dulu" ucap Adit sambil mencium anaknya.


Setelah pamit pada anak dan istrinya, Adit langsung keluar dari kamar dan langsung pamit pada mama dan bundanya, di halaman depan Davin sudah menunggu nya.


"Ayo kita jalan" ucap Adit pada Davin.


Mereka berdua akhirnya naik ke mobil dan langsung meningkatkan rumah menuju kantor mereka, dalam perjalanan mereka berdua asik mengobrol tentang pekerjaan di kantor.


Sampai tidak terasa akhirnya mereka sudah tiba di kantor, banyak dokumen yang harus di tanda tangani oleh Adit, karena selama cuti Davin hanya memeriksa nya, dan menunggu Adit yang menanda tanganinya.


"Selama ya pak, atas kelahiran putra pertamanya" ucap Risna pada Adit.


"Terimakasih Risna ucapannya" jawab Adit dengan ramah.


Setelah selesai mengobrol dengan Adit, akhirnya Risna pamit keluar dari ruangan bosnya, dan kembali ke mejanya untuk melanjutkan pekerjaan nya.


🌷🌷


Dea yang merasa sedikit aneh pada dirinya, apa lagi dia udah telat datang bulan, biasanya tepat waktu tapi bulan ini udah lewat beberapa hari, Dea akhirnya memutuskan ke apotik untuk membeli test pack.


Setelah sampai di rumah, Dea segera masuk kamar mandi untuk memakai alat tersebut, Dea sempat deg-degan, dia takut tidak sesuai dengan yang dia harapkan.


Setelah beberapa menit akhirnya Dea mengambil alat tersebut dan ternyata garis dua, Dea sangat kaget dan senang, tapi karena dia belum yakin sepenuhnya, Dea kembali mengambil test pack yang baru, setelah beberapa menit Dea mengeceknya kembali dan ternyata sama garis dua.


Dea duduk di dalam kamar mandi sambil menangis harus, karena penantian panjangnya akhirnya berbuahkan hasil juga, setelah beberapa lama Dea kembali keluar dari kamar mandi dan mengambil gambar dua test pack tadi, dan langsung mengirimnya ke sangat suami.



"Kakak" isi pesan Dea pada Davin.


"Apa itu sayang?" tanya Davin pada Dea.


"Apa kakak nggak tau ini apa? ini test pack kak" jawab Dea pada suaminya.

__ADS_1


"Untuk apa?" tanya Davin kembali.


"Astaga kakak nggak tau? coba kakak tanya pada abang Adit deh" jawab Dea sedikit putus asa pada suaminya.


Davin langsung keluar dari ruangannya dan masuk ke ruangan Adit, dia ingin mempertanyakan gambar apa yang di kirim oleh Dea padanya.


"Bos, maaf menggangu" ucap Davin pada Adit.


"Ia ada apa?" tanya Adit.


"bos ini gambar apa?" tanya Davin sambil memperlihatkan gambar yang di kirim Dea padanya


"Ini siapa yang kirim? apa Dea?"


"Ia bos, tadi Dea yang kirim" jawab Davin.


"Ini test pack, apa Dea lagi hamil?" tanya Adit pada Davin.


"Nggak tahu bos" jawab Davin dengan santai, Adit yang mendengar jawaban Davin hanya geleng-geleng kepala, karena dia tau kalau adiknya ini kurang peka.


Adit langsung menjelaskan pada Davin, dan meminta Davin langsung menemani Dea ke dokter kandungan untuk memeriksa kandungan Dea, supaya lebih akurat.


Sedangkan Dea langsung menemui mama Metha dan memperlihatkan dua test pack di tangannya., mama Metha yang melihat itu langsung memeluk Dea, sampai-sampai mama Metha menangis.


"Udah ma, tapi dia tidak mengerti" jawab Dea sedikit sedih.


"Sabar aja nak, dia itu memang orangnya sedikit tidak peka pada sesuatu" ucap mama Metha sambil mengusap kepala Dea.


Davin sudah mengirim pesan pada Dea kalau sore nanti mereka berdua akan ke dokter kandungan, Dea sangat bahagia, dia tidak sabar untuk ke dokter kandungan agar dia tahu lebih pastinya.


Kebahagiaan keluarga besar papa Lukman sudah lengkap, kelahiran cucu pertama mereka, dan kini anak menantunya yang ke dua lagi hamil anak pertama mereka juga.


Sedangkan keluarga ayah Romi lagi menunggu kelahiran cucu kedua mereka, anak dari Rio dan mia, tinggal menunggu beberapa bulan lagi, Mia akan melahirkan anak pertama mereka.


Rio dan Mia sudah mengetahui jenis kelamin anak mereka, karena Rio sudah tidak sabar ingin mengetahui jenis kelamin anak mereka.


Mia juga termasuk wanita yang tidak mau manja, dia sangat Mandiri, dia juga ingin melahirkan secara normal seperti adik iparnya Dita.


πŸ’•πŸ’•


Sedangkan Rian dan orang tuanya akan berkunjung ke rumah orang tua Sesil.

__ADS_1


Mereka ingin melamar Sesil segera mungkin seperti keinginan Rian.


Rian yang sudah tidak mempunyai bapak, karena sudah meninggal beberapa tahun yang lalu, kini di temani oleh sang ibu, tante dan juga omnya.


"Apa betul-betul kamu udah siap untuk menikah? apa lagi kamu baru kenal nak" tanya ibunya.


"Udah siap lahir batin ibu, apa ibu tidak ingin punya cucu? " tanya Rian pada sang ibu.


"Pasti mau lah nak, tapi kalian kan baru kenal beberapa waktu yang lalu nak" tanya sang ibu kembali.


Setelah puas mengobrol berdua akhirnya mereka siap-siap untuk ke rumah Sesil.


Rian yang sudah mengirim pesan pada Sesil, kalau mereka sudah mau berangkat menuju rumah Sesil,


mereka berangkat dengan menggunakan dua mobil, sedangkan di rumah Sesil mami serli dan juga papi candra sudah bersiap-siap untuk menyambut calon anak menantu mereka.


Setelah menempuh perjalanan hampir satu jam, akhirnya Rian dan yang lainnya sudah tiba di rumah Sesil. mereka langsung di sambut kedua orang tua Sesil, setelah semuanya sudah masuk ke dalam rumah, akhirnya Sesil juga muncul dan bergabung bersama dengan mereka semua.


Kedua keluarga saling memperkenalkan diri, dan menceritakan maksud dan tujuan mereka datang, dengan senang hati mami Serli dan papi candra menerima lamaran Rian.


Kedua keluarga mereka langsung membahas tentang tanggal pernikahan Rian dan Sesil, karena mereka tidak ingin menunda-nunda lagi, lebih cepat lebih baik. Akhirnya kedua keluarga Rian dan Sesil memutuskan kalau pernikahan mereka berdua di laksanakan bulan depan.


πŸ’•πŸ’•


Kini Davin pulang lebih awal karena dia ingin menemani Dea ke dokter kandungan, setelah pamit pada Adit, Davin langsung meninggalkan kantor dan menuju pulang ke rumah, dia juga sudah mengirim pesan pada Dea untuk bersiap-siap karena dia sudah di dalam perjalanan.


Setelah menempuh beberapa saat perjalanan akhirnya Davin tiba juga di rumah mereka, Davin langsung masuk ke dalam rumah dan mendapati istrinya sedang duduk menunggunya di ruang keluarga.


Davin langsung mencium sang istri membuat Dea sedikit malu karena perlakuan Davin.


"Ayo kita jalan, nanti kita telat lagi, apa lagi aku sudah daftar dari tadi" ajak Davin pada Dea.


Dea langsung berdiri dan mengikuti Davin dari belakang, tidak lupa dia mengunci pintu, karena rumah mereka tidak ada orang, karena sang mama berada di rumah Dita tepat di samping rumah Davin dan Dea.


πŸ’•πŸ’•πŸ’•


Hai jangan lupa singgah di karya terbaruku, baru update 16 episode πŸ™πŸ€— terimakasih sebelumnya.



Dan jangan lupa tinggalkan jejaknya ya kakak-kakak, kalau cerita tentang Adit dan Dita tinggal beberapa episode dan akan end, dan mungkin akan berlangsung pada cerita anak-anak mereka nantinya, tapi aku belum tau juga, karena aku ingin fokus pada cerita Sean dan CasandraπŸ™πŸ€—πŸ˜˜

__ADS_1


🌷🌷🌷Bersambung 🌷🌷🌷


__ADS_2