
Matahari sudah menyinari bumi, sebagian penghuni bumi sudah bangun dari istirahat malamnya, tapi tidak dengan Cello dia masih asik di dalam alam mimpinya.
Mama Dita yang sudah dua kali membangunkan dia tapi Cello masih tertidur pulas.
"Adik ini yang ke tiga kalinya mama datang membangunkan kamu, kalau kamu tidak mau bangun juga, jangan salahkan mama kalau kamar kamu ini berubah jadi kolam renang" omel mama Dita.
Cello yang sudah sangat risih dengan omelan sang mama, dengan terpaksa dia paksa membuka matanya dan langsung bangun dari tidur nya, sedangkan mama Dita lagi membuka kain gorden yang ada di dalam kamar Cello.
Berbeda dengan Cello, Chaim sudah duduk di meja makan bersama sang papa, mereka berdua menikmati kopi tapi chaim sibuk dengan hpnya sedangkan papanya lagi asik membaca koran.
Tidak lama mama Dita sudah turun dari lantai dua, dan langsung menuju meja makan.
"Ayo kita sarapan dulu" ucap mama Dita.
"Terus adik mana ma? apa dia belum bangun?" tanya Chaim.
"Dia lagi mandi sedikit lagi dai turun" jawab mama Dita.
Mereka bertiga akhirnya sarapan tidak lama Cello datang dan segera bergabung dengan kedua orang tuanya dan juga kakaknya.
"Kamu hari ini ikut kakak Tya meeting ya" ucap papa Adit pada Cello.
"Iya, tapi harus kak Tya?" tanya Cello balik.
"Ia, emangnya kenapa? kamu keberatan?"
"Tidak pa, cuma bertanya aja" jawab Cello lemas.
Tidak ada lagi obrolan di meja makan, tidak lama chain selesai sarapan, dia pamit pada mama, papa dan adiknya.
"Ma, pa, Kakak jalan dulu ya" ucap Chaim.
"Nggak pamit nih sama aku" ucap Cello.
"Cello, aku pamit dulu ya" jawab Chaim sambil memakai jaketnya.
"Ia kakak ganteng, hati-hati di jalan" jawab Cello.
"Hati-hati di jalan ya nak, jangan ngebut-ngebut bawa motor nya" ucap mama Dita.
Setelah Chaim berangkat kerja, kini giliran papa Adit dan Cello yang berangkat.
"Mama ku yang cantik, anak ganteng mu berangkat kerja dulu ya" pamit Cello pada mama nya.
"Nanti mama akui kamu ganteng kalau tidak playboy lagi" jawab mama Dita.
__ADS_1
"Ia ma, aku janji tidak akan playboy lagi deh" jawab Cello.
"Kami jalan dulu ya ma, hati-hati di rumah" pamit papa Adit mencium kening istrinya.
"Ia hati-hati di jalan, Cello jangan ngebut-ngebut bawa mobil" ucap mama Dita pada anaknya.
Papa Adit dan Cello akhirnya berangkat ke kantor, mama Dita langsung kembali masuk ke dalam rumah.
🌷🌷🌷
Chaim kini sudah tiba di Kantor, anggota pikir malam juga sudah bersiap-siap untuk pulang.
"Selamat pagi pak" sapa rekan kerjanya.
"Selamat pagi, belum pulang?" tanya Chaim.
"Baru mau pulang pak".
" Hati-hati di jalan, saya masuk dulu ya ke dalam" Pamit Chaim pada yang lainnya.
Chaim masih di depan tiba-tiba rekan yang lainnya datang membawa seseorang yang lagi di borgol.
"Kasus apa?" tanya Chaim pada anggota polisi lainnya.
"Jambret pak" jawab anggota lainnya.
"Apa kamu tidak punya pekerjaan, apa harus menjambret?" tanya Chaim tiba-tiba.
"Anu... pak, sa... saya tidak tahu harus kerja apa?" jawab si penjambret dengan terbata-bata.
"Kamu kan bisa menjadi buru bangunan, atau apakah, pekerjaan yang halal, kalau begini kamu di tahan, anak istri kamu makan apa?" ucap Chaim pada penjambret itu.
"Kamu lanjutkan saya mau keruangan dulu" ucap Chaim pada rekan kerjanya.
Chaim langsung meninggalkan ruangan tersebut dan masuk ke dalam ruangannya, dia melanjutkan pekerjaannya yang masih tertunda.
Chaim asik dalam ruangannya, tiba-tiba terdengar suara gaduh di luar, Chaim langsung berdiri dari duduknya dan segera keluar melihat apa yang terjadi.
"Ada apa ini Irwan?" tanya Chaim.
"Ini pak, mereka datang membawa tersangka curanmor" jawab Irwan.
Chaim langsung menghampiri mereka dan langsung meminta mereka tenang, tapi banyak yang tidak mau di atur mereka masih saja ingin menghajar maling tersebut padahal sudah di kantor polisi.
"Kalian bisa diam, tolong hargai ini kantor polisi, serahkan sama kami, biar kami yang tangani" teriak Chaim.
__ADS_1
"Tapi pak, dia harus di kasih pelajaran" teriak salah satu warga.
"Kalian semuanya pulang, biar kami yang tangani" ucap Chaim.
Dan akhirnya para warga meninggalkan kantor polisi, sedangkan si tersangka langsung di ambil alih oleh Chaim.
"Apa pekerjaan kamu memang maling?" tanya Chaim pada si tersangka tersebut.
"Ini karena saya kepepet pak, saya tidak ada yang dan saya juga banyak utang, tidak tau mau dapat uang dari mana untuk membayarnya" jawabannya sambil tertunduk.
"Kamu masih mudah, masih banyak pekerjaan yang halal di luar sana, asalkan kita mau berusaha" ucap Chaim.
"Saya janji pak, tidak akan ulangi lagi, saya akan mencari pekerjaan yang halal".
" Sudah terlambat, karena penjara sudah menunggu kamu, kenapa sebelum bertindak tidak di pikirkan dulu resikonya " jawab Chaim.
Si tersangka tersebut hanya diam mendengar ucapan Chaim, karena betul yang di ucapkan Chaim.
Setelah menginterogasi si tersangka Chaim memanggil rekannya agar mengantar si tersangka masuk ke dalam sel tahanan, Chaim hanya duduk memijit keningnya karena tiap hari ada saja kasus baru.
Belum sampai makan siang, sudah dua kasus yang di tangani Chaim dan rekan-rekannya, tidak lama waktu makan siang sudah tiba, Chaim akhirnya bangkit dari duduknya dan segera pulang ke rumah untuk makan siang, chaim memang sering pulang makan siang ke rumahnya, karena kantor polisi tempat ia tugas tidak terlalu jauh dari rumah orang tua Chaim.
Dalam perjalanan pulang, Chaim melihat seseorang yang akan di jambret, dengan sigap Chaim menolongnya, sang penjambret tersebut berhasil di lumpuh kan oleh Chaim.
Chaim menelfon rekannya untuk datang menjemput sang tersangka, sedangkan si korban masih bersama Chaim.
"Apa kamu tidak apa-apa? dan coba cek apa barang-barang kamu lengkap semuanya?" tanya Chaim pada si korban.
"Tidak pak, terimakasih sudah menolong saya, seandainya bapak tidak lewat mungkin dia sudah mengambil tas aku" jawab gadis cantik itu.
"Itu udah kewajiban kamu, dan lain kali kamu harus hati-hati ya" ucap Chaim padanya.
Tidak lama rekan Chaim yang di telfon datang dan membawa si tersangka ke kantor polisi, Chaim menyuruh gadis itu melanjutkan perjalanannya, tidak lama akhirnya Chaim juga melanjutkan perjalanannya pulang ke rumah untuk makan siang.
"Kok lambat pulang makan Siang kak, apa kerjaan kamu banyak?" tanya mama Dita.
"Tidak ma, tapi tadi pas di jalan Chaim menolong orang yang mau di jambret" jawab Chaim sambil mengeluarkan jaketnya.
Mama Dita langsung mengajak anak sulungnya itu makan siang, mereka berdua akhirnya makan siang bersama.
💕💕💕
jangan lupa dukungan nya
Lewat like dan komentarnya ya kakak-kakak🤗😍
__ADS_1
❤❤Bersambung❤❤