
"braaam ini ga adil bram.. mau mati aja klo begini... "
suara celine terus menerus terngiang di fikiran bram setelah ia menutup tlp dari celine malam itu fikiran bram menjadi kalut,bram terdiam malam itu hingga pukul 3 pagi,lalu ia teringat akan Allea yang sedang tertidur,ia segera menghampiri Allea dan masuk kedalam selimut dan memeluk allea dan menciumi wajah allea, merasakan perlakuan seperti itu membuat allea merasa terganggu dalam tidur nya.
"heumm mas... ada apa..??"Allea terbangun membuka matanya perlahan suaranya parau karena masih mengantuk.
"ga da apa-apa... ko tadi kebangun abis dari toilet " Bram tersenyum melihat wajah Allea
.
"ooh... yaudah tidur lagi" Allea membelai wajah Bram dan kembali tidur di pelukan Bram, Bram memandang wajah Allea lekat-lekat, fikiran nya kalut dan semua rasa berkecamuk di dadanya
pagi harinya pukul 08.00 Allea dan Bram sudah pulang kembali ke Jakarta pukul 10 siang allea sudah berada di apartemen.
"haaaah akhirnya sampe rumah juga.." Allea merebahkan tubuhnya ia tertelungkup dengan nyaman, Bram masuk dan tersenyum melihat Allea ia menghampiri allea dan mencium leher Allea yang tertelungkup di atas tempat tidur.
"capek yaa..?"tanya bram allea hanya mengangguk mengiyakan.
"allea,aku jam 1mau mau ke kantor sebentar yaa"pinta bram
"looh ini kan hari libur "tanya allea
"aku janjian sama tio kemarin kita liburan banyak kerjaan yang harus aku tanda tanganin "jelas Bram
"ohh oke... " Allea memberikan izin dan Bram hanya tersenyum.
pukul 1 siang Bram sudah pergi dari apartemennya di Bram melajukan mobilnya dengan perasaan tak menentu ,di sisi lain ia memikirkan Allea dan merasa bersalah, namun ia juga khawatir akan Celine di tengah tengah perjalanan ponsel Bram berbunyi
📲
"halo"
"Bram..?"
suara yg amat familiar untuk Bram suara wanita tua renta dan bicara dengan sangat lemah lembut dan hati hati
"ohh iya oma.. oma apa kabar " tanya Bram
ternyata yang menelepon adalah oma atau nenek nya celine
"oma sehat Bram, Bram tolongin oma," oma menangis terisak
"iyaa oma sudah tahu, Bram menuju ke rumah oma sekarang" jawab Bram dengan lembut
"makasih ya oma tunggu " oma menutup telponnya,dan Bram segera melajukan mobilnya menuju kediaman celine
sesampinya di kediaman celine bram segera masuk terdengar suara gaduh dari lantai atas tepatnya dari dalam kamar celine, Bram menghampiri oma yg terduduk di temani oleh perawat nya.
"oma.." sapa Bram , Bram duduk bersimpuh di hadapan Oma yang sudah renta itu..
"Bram ...tolong celine dia sudah 3 hari mengurung diri di kamar,dy selalu mengamuk oma bingung Bram" oma menangis tersedu-sedu
"oma tenang yaa Bram akan temui Celine dulu" Bram mengusap bahu omaa dan memeluk oma dengan sayang nya ,
__ADS_1
Bram naik perlahan ke kamar celine terdengar suara histeris dari celine dan barang pecah belah yang di banting oleh celine.
"tok.. tok.."Bram mengetuk pintu kamar Celine.
"Celine ,buka dulu ini aku," Bram memanggil Celine ,dengan cepat Celine membuka pintu dan menyeruak memeluk Bram.
"braaam..." Celine menangis histeris,
keadaannya berantakan,celine memeluk erat Bram namun Bram tak memberikan reaksi apapun ia hanya diam
"kamu kenapa kayak gini,ga kasian sama oma.?"tanya Bram
"dia nyakitin aku bram ngehancurin semua nya bram,dia jahat braaam...jahaaaat ...."celine menangis pilu.
"Arya??" tanya Bram ,celine mengangguk mengiyakan.
"aku sudah terlalu mencintainya, aku ga bisa dan aku ga mau dia ninggalin aku Bram,ini ga adil.. kenapaa tuhan beri kamu bahagia sedangkan aku diberi rasa sakit seperti ini apa salahku braaam!!!!"teriak celine wajahnya terlihat pucat dengan banyak air mata.
"ssst...sstt.. jangan ngomong begitu.,tuhan ga akan pernah ngasih penderitaan untuk umatnya " Bram membelai rambut celine.
"aku ga mau di sakitin begini bram,dy pergi di saat menjelang hari pernikahan kita dy pergi tanpa pamit ,dia..dia.."celine terisak menahan sesak.
"suda sudah aku sudah tau..ayoo masuk dulu" Bram membawa celine masuk ke kamarnya yg berantakan dan duduk di pinggiran tempat tidur celine,celine menyandarkan kepalanya di bahu bram ia kembali menangis pilu,mata bram tiba tiba melihat alat hisap sabu dan suntikan untuk narkoba.
"celine apa-apaan ini" Bram mengambil barang itu
"hahahah itu..itu.. balikin ke aku.. balikin..." celine hendak mengambil barang itu dari tangan Bram
"gak..!!! gak akn aku balikin "bram bicara dengan keras ke celine.
"sejak kapan kamu pakai,siapa yg ajarin kamu pake beginian..jawab!!!"teriak bram.
"arya... arya....yg udah hancurin aku dy ajak aku pakai itu,dan kamu tau ,itu enak... bisa lupain kamu bisa lupain rasa sakit bisa lupain semuuuuuaaaanyaaa.." celine membelai wajah bram dan Celline juga bicara melantur dan tertawa,bram hanya menarik nafas panjang.
"Bram ga bisakah kita kembali seperti dulu, aku rela bila dijadikan kedua Bram pleeasee... cuma kmu yang nerima aku, cuma kamu yang sayang sama aku," celine memeluk bram ia lemas hilang kesadaran nya, celine pingsan dan Bram membopong celine ke tempat tidurnya di pintu oma melihat keadaan celine hanya menangis, ia perlahan mengahmpiri Celine
"celine...cucu oma..kamu malang sekali nak.." oma mencium pipi celine yg belum sadar dari pingsannya.bram segera menelpon viki sahabatnya yang seorang dokter.
"oma.. oma yang sabar yaa bram sudah telepon teman Bram nanti dia kesini untuk periksa keadaan celine" bram memeluk oma..
"mbak..tolong bersihkan kamar ini yaa.." pinta Bram ke salah satu ART di rumah celine.
"iyaa mas ." ucap salah satu art.
Bram keluar kamar dan duduk di ruang tamu sembari menunggu viki. ponsel Bram berdering berkali kali, Bram menatap layar ponselnya dan ternyata dari allea bram menarik nafas panjang menenangkan dirinya sendiri.
📲
"halo llea"
"mas ini udah jam 5 mas mau pulang jam brapa?" tanya Allea
"heum mungkin agak malam ga apa -apa kan??"tanya bram ke Allea
__ADS_1
"heum yaudah ga apa-apa yang penting mas pulang" jawab allea.
"iyaa aku pasti pulang." bram meyakinkan allea.
tak lama kemudian viki datang untuk memeriksa celine,setelah memberikan obat penenang dan infus. viki kembali keluar menemui bram
"Bram ko lo bisa ada disini jangan jangan elo??" tanya Viki sedikit curiga.
"heumm ga vik w cuma bantu dia ko"
"oh ..bantu boleh jangan sampai kebablasan inget allea di rumah" ucap viki.
"iyaa tenang ajah,oh ya kondisi celine gimana?" tanya Bram
"Bram, celine udah kecanduan narkoba, dan depresi percuma klo kita bawa ke rumah sakit dia cuma butuh tempat untuk rehabilitasi dan psikolog karena ini menyangkut kejiwaan nya, kalo lo mau gue bisa recomendasi temen gue namanya Erick Sebastian dia bisa nangani hal begini" Viki menawarkan ke Bram
"okee ga apa-apa gue minta no hp nya" Bram menerima tawaran itu,dan viki memberikan no ponsel temannya Yang bernama Erick.
setelah selesai memeriksa dan berbincang dengan bram viki pamit pulang.sedangkan Bram masih di tempat Celine untuk menemani Celine hingga di rasa cukup baik.
sementara itu allea sendirian di apartemen ia berkali kali memandangi jam di dindingnya
"heumm pulang jam brapa sih ..jam segini belom sampe rumah,masa iyaa kerjaan nya banyak banget kan bisa besok lagi."fikir allea,
ia terus menunggu Bram hingga Allea tertidur saking lelah nya menunggu.
Bram melihat jam di tangannya untuk bersiap pulang ke rumah menemui allea Karena bram yakin allea pasti menunggu bram untuk pulang.
"jam 20.45."ucap Bram ia melirik celine yang tertidur pulas Bram bangun pelan pelan meningglkan celine ,namun tiba tiba tangan bram tercekat celine memegang tangan Bram erat sekali.
"jangan tinggalin aku bram,temani aku dulu"mata Celine berkaca-kaca
"aku harus pulang istriku sendiri an di rumah"jawab Bram
"please..aku takut bram.. please"celine terisak, Bram memandang wajah celine dan akhirnya bram luluh akan tangis celine ia duduk kembali dan menemani Celine, Celine terus saja menggengam erat tangan Bram.
pukul 22.00 Allea terbangun ia menoleh ke samping tempat tidurnya,
"heumm mas belum pulang juga "allea terduduk dan mencoba menelepon Bram namun nihil ponsel bram tidak aktif membuat allea semakin khawatir dan berfikir an jelek, Allea segera menepis fikiran itu karena ia yakin Bram akan pulang malam ini.
Pukul 00.00 Bram pulang dan langsung ia membersihkan tubuhnya dan berganti pakain,setelah ia naik ke tempat tidur,di dapatinya Allea yang tertidur dengan nyenyak, Bram memeluk Allea yang tidur memebelakangi bram, bram mencium tengkuk Allea berkali kali perasaannya campur aduk malam itu ia merasa bersalah pada allea karena telah berbohong bram terus menciumi tengkuk allea hingga membuat allea terbangun dan membuka matanya.
"mas baru pulang?"tanya allea,ia membalikan tubuhnya menghadap ke Bram dan memeluk Bram seakan sangat rindu.
"iyaa maaf yaa aku pulang telat,"jawab bram.
"heumm iyaa ga apa-apa....mas udah makan belum?"tanya Allea sembari memeluk Bram dan mengusap-usap punggung bram.
"udah..tadi di luar"jawab Bram
"heum yasudah tidur lagi yuk aku masih ngantuk"
"iyaa.. mmuach"bram mencium kening allea.
__ADS_1
"maafin aku Allea aku berbohong dengan semu ini namun suatu. saat aku akan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi."bisik hati bram,
Bram kembali mencium lembut kening Allea,dan ia pun mulai tertidur walaupun hati dan fikiran nya entah kemana.