
Rere sudah memberitahukan mamanya kalau di sedang hamil, tapi Rere meminta pada k agar tidak memberitahukan kepada mama dan papa mertuanya karena mereka akan jadikan kejutan nantinya.
Mama Lia sampai menangis saat mengetahui anaknya sedang hamil.
"Akhirnya aku akan menjadi nenek" ucap mama lia sambil mengusap air matanya.
Mereka melakukan panggilan video_call bersama dengan Rere. sedangkan papa Rifky sudah berada di kantor nya.
"Papa pasti bahagia kalau mengetahui kabar ini sayang" lanjut mama Lia π
"Ia ma, pasti papa banyak aturannya, tidak boleh ini dan itu" jawab Rere tertawaπ
Rere menceritakan ke pada mamanya kalau selama dia hamil, Chaim selalu masak masak sendiri, terkadang dia merasa kasihan sama suaminya.
Setelah puas mengobrol dengan sang mama, Rere langsung berpamitan karena tidak lama lagi Chaim akan pulang makan siang.
"Ma... udah dulu ya, tidak lama lagi kak Chaim pulang makan siang" ucap Rere π
"Ia sayang.. kamu hati-hati ya, jaga kesehatan paksa makan ya jangan sampai tidak makan, kasihan bayi kamu nanti" nasehat mama Lia pada Rere π
Rere langsung menutup sambungan video_callnya pada mama Lia, Rere langsung ke dapur dia ingin memaksa untuk masak makan siang untuk Chaim, walaupun Rere masih merasa lemas tapi dia tetap menyiapkan makan siang untuk suaminya, dia juga sudah mengirim pesan pada Chaim agar tidak membeli makanan di luar.
Rere terpaksa memakai masker saat memasak karena tidak bisa mencium bau masakan, walaupun disertai drama mual, tapi Rere akhirnya berhasil menyelesaikan masakannya juga.
β€β€
Anggi yang lagi makan siang bersama maminya di sebuah cafe, dia melihat Cello dan papa Adit lagi menikmati makan siang mereka.
__ADS_1
"Mi... dua laki-laki yang ada di sana itu yang paling mudah itu Cello" ucap Anggi pada mami nya.
Sesil langsung melihat ke arah yang di tunjuk oleh Anggi, dan betapa terkejutnya karena yang di tunjuk Anggi adalah Adit dan anaknya.
"Kita pindah ya dari sini, kita cari tempat yang lain aja" ucap mami Sesil.
"Emangnya kenapa mi? kita di sini aja soalnya aku suka suasana di sini" jawab Anggi.
Mami Sesil terpaksa menuruti kemauan anaknya, dia was-was agar tidak di lihat oleh Adit, Sesil tidak berani lagi bertemu dengan Adit setelah kejadian beberapa tahun lalu saat berusaha mencelakai Dita.
Sesil tidak menikmati makan cafe siangnya karena dia ingin cepat-cepat meninggalkan cafe.
Anggi sangat kesal pada mami nya karena dia sangat buru-buru ingin pulang, padahal Anggi ingin menikmati makan siangnya.
"Mami kenapa sih dari tadi buru-buru ingin pulang, kita tidak bisa nikmati makanan" ucap Anggi pada maminya.
"Tidak sayang, mami ada arisan soalnya mami baru dapat informasi dari teman arisan mami" jawab Sesil sedikit berbohong, padahal dia tidak ingin bertemu dengan Adit.
Perbuatan masa lalu Sesil yang membuat dirinya seperti itu, seandainya dia dulu tidak pernah berbuat jahat sama Adit dan Dita mungkin dia tidak akan begitu, tidak akan menghindar seperti ini.
Setelah meninggalkan cafe, Sesil merasa lega, dia segara masuk ke dalam mobil, Anggi yang melihat maminya seperti orang di kejar sedikit heran, karena tidak seperti biasanya.
"Mami kenapa sih, kayak orang di kejar aja?" tanya Anggi pada maminya.
"Nggak sayang, mami cuma kepanasan aja" jawab Sesil berbohong.
Anggi hanya mengangguk kan Kepalanya, dia tidak ingin bertanya lagi pada maminya.
__ADS_1
Setelah masuk di dalam mobil, Anggi langsung melajukan mobilnya meninggalkan parkiran cafe, dan langsung menuju ke rumah.
β€β€
Yohan menyempatkan diri berkunjung ke kantor sahabatnya Adit, karena tidak lama lagi mereka akan menjadi satu keluarga, karena anak Yohan dan ponakan Adit tidak lama lagi akan menikah.
Tok... tok... tok.
"Permisi pak, ada yang ingin bertemu dengan bapak" ucap Mada pada Adit.
"Siapa Mada? persilahkan masuk" jawab Adit.
Mada langsung mempersilahkan Yohan masuk ke dalam ruangan Adit.
"Selamat siang bro, sorry mengganggu " ucap Yohan.
"Kok nggak kasih kabar kalau kamu mau datang, ayo silakan duduk dulu" ucap Adit mempersilahkan Yohan untuk duduk.
Yohan langsung duduk dan di ikuti oleh Adit, mereka berdua duduk mengobrol karena mereka sudah lama tidak bertemu, terakhir bertemu saat pernikahan Chaim, kebetulan Yohan yang menjadi saksi dari Chaim.
"Kapan kamu tiba di jakarta?" tanya Adit.
"Udah beberapa hari, tapi baru ada waktu bertemu dengan kamu" jawab Yohan.
Mereka berdua mengobrol, membahas pekerjaan mereka, apa lagi Adit dan Yohan menjalin kerja sama, tapi sekarang Yohan sudah pindah ke kalimantan dan perusahaannya di jakarta di ambil alih oleh anak pertamanya.
β€β€β€
__ADS_1
Jangan lupa di like dan komentar ya kakπ€π terimakasih ππ
π·π·π·bersambung π·π·π·