Jatuh Cinta Setelah Menikah

Jatuh Cinta Setelah Menikah
Eps 116(season 2)


__ADS_3

"Bunda kakak Rere itu cantik dan baik banget" cerita pada bundanya saat mereka lagi makan malam bersama di rumah.


"Ketemu di mana dengan Rere nak?" tanya bunda Dea.


"Kami ketemu secara tidak sengaja, saat makan siang tadi, aku kan ikut papa Adit makan siang dan juga Cello, dan kak Rere juga lagi makan siang sama kak Chaim" lanjut Tya.


"Bagus dong nak kalau Rere orang nya begitu" jawab bundanya.


Ayah davin hanya jadi pendengar setia saja sambil menikmati makan malamnya.


Setelah makan malam, Tya membersihkan meja dan mencuci piring, karena di rumah mereka tidak ada pembantu, bukannya tidak mampu memperkerjakan seorang asisten rumah tangga tapi itu permintaan bunda dea sendiri.


Itu membuat Tya juga bisa mengerjakan semua pekerjaan rumah, setelah selesai mencuci piring, barulah Tya kembali bergabung dengan kedua orang tuanya.


πŸ’•πŸ’•


Ema yang sibuk dengan pekerjaannya tidak pernah mau peduli dengan pesan atau telepon dari Cello. tapi karena dia mereka kasihan karena udah ratusan kali Cello menghubungi nya dengan terpaksa mengangkat telepon dari Cello.


"*Hallo selamat malam?" ucap Ema pada Cello.


"Hallo akhirnya kamu mengangkat telepon saya juga" jawab Cello dengan senang hati.


"Ia ada apa, maaf saya tidak angkat karena lagi sibuk" jawab Ema.


Cello tidak peduli dengan alasan Ema, yang penting sekarang Ema mengangkat telepon nya dia sudah merasa senang. dia tidak menyia-nyiakan kesempatan langka menurut nya.


Banyak cara Cello lakukan agar Ema tidak menutup teleponnya.


"Bisa nggak besok kita makan siang bareng" ajak Cello pada Ema.


"Aduh bagai mana ya, aku sangat sibuk sekali karena ada baju yang harus aku selesaikan dengan tepat waktu" jawab Ema dari balik telepon.


"Ok tidak apa-apa, kapan-kapan lagi kamu harus mau ya kalau aku ajak" ucap Cello.


"Ia nanti aku lihat tapi tidak janji ya" jawab Ema.


Jawaban yang tidak di inginkan oleh Cello, walau pun mulutnya mengatakan ia tapi hatinya sakit mendengar jawaban Ema.


Tidak lama akhirnya Ema memutuskan sambungan telepon nya, dengan alasan ingin melanjutkan pekerjaannya, Cello sebenarnya belum ingin memutuskan sambungan telepon nya dengan Ema tapi dia tidak ingin Ema semakin menjauh darinya.

__ADS_1


"Setidaknya dia udah mau mengangkat telepon aku" batin Cello.


Pertemuan pertama yang membuat Cello tidak bisa melupakan Ema, walaupun dia pernah jalan dengan Anggi dan lainnya, tapi pikirannya hanya tertuju pada Ema.


Sedangkan Ema kembali fokus dengan pekerjaannya yang sempat tertunda karena mengobrol dengan Cello, Ema memang orangnya tidak suka menunda-nunda pekerjaannya, karena dia tidak ingin mengecewakan customer nya.


Ema sangat profesional dalam pekerjaannya, makanya banyak customernya yang menyukai hasil karya tangannya sendiri. butik yang dia miliki adalah hasil tabungannya selama ini, dan menjadi desainer adalah cita-citanya sejak kecil.


Dan sekarang dia sudah mempunyai beberapa butik dan puluhan karyawan, tapi dia selalu turun tangan untuk mengerjakan pekerjaannya.


πŸ’•πŸ’•


"Kakak, kapan kita ke rumah Rere?" tanya oma Astrid pada Chaim.


"Ia betul itu, menurut mama lebih cepat lebih bagus, nanti pacaran setelah menikah" lanjut mama Dita.


"Ia nanti aku bicarakan dengan Rere dulu" jawab Chaim.


Oma Astrid dan mama Dita setuju dengan jawaban Chaim. bukan cuma mama Dita yang semangat dalam rencana pernikahannya Chaim dengan Rere tapi semua keluarga mereka, begitu juga dengan mama dan papa Rere serta keluar besar mereka.


Chaim yang pamit ke pada mama dan omanya karena dia akan kembali ke kantor nya, Chaim hanya datang makan siang, itu kebiasaan Chaim.


"Hati-hati ya nak, jangan ngebut-ngebut" jawab mama Dita pada anak sulungnya itu.


Setelah pamit Chaim langsung melanjutkan motornya menuju kantornya karena masih ada pekerjaan yang harus di selesaikan.


Sedangkan mama Dita dan oma Astrid kembali duduk mengobrol, membahas tentang rencana pernikahannya Chaim dan Rere yang entah kapan di laksanakan, karena mereka juga belum bertemu dengan orang tua Rere, dan belum melamar Rere secara resmi.


"Menurut bunda, lebih baik kamu bicara dengan Adit dan melamar Rere secepatnya" usul oma Astrid.


"Ia bunda, nanti aku bicara dengan mas Adit dan juga Chaim" jawab Dita pada bundanya.


"Bunda juga udah mau pulang, kasian ayah kamu kalau dia sendirian, tadi sebelum bunda ke sini ada Lintang tapi mungkin itu bocah udah pulang" ucap bunda Astrid pada anaknya.


"Ia bunda hati-hati ya, langsung pulang ke rumah, jangan singgah di tempat lain" ucap Dita tertawa.


"Emangnya bunda ini anak kecil" ucap bunda Astrid dan langsung berdiri dari duduknya dan menuju pintu keluar.


Dita hanya tertawa dan ikut mengantar bundanya sampai depan pintu depan, setelah bundanya pergi Dita kembali masuk ke dalam rumahnya.

__ADS_1


Sedangkan Chaim yang baru masuk ke dalam halaman parkit kantor polisi, dia melihat rekan-rekannya hanya duduk santai. dia tidak lupa menyapa teman-temanya yang lain.


Setelah itu Chaim langsung masuk ke dalam ruangannya, dia melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda karena jam istirahat.


πŸ’•πŸ’•πŸ’•


Lintang yang lagi menemani opa Romi di rumah opanya, mereka berdua duduk main catur, sampai mereka tidak tau kalau oma Astrid sudah pulang.


"Asik aja mainnya, sampai oma pulang tidak di dengan" ucap oma Astrid.


"Eh oma sudah pulang, kirain bermalam di sana" jawab Lintang.


Oma Astrid langsung duduk di samping suaminya, melihat suami dan cucunya lagi main catur, karena Lintang di kalah, akhirnya Lintang pamit untuk pulang.


"Udah opa, aku mau pulang, sudah ada oma" ucap Lintang merapikan catur milik opanya.


"Kok pulang sayang, kamu tidak nginap aja di sini?" tanya omanya.


"Kapan-kapan lagi baru aku nginap oma" jawab Lintang.


Setelah mencium kedua tangan oma dan opanya, Lintang langsung pamit pulang, dia menggunakan motor besarnya. rumah orang tuanya juga tidak jauh dari rumah oma dan opanya, mereka hanya beda lorong.


Lintang yang sudah sampai di rumahnya langsung memarkirkan motornya dan masuk ke dalam rumah.


"Ayah udah pulang kerja?" tanya Lintang pada ayah.


"Ia ada kakak Linzy di sana dengan om Ferdi jadi papa bisa santai" jawab papanya.


"Aku ke kak Linzy deh, nanti sama-sama aku pulang" ucap Lintang.


"Seharian sudah tidak di rumah, baru datang mau pergi lagi" protes ibunya.


Lintang langsung duduk di samping ibunya, dia memeluk ibunya dengan kasih sayang, anak bungsu nya itu memang sedikit manja pada ibunya, dan dia juga sangat menyayangi kakaknya, dia berusaha selalu melindungi kakaknya, makanya dia ingin ke kantor kakaknya agar ada yang menemani kakaknya saat pulang kerja nanti.


πŸ’•πŸ’•πŸ’•


Jangan lupa di like dan komentar ya kakπŸ™πŸ€—πŸ˜


Semoga aku bisa up dua kali sehari, sekarang ini aku masih sibuk di dunia nyata🀣

__ADS_1


πŸ’•πŸ’•πŸ’•Bersambung πŸ’•πŸ’•πŸ’•


__ADS_2