Jatuh Cinta Setelah Menikah

Jatuh Cinta Setelah Menikah
CELINE ,CELINE,DIA CEMBURU


__ADS_3

Sesampainya Bram di apartemen ia segera masuk keadaan rumah yang sepi lampu dalam keadaan mati, Bram membuka pintu balkon dan membuka gorden agar cahaya dari luar bisa masuk.


ia mengaktifkan ponselnya ternyata Allea sudah menghubungi Bram hampir 30 kali. ia bergegas mencuci wajahnya dan berganti pakain ketika ia membuka bajunya tiba-tiba ...


"braaaak...." seseorang mendorong pintu kamar Bram.


"woooooy...." Bram terkejut ia berteriak, ternyata Allea yang membuka pintu kamar Bram secara tiba-tiba dan ternyata sedari tadi Allea berada di kamarnya ia sengaja mematikan lampu dan menutup gorden seolah ia sudah berangkat ke kampus.


Allea masuk ke kamar Bram dengan wajahnya penuh kesal, Bram hanya menarik nafas karena saking terkejutnya.


"apaan sih Allea bikin kaget ajah" Bram bicara sembari memakai bajunya.


"rupanya mas pulang ke rumah jam segini?? disaat aku kuliah ...! mas ngehindar dari aku" Allea mulai mengomel, Bram hanya diam.


"iyaa, kita kan mau cerai jdi buat apa tiap hari ketemu, kita kan lagi pisah ranjang" Bram melihat ke arah Allea.


"lluooh ga cuma pas nunggu cerai doank kali, emang dari awal juga kita udah pisah ranjang aku di sana mas disini..!" Allea menunjuk kamarnya dan kamar Bram.


"ohh iyaa yaah, ck ... bram bodoh bgt." bisik hati Bram dan bibirnya menyunggingkan senyum.


"mas dari mana?? mas ga kerja? mas tidur di mana?" tanya Allea tanpa henti.


"hadoohh ... satu satu nanya nya" Bram menoleh kesal ke Allea


"hmm maaf" ketus Allea


"aku dari kantor, aku ga kerja, aku tidur di rumah Celine!" Bram menoleh ke Allea dengan mengangkat kedua alisnya seraya meledek Allea, wajah Allea seketika menjadi merah menahan kesal.


"kenapa?? cemburu? marah ? kan kamu udah nyerahin aku ke cetline jadi ga masalah dong aku tidur di rumahnya?" Bram tersenyum, dan segera ia membuka celana panjang untuk ganti dengan yang celana pendek, Bram membuka resleting celana nya


"maaas...!!" teriak Allea ia menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


"kenapa sih Allea berisik banget deh?" tanya Bram yang ikut berteriak.


"jangan buka disini kek. di toilet sana" Allea masih menutup wajahnya.


"terserah aku lah inikan kamarku." Bram tetap membuka celananya dan ganti celana pendek, Allea segera pergi dari kamar Bram, dengan cepat masuk ke kamarnya.


"jeddeerr" Allea membanting pintu kamarnya, bram hanya tersenyum geli melihat tingkah Allea.


Tak lama kemudian Bram mengampiri kamar Allea.


"tok.. tok..took" Bram mengetuk kamar Allea.


"llea buka dulu dong" pinta Bram.


"udah aku ngomong di sini ajah" jawab Allea dari dalam kamar.

__ADS_1


"ya ga enak lah, cepet buka dulu" pinta Bram lagi, dan allea pun membuka pintu kamarnya.


"ada apa...??" ketus Allea.


lengan kanan Bram memegang tembok dan wajahnya ia dekat kan ke allea.


"jutek amat sekarang mentang-mentang mau cerai!" senyum Bram menyeringai.


"hheeuuh ..." Allea menarik nafas dalam-dalam.


"aku udah tanda tangani permohonan cerai, dan dalam 2 minggu ini kita resmi pisah" Bram menatap wajah Allea, Allea pun sama menatap lekat wajah Bram.


"ko mas. mutusin sndiri kita belom bicarakan ini!" Allea mengatakan sembari menatap kesal ke Bram.


"hah.. bukannya kamu yang mutusin sendiri untuk cerai tanpa bicarakan dulu sama aku, tanpa beri aku kesempatan buat berubah dan malah seenaknya nyerahin aku ke celine...!" suara bram sedikit meninggi.


"ia emang aku ga bicarakan dulu sama mas. lagian salah siapa mas ga pulang pulang, nginep di rumah celine kalo mas mau berubah dan mempertahankan rumah tangga kita seharusnya dari awal mas putusin dan tinggal kan celine ga usah nunggu aku yang nemuin celine, sekarang aku udah nemuin celine mas ga terima malah nyalahin aku" Allea berbicara dengan nada tinggi, Bram hanya diam menatap mata Allea.


"kamu cemburu??" tanya Bram ketika menatap mata Allea.


"ga.. tuh" Allea membuang muka.


"jangan bohong.. mata kamu bilang kamu cemburu" Bram tertawa kecil, Allea gugup dan mengalihkan pandangannya.


"aku ga suka kamu bohong, kalo cemburu jujur, kalo benci jujur,kalo ga suka jujur,kalo ga cinta sama aku jujur, kalo kamu mencintai aku kamu juga harus jujur" Bram membelai pipi Allea dengan punggung jari telunjuk nya, Allea semakin gugup, wajah nya memerah, ia tak bisa berkata apa apa hanya diam.


.


"mas apa-apaan sih" Allea terlihat kesal, namun Bram


hanya tersenyum dan meningglkan Allea di depan pintu kamarnya.


sebelum ia masuk ke kamar nya Bram menoleh kembali ke Allea


"sebelum kita pisah ayoo kita buat moment indah. biar gak terlalu nyesek pas kita pisah nanti, aku mau tidur siang dulu persiapan nanti malam mau ke tempat Celine" Bram tersenyum meledek ke Allea padahal Bram hanya membohongi Allea dengn membawa-bawa nama celine, Bram menutup pintu kamarnya, Allea hanya diam.


"bodo amat mau ke rumah celine kek, ke rumah tante tante kek gue ga peduli" Allea masuk ke kamar membanting pintunya


"hahahahhaha.. lucuu juga lihat Allea cemburu" Bram menahan tawa di kamar nya.


Sabtu pagi Allea sudah bangun lebih dulu ia sibuk membuat sarapan nasi goreng spesial, bram bangun dan segera mandi, setelah mandi ia meminum kopi yang telah di buatkan oleh Allea, setelah Allea selesai membuat sarapan pagi ia pun duduk di depan tv sambil makan sarapan yang ia buat sendiri.


"lea sarapan buat aku mana ?" tanya Bram.


"ohh mau sarapan. yaah aku cuma buat satu porsi." Allea melirik nasi goreng di hadapannya.


"heumm..." Bram menarik nafas panjang, Allea hanya Cuek menyantap sarapan nya.

__ADS_1


"minta bikinin ke Celine ajah mas,kan klo lagi cinta cinta nya masakan kurang garem atau nasi di siram aer ajah terasa enak ajah.." Allea nyengir meledek Bram.


"balas dendam ceritanya" bisik hati Bram, namun Bram tak membalas omongan Allea, ia langsung menuju balkon dan bersantai sambil mendengarkan musik.


Tak lama kemudian Allea menghampiri Bram.


"mas. aku pergi dulu" pamit Allea


"mau kemana kamu?" tanya Bram.


"mau ketemuan sama Celine mau bilang kita pisah 2 minggu lagi dan aku mau minta dia buat siap-siap" Allea pergi meninggalkan Bram


"allea. apa-apa an sih" Bram bangun menarik lengan Allea.


"loh kenapa?,mas..! ga baik loh belom nikah udah nginep di rumah selingkuh an.." mata Allea melotot ke Bram.


"siapa yang selingkuh?" nada Bram meninggi.


"yaa mas lah, masa aku.!" Allea membalas dengan nada agak tinggi.


"aku gak selingkuh aku lelaki baik baik tau"


"oh yaa. oow Abraham lelaki baik-baik yang gak pulang ke rumah nginep di rumah selingkuhan" Allea mendekati wajah Bram.


"aku gak selingkuh"


"boong.."


"aku ga bohong"


"ohh yaa..,masa sih, kalo bener ga selingkuh mana buktinya" Allea semakin menyudutkan Bram


"ada kok buktinya" bram mencoba mengelak


"mana? mana? ga ada kan ?"


"ada ko ada."


"ayo tunjukkan ga bisa kan? ga bisa kan." allea mendekati wajah Bram menyudutkan Bram.


"aku putus dengan celine" Bram merasa tersudut dan ia keceplosan mengatakan itu.


"adoohh niat pengen bikin Allea cemburu malah keceplosan" bisik hati Bram , Allea juga ikut terdiam.


"ck.. haeuuhh... aku putusin celine, karena aku lebih milih kamu, karena kamu istriku, karena aku. ...aku mencintaimu Allea" Bram menoleh ke luar balkon tak berani menatap mata Allea.


Allea pun sama ia terlihat gugup setelah mendengar pernyataan dari mulut Bram, Allea pergi dan segera berlari menuju kamar dan menutup pintu, bram hanya diam dan menoleh ke kamar Allea sembari tersenyum kecil.

__ADS_1


__ADS_2