Jatuh Cinta Setelah Menikah

Jatuh Cinta Setelah Menikah
bab 56 ~ Aku ingin disini ~


__ADS_3

Menjelang sore hari mobil Abian memasuki area pedesaan tempat istrinya dilahirkan,sebelum melanjutkan perjalanan mereka berhenti sejenak memeriksa pembangunan cafe yang dia bangun di desa itu,Abian cukup puas melihat pembangunannya yang sudah selesai hampir tiga puluh persen.


"Leo,kita lanjut semuanya berjala. lancar hebat juga pekerja di desa ini,gaji sangat kecil tapi mereka cukup rajin dan tidak banyak tingkah." Ucap abian.


"Mungkin karena orang-orang disini masih polos dan biaya hidup juga tidak terlalu tinggi." Ucap Leo.Abian terdiam saat dari kejauhan dia sudah melihat rumah mertuanya dia sebenarnya malu dengan semua perbuatan istrinya.


Abian mengetuk pintu yang tertutup,tiba-tiba pintu terbuka,Riski sangat kaget melihat kehadiran abang iparnya yang sudah berdiri persis di depannya.


"Riski siapa tamu kita?"


"Abang ipar ma!!" Tamara dan Rosa sangat kaget mendengar ucapan Riski,tamara langsung bergegas menghampiri mereka yang masih di depan pintu.


"Mas....!!!" Tamara menghentikan langkahnya,hatinya antara sedih dan bahagia ingin marah tapi dia sudah terlanjur meneteskan air mata,dia sangat bahagia melihat suaminya yang sudah datang kembali menemuinya.


"Sayang!! kamu kenapa menagis maafkan aku karena tidak bisa bertindak tegas kepada ibuku." Ucap Abian,dia memeluk Tamara yang terus menangis di dadanya,dia menagis bukan karena sedih tapi dia menagis karena dia begitu terharu melihat suaminya yang sudah berada di pelukannya


Abian membawa Tamara menuju ruang tamu,di sana Rosa masih berdiri antara canggung dan segan melihat menantunya.Dia canggung karena menantunya terlihat begitu merasa bersalah kepadanya.

__ADS_1


"Bu.....Aku minta maaf atas nama mamaku,aku tidak pernah menyangka mamaku akan melakukan hal yang tidak terpuji seperti itu,jadi aku minta maaf ya bu." Ucap Abian dia,wajahnya terlihat begitu merasa merasa bersalah.


"Sudahlah nak,semua sudah berlalu,lebih baik nak Abian istirahat dulu,aku akan buatkan minuman untuk kalian." Ucap Rosa lalu dia kembali ke belakang untuk membuat teh untuk menantunya.


Rosa menghela napas panjang,akhirnya sekarang dia bisa menghirup udara segar setelah menantunya kembali datang menemui Tamara.Walaupun dia selalu menenangkan Tamara sebenarnya hatinya juga sangat gelisah,dia tidak akan sanggup kalau sampai Abian meninggalkan putrinya,dia sudah sangat yakin jika hal itu terjadi semua warga desanya akan berpesta ria di atas penderitaan mereka.


Riski datang menghampiri ibunya,anak kecil itu juga terlihat bahagia,


"Ma,kalau Abang ipar mengajak kita ke kota lagi ibu harus bisa menolaknya,aku tidak mau suatu saat kita di anggap benalu di keluarganya." Ucap Riski,Rosa mengangguk,dari awal memang dia tidak ingin ikut lagi ke kota bersama menantu dan anaknya.


Rosa berjalan ke depan menghampiri Abian dan Tamara,dia melihat wajah Abian yang menegang mungkin mereka ada sesuatu keributan kecil,Rosa lalu meletakkan teh di depan Abian lalu hendak melangkah meninggalkan mereka kembali,dia tidak ingin mencampuri urusan suami istri itu apalagi sampai menjadi pihak ketiga.


"Tamara kamu tolong mengerti keadaan aku dong,kamu kan tau aku bekerja,dan aku sangat yakin rumah sakit di sini tidak lengkap,bagaimana kamu bisa melahirkan di desa ini_


"Sudahlah mas,orang-orang disini juga melahirkan di rumah sakit kecil kok mereka bisa melahirkan dengan selamat bahkan anaknya bisa sehat tampa kekurangan apa pun."


"Mereka beda dengan mu,bagaimana kalau kamu harus operasi besar,please kita ke kota saja ya sayang,aku akan membelikan rumah untuk kita,supaya ibu tidak bisa masuk sembarangan." Ucap Abian memohon.Rosa merasa iba melihat menantunya yang sudah berusaha untuk membujuk istrinya,dia sangat tidak tega melihat Tamara semakin keras kelapa.

__ADS_1


"Tamara sudah kamu pulang saja ke rumah suami mu,tidak bagus seorang istri lalai dalam tanggung jawabnya untuk melayani suami,jika kamu disini terus menerus siapa yang melayani istrimu,kamu ingin pembantu yang melayani suami mu?" Ucap Rosa membantu menantunya membujuk Tamara yang semakin keras kepala.


"Tapi Bu!!"


"Tidak ada kata tapi, jika kamu masih mencintai suami mu,besok kamu kembali ke kota bersama suami mu,jangan membantah." Ucap Rosa,sebenarnya dia sangat kesal melihat sikap Tamara tapi dia juga tidak bisa berkata-kata.


****


Sementara itu Lilis sangat kesal karena hari sudah malam tapi abian juga belum pulang,semua rencana busuknya hari ini gagal,padahal dia bersama Retha sudah menyusun rencana untuk menjebak abian.Malam sudah semakin larut,tapi Abian belum juga muncul.


"Retha....Retha,lebih baik kamu keluar dari kamar,kamu tidak bosan di kamar,Abian tidak pulang untuk tiga hari ini,sekretarisnya sudah memberi kabar,dia melakukan perjalan bisnis." Ucap Lilis,dia sangat kesal,karena begitu sulit mengurus anaknya yang satu ini.


"Masak sih tante!!!!! sial.. Sampai kapan sih tante aku harus menunggu aku sudah bosan Tante,jika memang Abian sudah tidak mau lagi lebih baik tante mengalah saja,aku juga mencintainya tapi tidak mungkin kan,aku memaksanya untuk menikahi ku." Ucap Retha pura-pura sedih agar mertuanya semakin cepat melakukan tindakan.


"Tunggu sebentar lagi,aku mohon,dia sedang sibuk saja makanya dia belum bisa mengabulkan permintaan ku,semalam dia sudah menyetujuinya."


"Benarkah tante,baiklah aku akan menunggu sedikit lebih lama lagi,sebenarnya aku sudah bosan tante tapi demi tante aku melakukan apa pun." Ucap Retha,dia sudah tidak sabar menunggu kepastian dari keluarga kaya itu.Apalagi ibunya yang selalu menunggu jawaban darinya.

__ADS_1


"Lebih baik kita tidur saja tante,aku sangat lelah seharian ini menemani tante,coba saja malam ini dia kembali aku akan kerja keras mendapatkan dia."


*** Bersambung***


__ADS_2