
Cello beberapa hari ini sudah mulai di sibuk kan oleh pekerjaan nya di kantor, apa lagi tya sudah pindah ke kantor cabang yang di pegang oleh ayahnya sendiri, waktu bersama sang kekasih sedikit berkurang apa lagi Ema juga sangat sibuk.
Tapi hal itu tidak membuat hubungan mereka renggang, malah makin hari makin romantis, karena mereka berdua saling percaya, dan Ema sudah yakin kalau Cello tidak seperti dulu lagi.
Kepercayaan yang di berikan Ema padanya betul-betul di pergunakan Cello dengan baik, karena dia tidak ingin kehilangan wanita yang dia cintai, wanita kedua yang paling dia cintai karena cinta pertamanya adalah mama Dita.
Hari ini rencananya akan makan siang bersama Ema tapi lagi-lagi batal karena akan menghadiri meeting sekalian makan siang dengan rekan bisnisnya, untung Ema bisa mengerti dengan pekerjaannya.
Mereka berdua hanya melepas rindu dengan video_call.
Ema sangat bahagia mengobrol dengan Cello walaupun hanya lewat video_call, hanya itu yang mereka berdua lakukan kalau tidak bisa bertemu secara langsung.
Di tengah-tengah kesibukan mereka, tapi mereka tidak pernah lupa saling memberi kabar satu sama lainnya, apa lagi Cello dia tidak ingin Ema berpikiran aneh-aneh, makanya dia selalu mengabari kekasihnya walaupun hanya lewat chat atau video_call, karena menurut nya mendapatkan Ema butuh perjuangan, dan tidak boleh lepas begitu saja.
🌷🌷
Hari ini Rere akan ke kantor Chaim untuk mengantarkan makan siang untuk suaminya, karena Chaim tidak bisa pulang ke rumah, awalnya Chaim melarangnya tapi Rere sedikit memaksa karena dia tidak mau kalau Chaim sampai sakit karena menunda makan siang.
"Sayang, nanti kayak aku tidak bisa pulang makan siang deh, soalnya hari ini aku sedikit sibuk" ucap Chaim sambil memakai jaket kulitnya.
"Nanti aku yang antar kan kamu makanya siang" ucap Rere.
"Tidak usah sayang, nanti aku beli roti aja, kasian kalau kamu ke sana panas-panasan" jawab Chaim.
"Kan naik kendaraan, dan tidak bagus juga kalau hanya makan roti saja sayang" ucap Rere.
"Ok sayang, aku tunggu ya" jawab Chaim dan langsung mencium pipi Rere.
Rere hanya tersenyum mendapatkan perlakuan manis dari suaminya, Rere sangat bersyukur mendapatkan suami seperti Chaim, laki-laki yang sangat romantis menurut Rere.
Setelah berpamitan pada istrinya, Chaim langsung turun ke bawah, Rere langsung menutup pintu dan kembali ke rutinitasnya sebagai ibu rumah tangga.
__ADS_1
Dan kali ini dia akan masak lebih karena tidak mungkin Chaim akan makan sendirian, pasti ada rekan-rekannya yang lain.
setelah bersih-bersih rumah, Rere langsung menyiapkan bahan masakannya, karena dia takut telat mengantarkan makan siang untuk suaminya, kali ini Rere akan memasak sayur capcay dan daging sapi pada hitam, Rere langsung menyiapkan semua bahan-bahan masakannya, setelah semuanya siap, Rere langsung memulai memasak.
Sedangkan di kantor polisi, Chaim sangat sibuk dengan pekerjaan di bantu oleh Irwan.
"Wan... tolong buatkan kita kopi dulu" ucap Chaim pada Rere.
"Siap pak" ucap Irwan dan langsung berdiri untuk keluar membuat kopi.
Tidak lama Irwan kembali masuk membawa dua cangkir yang berisikan kopi panas, sesuai permintaan Chaim.
"Permisi pak ini kopinya" ucap Irwan meletakkan secangkir kopi di hadapan Chaim.
"Terimakasih Irwan" jawab Chaim.
"Sama-sama Pak."
Mereka berdua melanjutkan pekerjaannya sambil menikmati kopi buatan Irwan.
Setelah selesai bersiap-siap, Rere langsung mengambil kunci mobilnya dan langsung meninggalkan apartemen nya, ini pertama kalinya Rere ke Kantor Chaim setelah mereka sah menjadi suami istri.
Setelah beberapa saat akhirnya Rere tiba juga di kantor tempat Chaim bekerja.
"Selamat siang Pak, bisa bertemu dengan pak Chaim?" ucap Rere pada seseorang polisi yang sedang piket.
"Siang buk, sabar ya, saya panggil dulu" ucap rekan kerja Chaim.
"Eh... ibu Rere, mari buk saya antar kan ke ruangan pak Chaim" ucap John tiba-tiba muncul.
"Aduh maaf buk, saya tidak tau kalau ibu istri pak Chaim" ucap rekan John yang sedang piket.
"Tidak apa-apa pak, permisi ya pak" ucap Rere dan langsung masuk ke dalam dan langsung mengikuti John menuju ruangan Chaim.
__ADS_1
Tok... tok.. tok.
"Permisi pak, maaf mengganggu_
" Ia ada apa john?" tanya Chaim langsung memotong omongan John.
"Ada istri bapak" ucap John.
"Oh langsung aja suruh masuk" jawab Chaim.
Irwan langsung pamit keluar karena Rere sudah berdiri di depan pintu dengan senyum manisnya, karena Irwan tidak enak kalau dia tetap ada di ruangan Chaim.
"Selamat siang, maaf mengganggu" ucap Rere dengan ramah.
"Tidak apa-apa buk, silakan masuk?" jawab Irwan.
"Ayo sayang silakan duduk" ucap Chaim.
Rere langsung duduk di sofa yang ada di dalam ruangan Chaim, dan meletakkan rantang makanan di atas meja sofa.
"Permisi pak, saya pamit keluar dulu mau makan siang" ucap Irwan.
"Kok keluar sih pak, sini aja makan siang bersama dengan kami" ucap Rere.
"Tidak usah buk, biar saya makan di kantin aja" ucap irwan dengan sopan.
Tetapi Rere tetap memaksa Irwan untuk ikut makan siang bersama Chaim, Irwan yang terus di bujuk oleh Rere langsung melihat ke arah Chaim, dan Chaim langsung mengangguk bertanda menyuruh Irwan ikut makan siang dengan mereka, Irwan akhirnya ikut makan siang bersama dengan Chaim dan istrinya.
Rere langsung membuka bekal yang di bawanya dan menyiapkan di atas meja, setelah semuanya sudah siap, akhirnya Chaim dan Irwan makan siang bersama di dalam ruangan Chaim.
🌷🌷🌷
Jangan pernah bosan memberikan dukungan nya buat aku, lewat like dan juga komentarnya.
__ADS_1
Terimakasih 🙏🤗
Bersambung 🤗😘