
"Nak, ada anak teman papa ingin kenalan dengan kamu, tadi dia ingin ketemu kamu tapi karena dia sibuk jadi dia tunda dulu" ucap ayah Davin pada Tya saat sedang makan malam.
"Ganteng nggak ayah?" tanya Tya bercanda.
"Nggak usah cari yang ganteng nak, yang penting bertanggung jawab" ucap bunda Dea.
"Tya cuma bercanda kok bund" jawab Tya.
Mereka bertiga melanjutkan sarapannya, karena Davin dan Tya akan berangkat ke kantor, sedangkan bunda Dea akan ke rumah mama Dita, karena berdua akan menemani oma Metha kontrol.
Setelah selesai sarapan ayah Davin dan Tya langsung pamit untuk ke kantor, setelah bunda Dea mengantar suami dan anaknya, sampai di halaman rumah.
"Bunda, kami jalan dulu ya" ucap Tya sambil mencium tangan bundanya.
"Ia sayang, hati-hati ya sayang" ucap bunda Dea.
"Bunda ayah dan Tya ke kantor dulu, bunda hati-hati di kanti ya kalau ke rumah mama" ucap Davin dan langsung mencium kening istrinya.
Tya dan ayah Davin langsung masuk ke dalam mobil, seperti biasa ayah Davin lah yang mengemudi kan mobil, karena dia tidak mengijinkan anaknya mengemudi mobil kalau ada dia, kecuali kalau Tya jalan sendiri baru di mengemudi mobilnya sendiri.
"Da... bunda.." ucap Tya sambil melambaikan tangan pada bunda nya.
Bunda Dea juga membalasnya dengan lambaikan tangannya juga, mobil Davin langsung meninggalkan halaman rumah dan melaju menuju kantor mereka.
Sedangkan bunda Dea langsung masuk ke dalam rumah, dia meneteskan bekas sarapan mereka tadi, setelah semuanya sudah beres, dia langsung bersiap-siap karena Dea akan ke rumah mertuanya bersama dengan Dita.
Setibanya di kantor, Tya langsung masuk ke dalam ruangannya, dan langsung mempersiapkan materi meeting pagi hari, karena pagi ini Tya akan meeting bersama dengan para stafnya pagi ini.
Sedangkan ayah Davin tidak ikut meeting pagi ini, dia menyerahkan semuanya pada Tya, karena ada pekerjaan yang harus dia selesaikan, dan dia juga sudah tidak meragukan kemampuan Tya.
Setelah semuanya siap, Tya langsung menuju ruang meeting bersama sekertaris nya, dan di dalam ruang meeting semua staf sudah menunggu kedatangan nya.
"Selamat pagi semuanya? apa kabarnya pagi ini? apa semuanya dalam keadaan sehat?" ucap Tya menyapa parah staf yang akan ikut meeting bersamanya.
"Selamat pagi juga ibu Tya" ucap parah karyawannya.
"Kabar baik buk" jawab yang lainnya.
"Ok, mari kita mulai ya, biar tidak terlalu banyak membuang-buang waktu" ucap Tya dengan ramah.
__ADS_1
Meeting pun di mulai, Tya begitu tegas dalam memimpin meeting, kadang juga dia selingi dengan bercanda agar suasana meeting tidak terlalu tegang, pas satu jam Tya memimpin meeting akhirnya kelar juga.
"Ok sampai di sini dulu meeting kita pada pagi ini, terimakasih atas kerja samanya, maaf kalau ada salah-salah kata saya selama meeting yang mungkin menyinggung perasaan bapak dan ibu semuanya, mohon di maaf kan, namanya manusia tidak pernah luput dari kata salah" ucap Tya pada parah peserta meeting.
"Sama-sama ibu" ucap parah staf nya.
"Tetap semangat dan selalu jaga kesehatan" ucap Tya dan langsung meninggalkan ruangan meeting bersama dengan sekertaris nya.
Parah karyawannya sangat kagum dengan Tya walaupun kelihatan sedikit jutek tapi ternyata orangnya sangat ramah.
(Visual Tya semoga suka ya)
Tya kembali ke ruangannya, dia mulai mempelajari kembali semua hasil meeting mereka tadi, Tya memang tidak pernah main-main dengan pekerjaan, makanya papa Adit sangat menyukai nya. hasil pekerjaannya selalu memuaskan.
💕💕
setelah Chaim berangkat ke kantor, Rere langsung beres-beres di rumahnya, mulai dari bersih-bersih, mencuci dan menyiapkan menu masakan untuk makan siang.
Sebenarnya Chaim ingin dia memakai asisten rumah tangga untuk bersih-bersih di rumah, tapi Rere tidak mau, dia ingin sendiri yang mengerjakannya, terpaksa Chaim mengikuti saja kemauan istrinya.
"Semuanya udah beres, tinggal masak, tapi aku masak apa ya?" ucap Rere bicara sendiri.
Rere langsung mengeluarkan semua bahan yang dia akan masak, Rere sangat menikmati perannya sebagai ibu rumah tangga, walaupun baru beberapa hari.
Seperti biasa Chaim pasti pulang makan siang ke rumah, Rere sudah tau kebiasaan suaminya itu, karena sebelum menikah dia juga sering ikut Chaim makan siang di rumah mama Dita, Chaim tidak terlalu suka makan di luar.
Sedangkan di kantornya Chaim masih sibuk di dalam ruangannya, tiba-tiba terdengar suara gaduh dari luar, Chaim segara berdiri dan mengecek apa yang terjadi di luar.
"Ada apa ini? kenapa sangat berisik?" tanya Chaim.
"Ini pak, mereka ini datang mengantar bapak yang di sana, katanya bapak itu mencuri" jelas Irwan.
Chaim langsung menghampiri bapak yang sedang duduk kesakitan karena habis di keroyok massa.
"Dia itu pencuri pak" ucap seseorang yang berbadan besar di penuhi tatto.
"Apa benar bapak mencuri?" tanya Chaim dengan lembut.
__ADS_1
Tapi si bapak tersebut belum sempat menjawab, tapi sudah di jawab duluan dengan massa yang datang.
"Pak mana ada maling mau ngaku, penjara aja langsung pak"
"Ia pak, jangan dengarkan dia, pasti dia berbohong" jawab yang lain.
Chaim melihat ke arah orang-orang yang sepertinya provokator, dan kembali menatap si bapak yang tertunduk ketakutan.
"Bapak bicara saja dengan jujur, jangan takut saya ada di sini" ucap Chaim kembali.
"Saya tidak mencuri pak, saya hanya penjual keliling, mas yang bertatto itu yang mencuri tapi dia malah menuduh saya, makanya saya di gebukin oleh massa" jawab si bapak tersebut.
"Alah banyak alasan aja, maling ya tetap maling" jawab yang lainnya.
Chaim menatap mereka semuanya, tapi Chaim tidak bicara dia hanya diam sambil menatap orang-orang tersebut.
"Kau... kemari sekarang" tunjuk Chaim pada pria bertatto tersebut.
Dengan ketakutan pria tersebut melangkah ke depan menghampiri Chaim.
"Dan kalian semua, siapa menyuruh kalian main hakim sendiri, apa kalian punya bukti kalau bapak ini yang mencuri?" tanya Chaim pada segerombolan massa.
"Tidak pak, tapi dia yang bilang" ucap salah satu warga sambil menunjukkan pria bertatto tersebut.
"Sekarang kalian tinggalkan tempat ini, saya hitung sampai tiga kalian tidak pergi, saya jebloskan kalian semua ke dalam penjara" ucap Chaim
Semuanya pada kabur meninggalkan kantor polisi, kecuali bapak yang menjadi korban dan juga pria bertatto tersebut.
Chaim menginterogasi mereka berdua, dan ternyata si bapak penjual keliling tersebut tidak bersalah akhirnya di pulangkan, karena dia tidak bersalah.
Yang bersalah adalah pria bertatto tersebut, karena takut pada massa akhirnya dia menuduh si bapak penjual keliling, dan dia ikut juga mengeroyok si bapak tersebut.
"Roy... kau urus dia" ucap Chaim pada Roy.
"Siap.pak, serahkan sama aku pasti semuanya beres" jawab Roy.
Chaim kembali ke ruangannya untuk melanjutkan pekerjaannya, dan Roy langsung menginterogasi si preman tersebut.
💕💕💕
__ADS_1
Ayo di like dan di komentar kakak🙏 terimakasih 🙏🤗😘
Bersambung 🤗🙏