Jatuh Cinta Setelah Menikah

Jatuh Cinta Setelah Menikah
Eps 93


__ADS_3

Pagi ini Adit dan Davin lagi sibuk dengan pekerjaan mereka, tiba-tiba Risna datang menemui mereka katanya ada yang ingin bertemu.


Tok tok tok...


"Masuk" jawab Adit.


"Maaf Pak, ada yang ingin bertemu dengan bapak" ucap Risna setelah membuka pintu ruangan.


"Ok kamu persilahkan masuk aja" jawab Adit.


"Baik Pak" jawab Risna dan langsung mempersilahkan orang itu masuk ke dalam ruangan Adit.


"Selamat pagi Pak Aditya Mahesa" sapa nya pada Adit.


Adit dan Davin langsung melihat ke arah pintu tersebut, dan ternyata Zico, ya tamu mereka adalah Zico, Adit langsung menyambutnya dengan ramah beda halnya dengan Davin, dia hanya diam saja tanpa merespon nya.


"Bagai mana kabarnya pak Adit?" tanya Zico.


"Seperti yang kamu lihat, saya baik-baik saja" jawab Adit santai.


Zico langsung duduk di sofa setelah di persilakan duduk oleh Adit, Davin hanya menatap layar laptopnya sedangkan Adit ikut duduk menemani Zico.


"Ada perlu apa? tumben singgah" ucap Adit pada Zico.


"Saya cuma kangen aja dengan tempat ini beberapa tahun lalu, ternyata perusahaan ini semakin berkembang dengan pesat" jawab Zico sambil memperhatikan ruangan Adit.


"Ya kalau kita bekerja dengan jujur pasti hasilnya juga bagus, dan kebetulan semua karyawan di sini bekerja dengan jujur bekerja dari hati" jawab Adit membuat Zico sedikit tersinggung.


"Sial dia menyinggung gua, batin Zico.


Davin yang mendengar jawaban Adit hanya tersenyum, Zico juga tersenyum tapi tersenyum di paksa.


" Rasain loe" batin Davin tertawa paus dalam hati.


Zico langsung mengalikan obrolannya, dia langsung membahas tentang pengajuan kerja sama yang pernah dia ajukan ke perusahaan Adit, tapi Adit langsung menolaknya secara halus, karena Davin sudah menyelidiki dan ternyata Zico hanya ingin balas dendam karena di pecat oleh Adit karena ketahuan korupsi.


Karena merasa tidak ada jalan, Zico langsung pamit pulang.


"Kalau begitu saya pamit dulu pak Adit" ucap Zico.


"Ok terimakasih sudah meluangkan waktunya untuk berkunjung ke kantor kami" jawab Adit.

__ADS_1


"Sama-sama, saya pamit dulu" Zico langsung berdiri dari duduknya dan langsung meninggal ruangan Adit.


Banyak karyawan yang melihat Zico datang berkunjung ke perusahaan tempat mereka bekerja, menurut mereka Zico orang yang tidak tau malu, masih berani menampakkan mukanya, padahal dulu Zico hampir membuat mereka jadi pengangguran.


Untung saja Adit dan Davin segera mengetahui perbuatan busuk Zico dan langsung memecatnya di hadapan semua karyawan.


Di dalam ruangan Adit, Davin dan Adit asik mengobrol, membahas kedatangan Zico secara tiba-tiba.


"Untuk apa dia ke sini?" ucap Davin sambil menatap laptop.


"Mana aku tau, kan kamu sendiri dengar kalau dia ingin datang mempertanyakan soal pengajuan kerja samanya" jawab Adit.


"Banyak alasan saja, dia kira kita bodoh apa" jawab Davin kembali.


Adit kembali ke tempat duduknya dan melanjutkan pekerjaannya yang tertunda. kali ini mereka tidak ada kegiatan meeting.


"Besok ada jadwal meeting dengan perusahaan pak Yohan" ucap Davin.


"Bagai mana dengan yang lainnya, apa tidak ada jadwal kita meeting dengan mereka?" tanya Adit kembali.


"Ada tapi saya belum cek, semuanya masih di Risna, nanti saya minta jadwal meeting di Risna" jawab Davin.


Mereka mengobrol sambil bekerja sampai tidak terasa sudah waktunya makan siang, Adit segera bangkit dari duduknya dan mengajak Davin untuk pergi makan siang bersama.


"Gue penasaran sama istri pak Davin? apa betah menghadapi pak Davin yang cuek itu?" ucap salah satu karyawan pada temannya yang lain.


"Gue pernah lihat, orangnya cantik dan imut" jawab yang lainnya.


"Loe ketemu di mana?"


"Di mall, mereka lagi jalan-jalan berdua, asli cantik banget seperti ibu Dita cantiknya tapi dia masih masih mudah dari ibu Dita" jawab teman salah satu dari mereka.


"sssttt, ada ibu Risna, nanti dia mendengar kita lagi" ucap yang lain.


Risna yang mendengar itu hanya pura-pura tuli saja, dia tersenyum dalam hati karena beberapa karyawan takut padanya.


"Ngapain takut ma gue, wajar lah gue marah kalau kalian bergosip tapi tidak bekerja" batin Risna dan langsung menikmati makanan yang dia pesan tadi.


Di tempat lain, Adit dan Davin tidak sengaja bertemu dengan Rio sang kakak ipar, Rio bersama asistennya Ferdi.


"Bang, ternyata di sini juga" tegur Adit pada Rio.

__ADS_1


"Eh kamu, ayo duduk sini kebetulan kami juga baru duduk ni, mungkin baru dua setengah menit" jawab Rio asal.


"kambuh lagi tuh penyakit" batin Davin


Adit dan Davin langsung duduk, setelah pelayanan datang membawa daftar menu, akhirnya mereka berempat memesan makan yang mereka inginkan.


Sambil menunggu pesan mereka datang, adit, Ferdi dan Davin asik mengobrol tapi tidak dengan Rio, dia malah asik Video_call dengan istrinya, di tidak peduli dengan orang di sekitarnya, gombalan-gombalan receh berhasil keluar dari mulut Rio untuk sang istri.


Sampai makanan mereka pun datang Rio juga belum mematikan sambungan vide_callnya dengan Mia.


"Bang matikan dulu telepon nya, kasian itu makanan sudah dari tadi manggil-manggil mau di makan" ucap Adit pada kakak iparnya.


Rio langsung pamit pada istrinya dan mematikan sambungan telfon nya dan langsung menyantap makanan yang dia pesan tadi, mereka makan sambil mengobrol santai, tapi obrolan mereka tidak jauh-jauh dari kata pekerjaan.


Tidak lama mereka akhirnya selesai makan siang, Adit memberikan kode pada Davin, dengan sigap Davin langsung berdiri menuju meja kasir untuk membayar makanan mereka.


"Aduh tidak enak ini makan gratis" ucap Rio bercanda, saat melihat Davin sudah kembali ke mana mereka dengan membawa bill di tangannya.


"Nanti di hitung saja bang, akhir bulan baru bayar" jawab Adit tertawa.


"Adik ipar durhaka, menurut buku yang pernah aku baca, mentraktir kakak ipar itu adalah salah satu pundi-pundi pahala" jawab Rio cengengesan.


Ferdi dan Davin hanya saling tatap, mendengar omongan yang tidak masuk akal dari Rio, sedangkan Adit hanya tertawa, Davin dan Ferdi memang cocok sama-sama pendiam.


Tidak lama mereka meninggal cafe tersebut dan kembali ke kantor mereka masing-masing, mereka berpisah di parkiran cafe.


πŸ’•πŸ’•


Dita dan Dea lagi asik membuat kue, walaupun perut Dita semakin membesar tapi Dita tetap lincah bergerak ke sana- ke mari, kadang membuat Dea ngos-ngosan sendiri melihat sang kakak ipar yang sepertinya tidak ada rasa lelah atau capek, apa lagi dengan beban berat.


"Mbak Dita lincah banget, nanti kalau melahirkan tidak terlalu susah" ucap bibi Yos yang dari tadi memperhatikan Dita.


"Betul bibi, mbak Dita kayaknya tidak ada beban, masih kuat naik turun tangga" jawab Dea.


kehamilan Dita memang spesial karena tidak mengalami ngidam yang aneh-aneh, tidak mual atau muntah seperti ibu-ibu hamil lainnya, dan dia juga tidak manja, dia banyak bergerak.


πŸ’•πŸ’•πŸ’•


Kehamilan tentang Dita yang tidak mengalami ngidam yang aneh-aneh dan juga tidak mengalami mual, itu saya tidak asal karang, tapi itu pengalaman yang aku alamiπŸ€—πŸ˜˜


Sekian dan terimakasih jangan lupa tinggalkan jejaknya ya kakak-kakak πŸ™πŸ˜˜πŸ€—

__ADS_1


πŸ’•πŸ’•πŸ’•Bersambung πŸ’•πŸ’•πŸ’•


__ADS_2