
Akhirnya Adit, Davin dan parah istri mereka memutuskan tinggal bersama dengan mama Metha dan juga papa Lukman, itu membuat mama Metha sangat bahagia.
Kini saatnya makan malam, mereka semua sudah berkumpul di meja makan, Adit kembali menggoda Davin, saat Dea mengambilkan makan untuk.
"Enak ya kalau udah punya istri, mau makan saja ada yang ambilkan" goda Adit.
Mereka semuanya tertawa kecuali Davin, dia hanya diam menikmati makanan di hadapannya, dia malas meladeni sang kakak yang entah sejak kapan mulutnya tanpa filter.
Sehabis makan, Dea dan Dita merapikan meja makan dan mencuci piring, sedangkan yang lain kembali berkumpul di ruang keluarga, tidak lama Dita datang bersama Dea, ikut bergabung dengan yang lainnya.
ππ
Sejak hamil ada-ada saja yang di inginkan Mia, seperti malam ini dia ingin makan cilok tapi harus Rio sendiri yang membuatnya.
"Aduh sayang, aku tidak tau caranya buat cilok kita beli aja ya" ucap Rio.
"Nggak, aku mau abang sendiri yang buat, kalau titik mau buat, abang tidur di luar" jawab Mia dan langsung membuang mukanya.
"Aduh jangan begitu dong sayang, gimana kalau aku kangen pengen meluk kamu" ucap Rio kembali.
"Bodoh amat" jawab Mia cuek.
terpaksa Rio turun ke dapur dan menghampiri bibi Sumi yang lagi asik menonton di dalam kamarnya, Rio mengetuk pintu kamar bibi Sumi.
"Ada apa bang Rio" tanya bibi Sumi.
"Bi, tolong kah bantu aku gimana caranya buat cilok, soalnya Mia mau makan cilok" ucap Rio pada bibi Sumi.
"Ayo, bibi buatkan" jawab bibi Sumi dan langsung menuju dapur bersama dengan Rio.
"Bibi kasih tau aja bahan-bahannya, nanti aku yang buat" ucap Rio pada bibi Sumi.
__ADS_1
Akhirnya bibi Sumi mengajar Rio cara membuat cilok, mereka berdua di dapur heboh banget, bunda Astrid yang juga menuju dapur untuk mengambil air minum, kaget melihat Rio yang sudah bermandikan keringat dan muka penuh tepung.
"Lagi buat apa? kok sampai muka kamu berantakan begitu?" tanya bunda Astrid.
"Lagi buat cilok bunda, soalnya Mia mau makan cilok tapi harus cilok buatan aku sendiri" jelas Rio.
Bunda Astrid hanya tersenyum melihat perjuangan Rio membuat cilok untuk istrinya, bunda Astrid akhirnya pamit kembali ke kamar, sedangkan Rio dan bibi Sumi masih melanjutkan pekerjaan mereka.
Setelah beberapa lama akhirnya cilok buatan Rio sudah jadi, Rio tersenyum puas melihat buatannya sendiri, eh di bantu bibi Sumi juga kok.
"Terimakasih ya bi, sudah membatu aku, maaf sudah mengganggu jam istirahatnya bibi" ucap Rio.
"Tidak apa-apa kok, bibi juga kan masih nonton belum tidur" jawab bibi Sumi.
"Aku naik dulu nya bi, selamat beristirahat bi" pamit Rio pada bibi Sumi.
Setelah berpamitan Rio kembali naik ke kamarnya, dia langsung menghampiri Mia yang masih duduk menonton.
"Sayang ini cilok permintaan kamu, abang sendiri yang buat" ucap Rio dengan bangga.
"Kok malah menyuruh abang yang makan, katanya tadi kamu mau makan kalau abang yang bikin, ini abang sendiri yang buat".
" Udah kenyang bang, abang aja ya yang makan" sambung Mia memelas. karena Rio tidak tega melihat muka istrinya akhirnya Rio yang menghabiskan semangkok cilok yang dia buat sendiri tadi.
"Sayang kamu nggak kasihan sama aku, udah capek bikin malah aku yang di suruh habiskan lagi" keluh Rio.
"Ini kan permintaan si junior sayang, bukan permintaan aku, makanya kalau tidak mau repot jangan buat" jawab Mia sedikit sewot.
"Tapi kan kamu juga suka, makanya kalau lagi ngadon kamu pasrah aja, adonan abang paling top baru sebulan udah berhasil" ucap Rio asal.
"Abang ya, istrinya lagi hamil, tapi asal ngomong saja" tegur Mia.
__ADS_1
Rio langsung tertawa, walaupun tadi sempat sedikit kesal pada istrinya tapi Rio kembali berpikir itu bawaan bayi mereka.
Di rumah keluarga papa Lukman, semua penghuni rumah sudah masuk ke dalam kamar masing-masing, begitu juga dengan Dita dan Adit, perut Dita kini sudah mulai membuncit, Adit paling suka mengelus perut Dita di saat mereka mau tidur.
Sebelum tidur Adit mencium perut istrinya mengajak si dedek mengobrol, itu di lakukan Adit setiap malam, setelah puas Adit langsung ikut berbaring di samping istri, sambil memeluk Dita.
"Ayo tidur sayang, mas sudah mulai ngantuk dan bercampur lelah" bisik Adit pada Dita.
Dita hanya menganggu karena dia juga sudah sangat mengantuk, apa lagi seharian dia menemani suaminya di kantor, entah kenapa Dita betah di kantor suaminya hari ini, biasanya dia hanya sebentar dan langsung minta pulang, atau ini pembawaan bayi, entahlah tapi hal itu membuat Adit sedikit bahagia karena bisa bekerja di temani sang istri tercinta.
****
Yudi yang sudah bahagia dengan kehidupannya yang baru, kini dia sudah membuka sebuah cafe, dia akan menata hidupnya kembali.
Tidak ada lagi dendam dalam hidup Yudi seperti dulu, tidak ada lagi namanya mempermainkan wanita, karena Yudi dulu terkenal dengan laki-laki playboy. seperti juga dengan Sesil kini dia fokus dengan pekerjaannya di Inggris, dia juga sudah melupakan Adit, dia juga sadar kalau semua itu kesalahannya sendiri.
Sesil juga menutup diri untuk lawan jenisnya, karena dia sadar sekarang dia sudah tidak sempurna, apa lagi yang di harapkan laki-laki darinya,mau menyesal sudah terlanjur, Sesil hanya berharap ada laki-laki yang bisa menerima nya dengan tulus, menerima semua Kekurangannya.
Tidak ada gunanya menyesal semuanya sudah terjadi, dan tidak akan bisa kembali lagi. begitu juga dengan Yudi, sakit hatinya pada Adit yang sempat membuat dia merasakan dinginnya jeruji besi, dan kehilangan semua apa yang selama ini dia banggakan, perusahaan yang sudah mulai berkembang hancur seketika dan membuat dirinya kembali ke titik nol.
Sempat bekerja sama dengan Sesil untuk menghancurkan Adit tapi tetap tidak bisa karena di belakang Adit ada Davin dan anak buahnya, tidak ada celah untuk masuk menghancurkan Adit, memisahkan Adit dan Dita. dan pada akhirnya mereka sendirilah yang menyerah.
Kembali menata kehidupan mereka dari nol, meninggal jakarta adalah pilihan terbaik buat Sesil dan juga Yudi, Sesil kini sudah kembali ke Inggris sedangkan Yudi pindah ke batam, di batam Yudi kembali memulai hidup barunya, merintis usaha dari nol, dengan membuat cafe sederhana di batam.
Ya semoga tidak ada lagi dendam di dalam hati mereka, semoga Sesil dan Yudi bisa membangun kehidupan mereka dengan baik, dan mendapatkan pasangan hidup yang bisa menerima mereka dengan tulus.
πππ
Sampai di sini dulu, jangan lupa tinggalkan jejak, like, komentar kalau bisa votenya, dan juga bunganya π€£π€
Ayo juga singgah di karyaku yang terbaruππ
__ADS_1
πππKETULUSAN CINTAπππ
πππ**Bersambungπππ**