
"Ema... tante boleh peluk" tanya Lia sedikit gemetar.
"Sangat boleh tante" ucap Ema dengan ramah dan langsung memeluk mama Lia.
Karena acara pernikahan Linzy dan Kevin audah selesai, semua parah tamu undangan sudah pulang, hanya keluarga saja yang masih tinggal.
Mama Lia juga langsung memeluk Ema, air matanya tidak bisa ia bendung lagi.
"Maafkan tante sayang, tante tidak tau kalau kamu anak dari sahabat tante, maafkan tante... maaf kan tante" ucap Lia sambil memeluk Ema.
"Ia tante, tidak usah minta maaf segala, tante tidak salah kok" ucap Ema tersenyum pada mama Lia.
"Besok antar tante ke makam papa kamu ya nak, tante tidak tau kalau papa kamu sudah tidak ada" sambung mama Lia.
"Ia tante, besok kita ke sana bersama mama Dita, karena mama Dita juga ingin berziarah ke makam papa" jawab Ema.
Yohan juga baru mengetahui kalau mantan karyawannya itu sudah tidak ada, karena dulu Arman memang resign dari perusahaan Yohan, dan memilih bekerja di perusahaan lain, dan di sana dia bertemu dengan mamanya Ema dan akhirnya mereka menikah.
Suasana bahagia pun berubah menjadi harus, karena mereka sangat mengenal sosok Arman, dan Yohan kembali mencair suasana dengan mengingat masa-masa Arman masih bekerja dengan dirinya.
"Papa kamu dulu itu, bersahabat dengan Dita dan Lia, dan mereka bertiga punya musuh bebuyutan yaitu Siska, dan papa kamu yang selalu mendapatkan imbasnya karena Dita tidak mau mengalah" ucap Yohan pada Ema.
Ema tersenyum mendengar cerita pak Yohan, dia tidak menyangka kalau sekarang dia akan bertemu dengan orang-orang yang dekat dengan papanya semasa hidup.
Ema bangga mempunyai papa seperti papa Arman, yang selalu menolong orang dengan hati yang tulus, buktinya sekarang dia bisa berada di tengah-tengah sahabat papanya dulu, dan salah satunya akan menjadi calon mertuanya.
Sedangkan pengantin baru sudah berada di dalam kamar mereka, Linzy yang masih malu-malu pada Kevin, karena dulu mereka bersahabat tapi sekarang sudah jadi pasangan suami istri.
"Sayang kenapa malu-malu? aku ini suami kamu sayang" ucap kevin pada Linzy.
__ADS_1
"Nggak kok, aku mau ke kamar mandi dulu soalnya aku sudah merasa gerah" pamit Linzy pada suaminya.
Kevin hanya mengangguk, karena dia juga sudah merasa lelah, karena seharian berdiri menerima tamu-tamu mereka.
"Sayang cepat mandinya, aku juga mau mandi" teriak Kevin pada Linzy.
"Ia sabar ya, aku tidak lama kok" jawab Linzy dari dalam kamar mandi.
Kevin kembali duduk di tepi ranjang, menunggu Linzy yang sedang mandi, tidak lama ada yang mengetuk pintu kamar mereka, dengan sigap kevin langsung berdiri menuju pintu untuk mwngecek siapa yang mengetuk pintu.
"Eh mama? ada apa ma?" tanya Kevin pada mama nya.
"Mama dan yang lainnya udah mau balik ke rumah, mana anak menantu mama?" tanya mama Mona pada Kevin.
"Lagi mandi ma, ia kalau mama mau pulang ya pulang saja" jawab Kevin bercanda ke mamanya.
"Dasar anak durhaka, belum sehari di nikahkan sudah ngelunjak sama orang tua, mama nyesal merestui kamu menikah" jawab mama Mona.
"Ok sayang, mama tunggu di bawa ya" jawab mamanya dan langsung berbalik mau kembali ke lantai bawa.
Setelah mamanya kembali ke lantai bawah, kevin langsung menutup pintu kembali dan Linzy juga sudah keluar dari kamar mandi, dia sudah duduk di meja riaknya.
"Sayang, ayo mandi sana katanya sudah sangat gerah" ucap Linzy.
"Ok sayang" jawab kevin dan langsung masuk ke dalam kamar mandi.
Di lantai bawah, mama Lia masih saja duduk di samping Ema, membuat Cello terabaikan karena mama Lia masih mengobrol dengan Ema dan mama Dita.
Mereka bertiga sudah janjian akan berziarah ke makam Arman, sahabat terbaik
__ADS_1
mereka, sahabat yang selalu mereka berdua susahkan, selalu mereka tempati minta tolong, dan Arman tidak pernah menolak kalau kedua sahabat nya itu minta tolong padanya.
Tidak lama Linzy dan Kevin sudah turun dari lantai atas, dan langsung bergabung dengan yang lainnya.
"Nak, mama dan yang lainnya pulang dulu ya" ucap mama Mona pada Linzy.
"Kok pulang sih ma, nginap aja di sini" jawab Linzy pada mama mertuanya.
"Biarkan saja mereka pulang tidak ada tempat mereka tempati tidur di sini" jawab Kevin cengengesan dan langsung mendapat cubitan dari Linzy.
"Kevin... " tegur ibu Mia.
"Maaf buk, bercanda doang kok" jawab kevin pada ibu mertuanya.
"Jangan langsung di enggak-enggak anak mantu mama nanti malam, kasihan dia masih capek" ucap mama Mona pada Kevin.
Semuanya pada tertawa mendengar candaan mama Mona, Linzy langsung tertunduk karena malu mendengar candaan mama mertuanya itu.
"Percuma aja ma, kalau tidak langsung enak-enak" jawab Kevin mengedipkan matanya.
"Udah ah...besan dan semuanya kami pamit pulang dulu ya" sambung papa Yohan pada kedua besannya dan juga pada yang lainnya.
Setelah keluar Kevin kembali ke rumah mereka, mama Lia dan juga papa Rifki ikut berpamitan untuk pulang, begitu juga dengan Ema, tapi Ema masih di tahan oleh mama Dita, kerena sudah malam jadi harus di antar Cello pulang, tidak boleh pulang sendirian.
💘💘💘
Jangan lupa dukungan nya, lewat like dan juga komentarnya ya kak🙏🤗 terimakasih🙏🙏
Jangan lupa singgah di karya baru aku, dengan judul Ketulusan Cinta❤😘 terimakasih sebelum nya🙏🙏
__ADS_1
Bersambung❤🤗