Jatuh Cinta Setelah Menikah

Jatuh Cinta Setelah Menikah
TERNYATA AKU MENCINTAIMU


__ADS_3

Rabu sore saat Bram pulang dari kantor Bram tak mendapati Allea di rumah, rumah dalam keadaan kosong namun makan malam sudah tersaji di meja makan, Bram mencoba menelepon Allea namun ponsel Allea tertinggal di kamarnya, satu jam kemudian Allea pulang dengan keringat yang membanjiri tubuhnya.


"assalamualaikum" Allea mengucapkan salam


"waalikum salam" Bram menjawab salam Allea ia sedikit terkejut dengan keadaan Allea yang basah oleh keringat


"kamu abis dari mana??" tanya Bram.


"habis nge gym, lumayan kan dapet id card gratis nge gym untuk penghuni apartemen" Allea menyeka keringatnya, Bram hanya menatap Allea dengan aneh


"mas udah makan belom" tanya Allea.


"belom nunggu istri yang lagi sibuk nge gym ...!" ketus Bram, Allea tak menjawab ia hanya cuek dan Allea bergegas untuk mandi ketika Allea sedang mandi datang kurir paket untuk Allea


"ning..nong..ning..nong.." kurir berkali-kali menekan bel rumah Bram, bram bangun dari duduknya dan membuka pintu.


"paket ....untuk ibu Allea pak" si kurir tersenyum.


"ohh iyaa," Bram menerimanya dan membawanya masuk Bram melihat deskripsi di paket tersebut.


"make up kit anda face mask aloevera from korea." Bram membaca nya dengan seksama sembari mengernyitkan dahinya.


"si Allea mau mulai dandan yaa." Bram tersenyum, tak lama kemudian Allea keluar dari kamar mandi namun Bram tak mengatakan apa-apa tentang paket, Bram hanya diam menonton tv, Allea sibuk membuka ponselnya.


"loh kok katanya paket nya sudah sampai kok belum aku terima yaa" bisik hati Allea ia terlihat gusar, Bram melirik Allea yang duduk di sampingnya terlihat gelisah


"nih... " Bram memberikan kotak paket untuk Allea.


"loh mas yang terima" Allea hendak mengambil paket itu namun Bram menarik kembali paket itu.


"buat apa satu set perawatan dan kosmetik ini, kamu mau berdandan?" tanya Bram dingin.


"hahaha iyalah kan mau jadi single lagi hahaha harus cantik" ledek Allea melirik ke Bram dan ucapan Allea membuat Bram kesal.


"ouwh.. biar cepet laku yaa setelah pisah dari aku nanti" Bram mengatakan itu dengan kesalnya.


"hahahaha hahaha" Allea makin tertawa terbahak-bahak.


"Allea.. kalo aku ga mau kita pisah gimana??" tanya Bram menatap mata Allea.


"heum ... hmmm ... mas buktikan ajah mas bisa berubah dan ga ada Celine Celine yang lain, apa lagi kalo mas balikan lagi sama Celine aku mundur teratur ajah" Allea menunduk.


"jujur yaa mas aku juga ga mau rumah tangga kita kandas begitu ajah," Allea menatap Bram.

__ADS_1


"kalo beneran begitu kenapa kamu mau kita cerai..? kamu belum tau aku harus bagaiman ke Celine, kamu juga ga tau aku harus milih siapa, sekarang udah jelas aku milih istri aku tapi kamu masih pengen cerai juga." Bram menatap Allea.


"sebenarnya ada masalah selain celine mas" Allea menarik nafas nya dalam-dalam.


"trus apa dong.?" bram semakin bertanya-tanya.


"heum tahun ini ada pertukaran mahasiswa dan kemungkinan aku terpilih untuk belajar di hotel bintang 5 di Kanada, aku ga mau ninggalin mas sendiri dalam ikatan pernikahan aku pasti ga fokus karena meningglkan suami Ku sendirian, mas tau kan cita citaku jadi cheft, di tambah hati aku sakit lihat mas sama Celine dan cemburu nya mas yang membabi buta itu," Allea tertunduk.


"Allea ... Allea.. bodoh baget sih mikirnya kek begitu" Bram menarik Allea ke pelukannya, Allea hanya diam sembari memanyunkan bibirnya.


"semua kan bisa di omongin Allea"


"di omongin ...? kan mas sendiri yang begitu dari awal gak anggap aku, ga pernah ngobrol sama aku selalu sibuk sendiri dan Celine" Allea bicara tanpa henti


"mmuach....,brisik, bawel" Bram mencium cepat bibir Allea.


"ihh mas.. apaan......"


"mmuach..." Bram kembali mencium cepat bibir Allea, dan Allea berhenti berbicara, Bram hanya tersenyum melihat tingkah istrinya yang malu malu itu


"Lea.. apa pernah dari awal nikah aku ngelarang kamu kuliah?" Bram bertanya, Allea hanya menggeleng-gelengkan kepalanya


"dari awal kita menikah walaupun saat itu aku ga peduliin kamu, tetap aku prioritas kan kamu, karena kamu istri aku, dari kebutuhan mu, uang saku yang aku kasih tiap bulan tapi gak ada satupun yang kamu gunain, kamu lebih milih kerja di toko roti, aku ga marah cuma sedikit kesal" Bram tersenyum membelai rambut Allea.


"kamu belum cek yaa ke kampus" tanya Bram.


"belum, cek apa, dan kenapa?"jawab alleya dan bertanya ke Bram


"satu hari kita menikah aku ke kampus kamu, aku cek semua biaya kuliahmu semuanya sudah lunas sampai kamu lulus nanti" Bram tersenyum dan membuat Allea terkejut


"haaah yang benar mas.." tanya Allea seakan tak percaya, Bram hanya mengangguk.


"jangan pergi jangan tinggalin aku Allea, aku ingin rumah tangga kita utuh, aku ingin perbaiki semuanya" Bram menatap dalam mata Allea,


mendengar ucapan Bram Allea segera memeluk Bram dengan erat dan Bram pun membalas pelukan Allea dengan erat pula.


"janji yaa jangan sakitin aku lagi, jangan macam macam dengan wanita wanita di luar sana, kalo mas macam macam aku akan pulang ke rumah mama dan aku pastiin ga bakal kembali ke sisi mas lagi" Allea bicara sembari memeluk Bram dan memejamkan matanya.


"iyaa mas janji" Bram mencium pipi Allea yang sedang berada dalam pelukannya.


"ah mas pertukaran mahasiswa nya gimana aku pergi 3 bulan lagi" Allea melepaskan pelukannya.


"pergi lah, mas tunggu d sini, nanti kalo mas rindu mas ke Kanada temuin kamu" Bram bicara lembut ke Allea

__ADS_1


"kalo aku pergi mas jangan selingkuh yaa....?!" ancam Allea


.


"hahaha enggak lah.." Bram tertawa mendengar ancaman Allea


"kaloo gituuh kitaa Sekarang....hap" Bram membopong Allea


"maaaas.. turunin aku.." Allea memukul dada Bram sembari tertawa, Bram hanya senyum dan tertawa kecil, Bram membawa Allea kekamar nya.


"mas itu disana kamar aku" Allea mencoba menolak masuk kamar Bram. Bram menjatuh kan tubuh Allea di kasur miliknya.


"mulai hari ini dan seterusnya kamu tidur di sini, sama aku, masa suami istri beda kamar" ledek Bram.


"yeeee mas yang mau mas juga yang nyuruh" Allea bicara sambil memanyunkan bibirnya.


"hahaa iyaa lupaa maaf" Bram mencium lembut pipi, kening, bibir Allea, ciuman itu semakin di rasa turun hingga leher.


"aduhh. ko mas kebablasan begini..aduuh" bisik hati Allea yang mulai takut dan panik, ciuman Bram semakin liar.


Allea tidak bisa menolak perlakuan Bram itu. tanpa terasa pakaian atas Allea sudah terlepas.


"Allea.. kamu harum" Bram mengatakan itu sambil menciumi Allea. membuat Allea merasa malu.


Bram sudah semakin liar dan ia semakin ingin mencumbui Allea malam itu, ketika Bram hendak membuka hotpants yang di pakai Allea, Allea menghentikan tangan Bram. Allea mencium bibir dan pipi Bram kemudian berbisik


"MAS .... AKU SEDANG DATANG BULAN ...!!" bisik Allea ia bicara itu sembari menahan tawa, wajah Bram memerah menahan malu dan hasrat nya yang sudah memuncak.


"hahahahahahaha mas belum beruntung" ledek Allea, bram. merebahkan tubuhnya di samping Allea.


"haehh Allea kenapa gak bilang dari tadi sih, rasa nya tuh ga enak tau, di giniin." ucap Bram pada Allea dengan nada kesal


"hahahahhaha..hahahaha lagian mas maen nyosor ajah mentang-mentang kita udah baikan" Allea tertawa tanpa henti Bram menatap kesal ke Allea yang kembali memakai bajunya.


"mmuach.. Allea mencium pipi Bram.


"aku tidur di kamarku dulu yaa.." Allea kembali tertawa dan meningglkan Bram di kamarnya.


Sesampainya di kamar detak jantung Allea berdegup sangat kencang sedari tadi ia menahan semuanya.


ia sangat gugup dan panik, semua rasa bercampur aduk malam itu senang, bahagia, takut, sedih, Allea terdiam di kamar nya.


"heum iyaa juga yaa sudah mau 5 bulan aku dan mas belum pernah tidur bersama, tak ada malam pertama setelah menikah" Allea tersenyum mengingat semua kembali dan ia juga tertawa mengingat kejadian tadi di kamar Bram.

__ADS_1


Allea mulai memejamkan matanya karena esok hari ia harus mengurus berkas untuk pertukaran mahasiswa kekanada.


__ADS_2