
Setelah Adit dan Dita pindah ke rumah baru mereka, Davin juga akhirnya ikut pindah, agar mereka bisa dekat dengan Dita, Mama Metha dan juga papa Lukman tidak mau egois, apa lagi anak-anak mereka tidak pindah ke tempat yang jauh, mereka tetap satu kompleks.
Rumah Adit dan Dita masih ramai dengan keluarga mereka, Adit juga belum masuk ke kantor dia masih mengambil cuti, hanya Davin yang masuk kerja, dia yang mengambil alih semua pekerjaan di kantor.
pagi ini Dita belajar memandikan putranya di bantu oleh sang bunda, walaupun ini anak pertama baginya tapi dia tidak manja, dia tetap ingin mandiri merawat anaknya.
Dia hanya di pantau oleh bunda Astrid atau mama Metha, dita sangat bersyukur kerena mempunyai orang tua dan juga saudara yang sangat perhatian padanya, seperti hari ini Dea dan mama Metha lagi sibuk mempersiapkan makan siang untuk mereka.
Sedangkan Mia pagi-pagi sekali dia kembali ke rumah mertuanya bersama Rio karena Rio akan ke kantor, di rumah dia tidak sendirian karena ada bibi Sumi menemaninya.
Adit yang masih cuti karena menemani sang istri melahirkan, dia lagi asik di kamar bersama dengan baby Chaim, Adit mengajak baby Chaim mengobrol walaupun baby Chaim belum tau apa-apa.
"Mas, jangan di ajak ngobrol terus, kasian baby Chaim tidak bisa tidur" ucap Dita.
"Biar sayang, supaya nanti malam dia tidur, jadi kamu juga bisa istirahat tidak begadang" jawab Adit
Dita hanya diam mendengar jawaban suaminya, Dita langsung keluar dari kamar nya menuju ke dapur, di dapur sudah ada Dea bunda Astrid dan juga mama Metha, mereka lagi asik membuat kue, mereka memang tidak ada rasa lelahnya, habis memasak makan siang kini mereka lanjut lagi membuat kue.
"Kita baru aja selesai makan siang, kini sambung lagi dengan kue" ucap Dita
"Ini kan untuk sore, teman minum kopi dan teh" jawab bunda Astrid.
"Apa kalian tidak capek, istirahat siang dulu nanti lagi baru lanjut" jelas Dita kembali.
"Ini sedikit lagi selesai, habis itu baru istirahat" jawab mama Metha.
Mereka berempat asik mengobrol di dapur sampai kue mereka matang, setelah matang baru lah mereka beristirahat siang, Dita juga sudah kembali ke kamar ternyata dia jagoannya sudah tertidur dengan pulas.
Dita juga tidak membuang-buang waktu, dia juga ikut istirahat sebelum baby Chaim terbangun, karena semalam Dita tidak bisa istirahat dengan baik.
πππ
Rian yang masih merasa penasaran pada Sesil, dia selalu menghubungi Sesil, dia selalu meminta Sesil untuk terbuka karena Rian betul-betul sudah jatuh hati padanya.
__ADS_1
Kali ini Rian menghubungi Sesil, mereka mengobrol lewat sambungan telepon, Rian kembali mengutarakan isi hatinya pada Sesil.
"Kalau saya jujur ke kamu, pasti kamu akan mundur" ucap Sesil pada Rian.
"Ngomong aja, biar saya tahu" jawab Rian di balik telepon.
Sesil kembali menarik nafas dalam-dalam karena dia tau tidak ada lagi laki-laki yang mau padanya setelah mereka tahu masa lalu nya.
Karena bujukan dari Rian akhirnya Sesil terbuka pada Rian, menceritakan semuanya pada Rian, tidak ada lagi yang dia sembunyikan, agar Rian berhenti mengejarnya.
Tapi ternyata semua di luar dugaan Sesil, malah Rian menerimanya dengan ikhlas, membuat Sesil tidak dapat menahan air matanya, dia terharu dengan keadaan begini masih ada laki-laki yang mau menerima dia dengan ikhlas.
"Kenapa kamu menangis, itu udah masalah lalu kamu, aku harap kamu bisa belajar dari apa yang sudah terjadi" ucap Rian pada Sesil.
Walaupun Rian sedikit shock mendengar pengakuan Sesil tapi karena rasa cintanya pada Sesil akhirnya dia menerima Sesil apa adanya.
"Saya malu sama kamu, karena kamu bisa menerima saya apa adanya, menerima wanita kotor seperti saya ini" ucap Sesil sambil menangis lewat sambung telepon.
"Bagai mana kalau nanti malam kita ketemuan, nanti saya jemput kamu" lanjut Rian.
Sesil mengiyakan ajakan Rian karena dia juga betul-betul mau tahu apa betul Rian benar-benar tulus menerima nya, apa lagi dia sudah tidak suci lagi.
Setelah janjian ketemu, akhirnya Rian memutuskan sambungan telepon nya, karena dia akan segera menyelesaikan pekerjaannya agar nanti tidak telat menjemput Sesil.
Rian sangat bahagia akhirnya dia tidak jomblo lagi, dia berencana akan segera melamar Sesil, tapi itu dia utarakan semuanya pada Sesil saat mereka bertemu nanti, Rian tidak ingin berlama-lama apa lagi dia mengingat umurnya yang tidak mudah lagi.
ππ
"Selamat siang bos" sapa Nadin pada Rio
"Selamat siang Nadin, ayo silakan masuk" jawab Rio.
"Ini pak semua berkas-berkas yang bapak minta sudah ada di sini" ucap Nadin sambil menyodorkan berkas-berkas yang dia pegang dan meletakkan di atas meja.
__ADS_1
"Terimakasih Nadin, oh ya kamu tidak memberikan saya selamat ini?" tanya Rio pada Nadin.
"Selamat apa pak?" jawab Nadin dengan sedikit bingung.
"Kerena kemarin dulu ponakan saya lahir, anaknya adik saya" jawab Rio.
"Oh ia selamat ya pak Rio, ternyata bapak sudah om-om ya" ucap Nadin memberikan selamat pada Rio.
"Ia berikan selamat sih tapi tidak usah juga kali ikut kata om-om nya, itu terkesan gimana begitu" jawab Rio.
"Terkesan tua ya pak?" tanya Nadin kembali.
"Ia kamu betul, saya ini kan masih mudah, kalau di panggil om-om kan nggak enak di dengar" jawab Rio.
Banyak lagi obrolan yang tidak masuk akal yang di bahas Rio dan juga Nadin, betul-betul bos dan sekertaris somplak, seandainya Nadin tidak pacaran dengan Ferdi dan Rio sudah menikah, bisa saja mereka jadi bahas santapan gosip parah karyawan yang bermulut ember.
Setelah selesai mengobrol tentang hal yang tidak masuk akal akhirnya Nadin pamit keluar, dan kembali ke mejanya.
"Nadin, bisa minta tolong nggak?" tanya Rio padanya.
"Bisa pak, bapak mau di tolong apa" tanyanya pada Rio.
"Minta tolong buatkan saya kopi dong, soalnya saya sedikit ngantuk" Jawab Rio pada Nadin.
Nadin yang mendengar itu, dia langsung keluar dari ruangan Rio dan segera pergi membuat kopi pesanan Rio.
πππ
Hai pembaca yang baik hati, mungkin cerita tentang afit dan Dita aku tidak lanjut ke part 2 seperti novel-novel pada umumnya, walaupun berlanjut ke part 2 tentang anak-anak mereka, mungkin aku bikin cerita yang baru tidak berlanjut di sini, karena aku takutkan kakak-kakak yang baik hati nantinya bosan,
Kalau ada yang ingin lanjut ke cerita tentang anak-anak mereka boleh kasih masukan ke aku yaπ€π
ππππBersambung ππππ
__ADS_1