
"Kak, pagi-pagi udah rapih aja, padahal hari ini tidak kerja" ucap Cello pada kakaknya.
"Mau jalan, emangnya kamu di rumah terus" jawab mama Dita.
"Nggak asik, kak Chaim yang di tanya tapi mama yang menjawab" ucap Cello.
"Aku mau jemput Rere katanya dia mau jalan-jalan ke sini" jawab Chaim. membuat mama Dita dan yang lainnya sontak kaget bercampur bahagia.
"Betul kak, Rere mau ke sini?" tanya mama Dita kembali.
"Ia tadi dia telepon dia bilang mau ke sini makanya aku mau jemput" jawab Chaim sambil menikmati roti bakar yang di buat sang mama.
"Udah sana jemput, kasian nanti dia lama menunggu lagi" ucap mama Dita antusias.
Papa Adit hanya geleng-geleng kepala melihat istrinya yang begitu semangat mendengar calon anak menantunya akan datang di rumahnya.
Setelah sarapan Chaim tidak langsung pergi, dia masih duduk santai menikmati secangkir kopi buatannya sendiri.
"Kamu belum jalan kak?" tanya mama Dita kembali.
"Belum, sedikit lagi" jawab Chaim.
Mama Dita yang sangat sibuk di dapur mempersiapkan masakan untuk makan siang apa lagi nanti calon anak menantunya mau datang.
"Ma, kak Chaim aja belum jalan, mama udah Siap-siap mau masak makan siang, ini masih pagi ma" protes Cello.
"Mama cuma siapkan doang, nanti baru di masak bawel" jawab mama Dita.
Cello langsung kembali ke tuang tengah bergabung dengan papa dan kakaknya, mereka bertiga asik mengobrol.
Tidak lama Chaim pamit untuk menjemput Rere, dia pamit pada papa, mama dan juga adiknya, mama Dita sudah tidak sabar menunggu Rere.
"Aduh pa, mama tidak sabar menunggu calon anak menantu kita datang" ucap mama Dita.
"Itu baru calon kakak, belum calon aku" jawab Cello.
"Ah mama tidak mau kalau wanita yang kamu temani makan siang tempo hari, dia agak judes" jawab mama Dita.
Cello hanya tertawa mendengar jawaban sangat mama.
"Ia aku datang bawa yang lain aja deh" jawab Cello goda Cello pada mamanya.
ππ
Setelah menempuh perjalanan beberapa menit akhirnya Chaim tiba di rumah Rere, belum turun dari mobil Rere sudah menunggunya di depan pintu rumah.
"Selamat pagi menjelang siang, maaf lambat jemput" ucap Chaim dengan senyum manisnya.
__ADS_1
"Pagi juga, nggak kok, tidak terlambat, ayo kita masuk dulu mama dan papa menunggu kamu di dalam" ucap Rere.
Mereka berdua akhirnya masuk ke dalam rumah, mama lia dan papa Rifky sudah menunggunya di ruang keluarga.
"Ma, pa, kak Chaim udah datang" ucap Rere ke pada kedua orang tuanya.
"Selamat pagi ma, pa" ucap Chaim sambil mencium tangan mama lia dan juga papa Rifky.
"Pagi nak, ayo silakan duduk" ucap mama Lia mempersilahkan Chaim untuk duduk.
Rere langsung menuju dapur untuk mengambilkan minum untuk Chaim dan mengantarnya ke dapan.
"Minum dulu" ucap Rere pada Chaim.
"Ia terimakasih" jawab Chaim.
Rere juga ikut duduk di samping Chaim, papa Rifky langsung bertanya tentang pernikahan mereka berdua.
"Bagai mana rencana pernikahan kalian?" tanya papa Rifky.
"Kalau aku, tergantung dari Rere saja, tapi kalau dari keluarga aku, mereka inginnya cepat di laksanakan" jawab Chaim.
"Papa setuju dengan mereka, lebih cepat lebih bagus".
" Ia pa, aku juga sudah mikir-mikir tapi aku kembalikan lagi ke Rere" jawab Chaim.
"Kalau aku, ikut yang terbaiknya aja" jawab Rere.
"Ma, pa, apa boleh aku mengajak Rere ke rumah?" ucap Chaim pada mama lia dan papa Rifky.
"Boleh nak, bawa aja tidak kembali juga tidak apa-apa" jawab papa Rifky bercanda.
Rere langsung naik ke kamarnya untuk bersiap-siap, tidak lama Rere akhirnya turun dari lantai dua dan segera menghampiri mereka.
"Ayo kita jalan" ucap Rere pada Chaim.
"Ok ayo... ma, pa kami jalan dulu" pamit Chaim kepada kedua calon mertuanya.
"Ia nak, Hati-hati di jalan, salam sama mama dan papa kamu ya nak" ucap mama Lia.
"Ia ma, aku pasti sampaikan" jawab Chaim dan langsung berdiri mengikuti Rere yang sudah duluan ke pintu depan.
"Ma, pa, kami jalan dulu ya" pamit Rere pada mama dan papanya.
"ia hati-hati di jalan" jawab mama Lia kembali.
Chaim dan Rere udah naik ke mobil dan langsung meninggalkan halaman rumah orang tua Rere. di dalam mobil Chaim bertanya pada Rere tentang usulan orang tua mereka yang mempercepat pernikahan mereka berdua.
__ADS_1
"Bagai mana kalau pernikahan kita di percepat aja, seperti keluarga kita mau" tanya Chaim pada Rere.
"Emangnya surat-surat kamu udah beres?" ucap Rere pada Chaim.
"Minggu depan udah beres kok" jawab Chaim.
Rere hanya mengangguk-anggukan kepalanya.
"Bagai mana kalau aku lamar kamu secepatnya?" tanya Chaim kembali.
"Lamaran? nggak usah lamar-lamaran segala langsung aja pertemuan keluarga aja" jawab Rere.
"Ok dari kamu aja, biasanya kan wanita itu mau di lamar dengan romantis dan meriah" ucap Chaim.
"itu wanita yang lain, bukan aku" jawab Rere memandang Chaim.
Chaim langsung mengusap tangan Rere dengan lembut, perlakuan yang sederhana tapi romantis, hal itu membuat Rere tersenyum sedikit malu apa lagi saat melihat tatapan romantis dari Chaim.
"Orangnya pendiam tapi romantis juga" ucap Rere dalam hati.
Tidak lama akhirnya mereka tiba di rumah orang tua Chaim, setelah memarkirkan mobilnya di halaman rumah, Chaim mengajak Rere turun dari mobil.
Setelah turun mereka berdua langsung masuk ke dalam rumah, dan ternyata rumah orang tua Chaim sangat ramai, keluarga Chaim ternyata semuanya pada ngumpul.
"Selamat siang" ucap Chaim memberikan salam.
"Siang, aduh cucu oma sudah datang" ucap oma Metha langsung memeluk Rere, dan di susul oleh oma Astrid, begitu juga dengan kedua opa Chaim, yaitu opa Romi dan opa Lukman.
"Halo kak Rere" ucap Tya langsung memeluk Rere, sedangkan Linzy dan juga Lintang masih terperangah melihat kecantikan Rere.
"Kak Rere cantik banget" ucap Linzy langsung menghampiri Rere yang duduk di samping Chaim.
"Makasih tapi kamu juga cantik kok" jawab Rere tersenyum.
Semuanya pada berkenalan dengan Rere, calon kakak ipar mereka, begitu juga dengan tante dan paman Chaim.
Tidak lama mama Dita datang dan menghampiri Rere yang sedang duduk bersama keluar besarnya.
"Aduh... anak cantik mama udah datang" ucap mama Dita memeluk Rere, dan juga di balas oleh Rere.
semuanya bahagia dengan kehadiran Rere tapi tidak dengan Cello, karena lagi-lagi Ema mengabaikan teleponnya.
Beberapa kali Cello menghubungi Ema tapi tidak ada respon, Cello juga mengirim pesan tapi hanya di baca saja,m tidak di balas oleh Ema.
π π π π
Hai Kakak-kakak yang baik hati yang sudah meluangkan waktunya untuk membaca novel abal-abal aku ini, terimakasih sudah membacanya yaπππ
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya kak, lewat like dan juga komentar nyaπ€π
πππBersambung πππ