Jatuh Cinta Setelah Menikah

Jatuh Cinta Setelah Menikah
Bab 59 ~ Menerima ~


__ADS_3

Abian langsung terdiam saat melihat perubahan wajah Tamara,kali ini dia sudah salah ngomong makanya Tamara terlihat begitu marah.


"Sudahlah sayang aku minta maaf ya,aku tidak bermaksud mengingatkan mu tenang kejadian kelam itu_


"Sudahlah mas,aku juga juga sudah memaafkan mu makanya kita menikah seperti ini,aku juga minta maaf karena tidak bisa menjaga sikap,ya Udah karena kita lupa lebih baik kita kerumah sakit saja kita tidak boleh menduga-duga karena kita bukan dokter." Ucap Tamara,Abian langsung tersenyum melihat perubahan wajah dan sikap Tamara istrinya.


Mereka keluar dari dalam kamar hotel,sudah beberapa hari ini mereka menginap di hotel karena mereka belum mendapat rumah yang sesuai selera Abian.


Mereka berangkat menuju rumah sakit,mereka masuk ke dalam ruang periksa,Abian sedikit tegang,entah kenapa dia selalu tegang jika istrinya sedang melakukan pemeriksaan,padahal dia hannya menemani saja.


"Syukurlah sayang semuanya baik-baik saja,masih banyak waktu untuk kita membeli perlengkapan untuk lahiran nanti." Ucap Abian sambil merangkul pinggang istrinya keluar dari gedung rumah sakit.


Sudah seminggu ini Retha tinggal bersama Lilis di rumah mewah milik Lilis,dia sengaja mengundang Retha untuk tinggal bersamanya untuk beberapa waktu,sekalian mereka melihat reaksi Abian setelan minum ramuan yang di berikan oleh dukun.


"Tante hari ini keluar,kapan dong kita menemui Abian,aku sudah sangat bosan pengen cepat-cepat menikah dengan Abian jika memang tidak ada kepastian aku bisa kembali ke luar negri."Ucap Retha saat dia sedang menikmati sarapan pagi bersama Lilis.Sebenarnya Lilis sudah bosan terus-menerus ditanyai oleh Retha tapi dia terpaksa harus sabar karena semua ini terjadi juga karena dia yang terlalu menjanjikan sesuatu yang tidak pasti kepada keluarga besarnya Retha.


"Kita bertemu dengan Abian nanti sore saja,hari ini aku ada arisan dengan ibu-ibu sosialita,maaf ya kamu harus menunggu mama kali ini." Ucap Lilis,dia langsung pergi setelah menghabiskan sarapannya.


Retha meletakkan sendok nya,seketika rasa laparnya hilang saat Lilis pergi lagi meninggalkan dia,perasaanya mengatakan kalau Lilis sedang berusaha menghindarinya,selama mereka bersama setiap hari Lilis keluar tanpa tujuan yang jelas.


Retha masuk ke dalam kamarnya lalu menutup pintu,dia mengambil ponselnya dan mengadu kepada mamanya.


📞 Ma..aku takut melakukan itu ma..Bagaimana

__ADS_1


bisa mama menyuruhku untuk mencuri semua barang berharganya,bagaimana kalau dia melaporkan aku ke polisi."


📞 Baiklah kalau begitu ma,aku akan mengambil semua barang berharganya setelah itu aku akan pulang nya mom.


Retha mengakhiri panggilannya.Dia keluar dari dalam kamar lalu memperhatikan seluruh ruangan.


"Sepertinya suasana disini cukup aman,aku akan menghabiskan semuanya barang-barang berharga mu nyonya Lilis,kamu sepertinya tidak bisa membuat tindakan tegas terhadap anakmu,daripada semuanya sia-sia lebih baik aku bertindak sendiri." Ucap Retha.Dia menaiki anak tangga dengan sangat hati-hati tidak lupa memperhatikan sekelilingnya takut nya ada yang curiga kepadanya.


Retha membuka kamar Retha secara perlahan lalu mengunci dari dalam,dengan tergesa-gesa dia membuka laci lemari dan melihat tumpukan berlian mahal dan juga emas serta beberapa jam tangan yang memiliki harga yang cukup tinggi.


Retha memasukkan semuanya kedalam koper,baik perhiasan atau jam mewah milik Lilis.Setelah dia mengambil semua perhiasan mewah,matanya tertuju ke rak tas,di sana dia melihat tas branded yang bernilai miliaran,Retha langsung mengambil semua dan memasukan kedalam koper.


"Sepertinya semua barang-barang mewah sudah aku ambil,sekarang tinggal pergi dari negara ini.Lilis hannya mementingkan diri sendiri lebih baik aku kabur." Ucap Retha.Retha turun dari tangga lalu menenteng koper besar sekarang dia tidak perlu hati-hati lagi,karena dia sudah mendapat apa yang dia inginkan.


"Aneh sekali,apa yang ada di dalam kopernya,bukan kah dia datang ke rumah ini tampa membawa koper,ya sudahlah mungkin nyonya Lilis memberikan banyak pakaian bekas untuknya." Ucap pelayan lalu dia kembali ke belakang karena mobil yang menjemput Retha sudah pergi dari rumahnya.


****


Lilis memasukkan mobilnya kedalam bagasi saat hari sudah gelap,hari ini dia sengaja pulang larut malam karena dia tidak ingin Retha terus memaksakan keinginannya,padahal dia bertemu dengan Abian tadi siang dengan jelas Abian menolak keinginannya untuk menikah dengan Retha apalagi sebentar lagi istrinya akan melahirkan.


"Bagaimana ya caranya mengatakan kepada Retha kalau Abian sudah tidak mau lagi menikah dengannya,dasar dukun sialan ternyata ilmunya omong kosong semuanya." Sungut Lilis dia enggan keluar dari dalam mobilnya karena dia tidak tau harus menjawab apa pun kepada Retha.


Setelah berfikir begitu lama didalam mobilnya,Lilis keluar dari dalam mobil lalu masuk kedalam rumah.

__ADS_1


"Bibi....Bibi!!!"


Seorang pelayan berlari menghampiri Lilis yang sedang duduk di ruang tamu,


"Ada apa nyonya?"


"Kemana Retha,apa dia sudah makan malam?"


"Nyonya Retha sudah keluar dari tadi pagi nyonya,tidak lama nyonya pergi dia juga pergi meninggalkan rumah ini,tapi nyonya_


"Tapi apa? Baguslah akhirnya aku tidak mencari alasan apa pun untuk mengusirnya dari rumah ini,bagaimana lagi Abian tidak menyukainya." Ucap Lilis dengan wajah senang,tapi saat melihat pelayannya dengan wajah bingung,Lilis mengerutkan keningnya.


"Kenapa kamu bingung,kalau dia sudah pergi biarkan saja tidak ada yang perlu di khawatirkan." Ucap Lilis,lalu dia meninggalkan pelayannya yang masih berdiri di ruang tamu.


"Bebas akhirnya aku bebas dari wanita itu." Ucap Lilis,dia membuka pintu kamarnya,matanya terbelalak saat melihat kamarnya yang begitu berantakan.Dia berlari ke arah lemari hiasnya dan membuka kotak perhiasannya dia sangat kaget saat melihat isinya yang sudah kosong.


Setelah melihat semua perhiasan dan jam tangan nya hilang,matanya beralih ke tempat tasnya,dan dari sana dia melihat tas edisi terbatas yang dia beli seharga miliaran raib juga,jantungnya langsung berdebar kencang,tubuhnya gemetaran dan wajahnya pucat pasi.


Lilis bertahan untuk tidak pingsan,dia berusaha keras untuk keluar dari dalam kamarnya dan turun kebawah.


"Bibi.....!!" Pelayan itu langsung berlari dia menaiki tangga dan menopang tubuh Lilis yang hampir jatuh kebawah.


"Bibi....Wanita itu membawa semua hartamu,bagaimana ini bibi....Ternyata dia seorang pencuri...Bantu kau kebawah,aku ingin menghungi Abian dan memberitahu semuanya." Ucap Lilis.Pelayan membawa Lilis menuruni tangga dan membantunya duduk di atas sopa setelah itu dia memberikan segelas air kepada majikannya.

__ADS_1


*** Bersambung***


__ADS_2