
Sore harinya Bram pulang kembali ke apartemen, di perjalanan ia terus memikirkan Allea dan kata perceraian itu. Bram masuk ke kamar Allea, ini baru pertama kalinya ia masuk ke kamar Allea dan duduk di tempat tidur Allea, Bram merebahkan tubuhnya.
"ga empuk sama sekali, selama ini Allea tidur gak nyaman yaa!" bisik hati Bram, hatinya mulai menyesali mengapa ia begitu tega memberikan fasilitas buruk untuk tempat Allea istirahat, Bram terbangun dari duduknya dan mencoba membuka lemari Allea ia mencari berkas untuk persyaratan perceraian.
Bram membuka satu persatu semua berkas di dalam laci lemari Allea.
"apaa ini?" Bram membuka amplop yang sangat familiar.
"ini kan..!!" Bram terkejut ternyata berisi kartu atm, dan kartu kredit tanpa batas limit dan sepucuk surat yang dulu Bram buat untuk Allea.
"jadi dia sama sekali gak gunain ini semua" Bram berbicara kepada dirinya sendiri.
Bram juga melihat surat nota pembelian barang yang dibayar dengan cicilan, laptop, oven listrik dan peralatan masak untuk Allea praktek, ia beli dengan menyicil dan dibayar dari gajinya dengan bekerja di toko roti, Bram terdiam hatinya seketika bergetar hebat ia selama ini salah menilai Allea. ia pun salah sudah cemburu buta dengan Wisnu, Bram terduduk lemas di lantai kamar Allea ia melihat ponsel yang di taruh di meja kamar Allea, ia meraihnya dan membuka ponsel milik Allea, Bram mengernyitkan dahinya ada yang aneh dengan kontaknya di ponselnya hanya 5 orang kontak laki-laki, ayahnya, papi, wisnu chef Christ, dan Bram
"lovely hubby." Bram terdiam menahan tangis, sambil membaca nama kontak untuk dirinya sedangkan ia sendiri tak pernah manuliskan nama kontak manis untuk Allea, ia hanya memberi nama "cewek matre" untuk kontak Allea.
Bram semakin terisak
"maafin aku Lea.." Bram terus terisak sembari membuka aplikasi yang lain di ponsel Allea dan benar saja di galeri foto banyak sekali foto Bram. dengan bermacam gaya candid, Bram menyadari betapa alleya sangat mencintainya tapi Bram yang bodoh malah mengabaikan Allea dan memilih Celine.
Setelah selesai dari kamar Allea, Bram berjaln menuju dapur, ia membuka lemari es untuk mengambil sebotol air mineral didapatinya cake buatan Allea yang sama sekali belum pernah dicoba bahkan di makan oleh Bram,ia mengambil garpu dan mencoba kue buatan Allea.
"enak... bener-bener enak.. kenapa gue dulu cuekin masakan Allea dia mungkin lelah nyiapin buat gue, sedangkan gue yang ga mau sama sekali makan makanan buatan tangannya sendiri." bisik hati Bram penuh penyesalan.
Tak lama kemudian bel pintu apartemen bram berbunyi bram segera membuka pintu untuk tamu tersebut.
"assalamualaikum" salam tamu itu.
"waalikum salam" Bram menjawab salamnya.
"dengan pak Abraham atau pak bram?" tamu itu bertanya
"iyaa saya sendiri,"
__ADS_1
"perkenalkan saya Grace, saya teman sekaligus tim kuasa hukum untuk ibu allea." Grace memperkenalkan dirinya.
"oh iyaa mari masuk" Bram mempersilahkan Grace untuk masuk.
mereka pun berbincang serius di ruang tamu, untuk membicarakan gugatan perceraian yang di ajukan oleh Allea.
Setelah kepulangan Grace Bram terdiam.
"Bram, lo mau nyerah?? perjuangin Allea jangan sampai ini benar-benar terjadi" bisik hati Bram,t ak lama kemudian ponsel Bram berdering.
"halooo,"
"Bram udah 2 hari ini lo ga masuk yaa" tanya Tio dari sebrang telepon.
"iyaa istri gue sakit" Bram menjawab dengan malas.
"Wuiiihh udah di anggap nih kayaknya ... hahaha" ledek Tio ke Bram.
"ck.. apaan sih yo.., ada apa lo telepon gue" tanya Bram kembali.
"haduhh iyaa gue lupa, besok gue ke kantor deh, lu sekarang di mana?" tanya Bram tentang keberadaan Tio.
"gue lagi ngupi-ngupi ganteng di mall,"
"ohh yaudah lanjut deh, gue mau balik ke RS dulu,"
"owwwhh okee siapp" Tio menutup teleponnya, Bram pun bergegas menuju rumah sakit untuk menjaga Allea malam ini.
sementara itu Tio yang sedang menikmati kopi cafe di mall terbesar di Jakarta. ia melirik jam di tangannya nya sudah pukul 7 malam ia pun bergegas untuk pulang, dan ketika di lobi mall ia bertemu dengan seorang wanita yang tak asing untuknya.
"Celine??" panggil Tio.
"Tio?" Celine terlihat panik ketika bertemu Tio, cepat-cepat ia menghampiri Tio.
__ADS_1
"Tio sini sebentar" Celine menarik lengan Tio.
"dia siapa?" tanya Tio ke pria di samping Celine.
"haah.. dia kan arya?, wah gilaa lo, dia rivalnya Bram lo mau ngancurin si Bram" Tio mulai emosi..
"ssst.... please jangan cerita yaa ke Bram" Celine memohon ke Tio.
"gilaa lo, maksud lo apaan si cel, lu pacaran bertahun-tahun ma Bram trus d belakang braym juga lo jalan sama Arya lo tau kan si Arya ini saingannya Bram" Tio terlihat kesal kepada Celine.
"iyaa iyaa aku tau, tapi gimana yaa" Celine terdiam lalu tiba-tiba Arya menghampiri Celine yang sedang berbicara dengan Tio.
"ada apa sayang..ada masalah??" tanya Arya.
"ahh heumm enggak gak apa-apa ko sayang.." Celine melendoti Arya, Tio terlihat makin jijik melihat Celine
"lo Tio kan manager di perusahaan Abraham..?" tanya Arya.
"iyaa gue Tio, dia siapa elu?" tanya Tio tanpa basa basi
"ouwh, ini Celine mantan pacar Bram dan calon istri gue" Arya tersenyum seolah menang.
"hahahah bagus deh, kawinin ajah cewek ****** kayak ginian" Tio berbicara ke Arya.
"dan elu jauhin si Bram.. paham loe.." Tio menunjuk wajah Celine dan ia segera meninggalkan mereka berdua.
"gue harus kasih tau Bram, kalo ga dia terus menerus morotin si Bram" Tio segera naik mobilnya dan kembali ke rumah untuk bisa tenang menelepon Bram.
Sesampainya Bram di rumah sakit, ternyata Allea sudah tertidur pulas Bram mendekati alleya di belai nya pipi Allea dengan lembut dan Bram mencium lembut kening Allea.
"maafkan semua kesalahan aku.." Bram mencium kening Allea sangat lama.
"mas, jangan buat aku bimbang seperti ini, ak tau mas hanya merasa bersalah" ternyta Allea tidak benar-benar tidur ia tahu apa yang dilakukan Bram.
__ADS_1
setelahnya Bram berbaring di tempat tidur yang telah disiapkan di ruang vvip, Bram memejamkan matanya sesekali ia terbangun untuk mengecek keadaan Allea.