Jatuh Cinta Setelah Menikah

Jatuh Cinta Setelah Menikah
Eps 105 (season 2)


__ADS_3

Saat di salah satu restauran, papa Adit, Tya dan Cello lagi menikmati makan siang mereka, tiba-tiba ada wanita cantik dan seksi datang menghampiri Cello.


"Cello sayang, kenapa kamu menghilang begitu aja sih, aku kan masih sayang kamu?" ucap wanita itu.


"Maaf ya buk, kalau ada urusan dia bocah ini nanti aja ya, soalnya kami mau makan siang dulu" ucap tya dengan sopan tapi muka tidak bersahabat.


Cello yang langsung salah tingkah dan wanita itu langsung pergi meninggalkan mereka, Tya hanya melotot menatap sang adik sepupu sedangkan papa Adit hanya diam menikmati makan siangnya.


"Dek, ini kesekian kalinya aku makan siang dengan kamu, selalu saja ada wanita datang menyapa kamu, jujur ya aku risih dengan sikap kamu begitu, aku malu sendiri dek" jelas Tya.


"Tidak ada yang kayak kamu di keluarga kita, entah kamu mengikuti siapa, kakak harap ubah sikap kamu itu" lanjut Tya panjang lebar.


"Ia kak, aku janji akan rubah kak, seperti yang kau inginkan" jawab Cello tertawa.


Tidak lama akhirnya mereka meninggalkan restauran dan kembali ke kantor mereka, karena masih banyak pekerjaan yang harus mereka selesai.


πŸ’•πŸ’•πŸ’•


Hari ini mama Dita dan juga bunda Dea lagi kumpul di rumah mama Dita, mereka berdua lagi asik membuat kue, cemilan kesukaan anak dan suami mereka.


"Dek aku pusing lihat Cello, dia ikut siapa ya yang playboy begitu, setiap kumpul dengan kakaknya pasti yang dia bahas cewek" curhat mama Dita.


"Ha... ha... ha, aku juga heran mbak, satu playboy satu dingin, aku tidak pernah dengar Chaim punya pacar" jawab bunda Dea tertawa.


"Ia dek, mana umurnya udah 25 tahun lagi, aku takut tidak menikah itu anak" jawab mama Dita.


"Dia ikut pamannya yang selalu dingin pada wanita" lanjut bunda Dea.


Mereka berdua kembali tertawa mengingat anak-anak mereka, Chaim dan Tya orangnya sangat dingin, mereka berdua tidak pernah di ketahui kalau mereka ada pacar, tapi beda dengan Cello, yang hampir tiap bulan ganti pacar, itu membuat mama Dita sedikit frustasi melihat anak keduanya itu.


Tidak lama akhirnya kue buatan mereka kelar juga, mama Dita dan bunda Dea kembali ke ruang keluarga, mereka berdua duduk santai sambil mengobrol, ada aja yang jadi bahan obrolan mereka berdua.


πŸ’•πŸ’•


Sudah waktunya pulang kerja, Chaim langsung mengambil jaket kulit yang dia gunakan untuk menutupi seragamnya dan langsung memakainya. dia langsung meninggalkan ruangannya.


"Udah mau pulang pak" tanya salah satu anak buahnya.


"Ia kamu piket malam ya, jangan banyak tidur" ucap Chaim pada anak buahnya.


"Siap pak, serahkan sama kami semuanya aman terkendali" jawab rekannya yang lain.

__ADS_1


"Ok saya pamit pulang dulu ya" ucap Chaim langsung meninggalkan kantornya.


"Ia hati-hati pak di jalan".


Chaim hanya menganggukkan kepalanya dan langsung menuju motor besar kesukaannya. bukannya Chaim tidak punya mobil tapi dia lebih senang mengendarai motor, apa lagi kalau macet.


Dalam perjalanan pulang, Chaim berhenti di lampu merah, tiba-tiba ada yang menegurnya, Chaim mencari sumber suara itu, dan ternyata adik sepupunya Linzy.


Linzy melambaikan tangan padanya, dan di balas senyuman oleh Chaim, karena Chaim melihat kalau Linzy sendiri yang mengemudi akhirnya dia membuntuti Linzy dari belakang, sampai di rumah orang ayah Rio dan ibu Mia, setelah Linzy masuk ke dalam halaman rumah barulah Chaim melanjutkan perjalanannya ke rumah orang tuanya.


"Siapa yang antar kamu nak?" tanya ibu Mia pada Linzy.


"Kakak Chaim, kami bertemu di lampu merah makanya dia mengikuti aku dari belakang" jawab Linzy pada ibunya.


Setelah mengobrol Linzy pamit ke kamarnya karena dia ingin membersihkan diri karena sudah sangat gerah, sedangkan ibunya langsung ke dapur untuk menyiapkan makan malam mereka.


Di rumah ayah Rio hanya ada empat orang bersama bibi, karena Lintang masih di Singapura, tapi walaupun cuma berempat tapi rumah terasa ramai karena Linzy orangnya suka bercanda seperti ayahnya.


"Eh anak gadis ayah sudah pulang" ucap ayah Rio pada putrinya.


"Ia tapi ayah curang tinggalkan pekerjaan segudang buat aku" jawab Linzy.


"Alasan saja ayah kamu nak, bilang aja kalau dia mau pulang tidur" jawab ibu Mia.


Semuanya kembali tertawa karena candaan mereka, tidak lama bibi Ira datang memanggil mereka untuk makan malam.


πŸ’˜πŸ’˜


Sedangkan di rumah papa Adit, Chaim duduk di teras rumah menikmati secangkir kopi, tidak lama papa Adit datang menghampiri dia.


"Bagai mana pekerjaan kamu nak?" tanya papa Adit.


"Ya seperti biasa pa, setiap harinya ada saja kasus, tidak lama penjara penuh" jawab Chaim.


Papa Adit hanya tersenyum mendengar penjelasan anaknya itu, tidak lama Cello ikut bergabung dengan mereka juga.


"Waaa kayaknya lagi asik ni, lagi bahas apa sih?" tanya Cello pada papa dan kakaknya.


"Tidak bahas apa-apa, cuma cerita tentang pekerjaan saja" jawab papa Adit.


"Pasti di kantor kakak banyak polwan cantiknya? kenapa kakak tidak memilih salah satunya untuk menjadi kekasih kakak".

__ADS_1


" Bisa nggak jangan bahas wanita di hadapan aku, malas dengarnya dek" tegur Chaim pada adiknya.


Cello hanya tertawa mendengar ucapan sang kakak, tidak lama akhirnya mereka bertiga masuk ke dalam rumah karena sudah malam.


Dan mama Dita juga sudah memanggil mereka untuk makan malam, mereka langsung menuju meja makan untuk makan malam bersama.


"Pa, pisahkan aku dengan kak Tya dong, aku nggak nyaman kalau satu ruangan dengan dia" rengek Cello pada papanya.


"Makan dulu nanti baru bahas itu" jawab mama Dita.


"Ok mama ku yang cantik" goda Cello dan langsung kembali makan.


Sedangkan di rumah sebelah Tya dan kedua orang tuanya lagi duduk santai sambil mengobrol.


"Ayah, aku mau tanya, ada dari keluarga ayah yang kayak cello?" tanya Tya.


"Tidak ada nak, ayah juga heran kenapa adik sepupu kamu itu begitu" jawab ayah Davin.


"Mungkin pergaulan juga, siapa tau Cello terpengaruh dari teman-temannya makanya dia begitu" jawab bunda Dea.


"Bisa juga sih ma, tapi sekarang aku satu ruangan dengan dia, jadi aku bisa kontrol dia" jawab Tya.


"Bagus nak, kalau bisa adik kamu itu membuang sikap playboy nya itu" lanjut bunda Dea.


Seperti di rumah papa Adit, Cello meminta dia di pisahkan dengan Tya, tapi papa Adit tidak mau, papa Adit tetap ingin mereka berdua, supaya Tya bisa mengontrol Cello.


"Palingan dia minta pisah ruangan dengan Tya karena dia tidak leluasa bertemu dengan pacar-pacarnya" jawab Chaim.


"Kakak tau aja, kan kalau bersama kakak Tya, dia selalu memarahi teman wanita aku".


" Bagus kalau begitu, mama juga tidak habis pikir dengan kamu dek, kamu mengikuti siapa yang suka mempermainkan perempuan, papa, paman Davin dan juga paman Rio tidak ada begitu dek" mama Dita menasehati anak bungsunya itu.


Cello yang mendengar nasehat mamanya hanya diam dia tidak berani membantah apa lagi kalau mamanya yang bicara.


πŸ’•πŸ’•πŸ’•


Jangan lupa tinggal kan jejaknya ya kakak-kakak terlove kuπŸ€—πŸ˜


ayo di like, komen dan lovenya, aku juga tunggu vote dan bunganya πŸ€—πŸ€£πŸ™


🌷🌷🌷🌷🌷Bersambung 🌷🌷🌷🌷🌷

__ADS_1


__ADS_2