Jatuh Cinta Setelah Menikah

Jatuh Cinta Setelah Menikah
Eps 82


__ADS_3

Kini Adit dan Dita sudah di dalam kamar karena mereka sudah ingin beristirahat.


"Sayang badan kamu semakin montok ya" ucap Adit kepada sang istri.


"Bilang aja kalau aku gemuk, tapi tidak apa-apa gemuk yang penting seksi" jawab Dita.


"Aku nggak bilang gemuk tapi montok" jawab Adit sambil memeluk sang istri sambil mengusap perut Dita walaupun sudah tidak rata lagi.


Perlakuan romantis selalu Dita dapatkan dari Adit tapi saat di dalam kamar saja, kalau di luar mereka tidak pernah memamerkan kemesraan mereka.


"Sayang kita mau USG atau tidak usah?" tanya Dita pada Adit.


"Kalau menurut aku tidak usah sayang, biar jadi kejutan buat kita" jawab Adit.


"Aku sangat setuju mas, aku juga tidak mau USG"


Mereka berdua asik mengobrol di dalam kamar, itulah yang mereka lakukan sebelum tidur, mereka mengobrol masalah rumah tangga mereka terkadang juga sampai membahas tentang pekerjaan Adit juga.


"Sayang kalau kita pindah dari apartemen kamu mau nggak?" tanya Adit.


"Kita mau pindah ke mana sayang?" tanya Dita


"Kita cari rumah yang dekat-dekat di sini saja, biar dekat dengan mama dan bunda" jelas Adit pada Dita.


"Boleh juga tapi apartemen kita siapa yang tempati? tanya Dita.


"Itu untuk anak-anak kita nanti nya" jawab Adit kembali.


Dita hanya mengangguk setuju dengan apa yang di ucapkan Adit barusan.


****


Di tempat lain, tepatnya di kampung halaman orang tua Dea, ayahnya yang sudah bersiap-siap untuk berangkat ke Jakarta untuk menghadiri pernikahan anaknya.


"Ayah maunya sana? untuk apa menghadiri pernikahan anak durhaka itu" ucap Ibu tiri Dea.


"Biar bagai mana pun, dia itu tetap anak saya, darah daging saya, jadi sudah tanggung jawab saya untuk menikahkan dia" ucap ayah Dea.


"Tapi dia udah bikin malu kita, dia kabur dari pernikahan dengan orang yang ibu jodohkan dengan dia".


" Itu terus yang di ungkit, kirain mereka sudah melunasi semua Utang-utang kita, kenapa kamu masih menyalahkan dea, biarkan dia bahagia dengan laki-laki pilihan nya sendiri" jelas ayah Dea penuh emosi.


"Ok silakan pergantian dan jangan kembali lagi" ucap istrinya.

__ADS_1


"Baik saya akan pergi, dan jangan pernah mencari saya, biarkan saya menebus kesalahan saya selama ini kepada anak aku" sambung ayah Dea dan langsung meninggalkan rumah menuju stasiun kereta api untuk menuju Jakarta.


Ayah Dea sempat menghubungi Dea kalau dia sudah berangkat ke Jakarta, Dea juga sudah memberitahu kan Davin agar nanti dia tidak lupa. apa lagi Davin masih masuk kerja, besok baru dia cuti.


Dea juga sudah menceritakan kepada mama Metha kalau sebentar sore ayahnya sudah tiba dan dia dan Davin yang akan menjemputnya. Mama metha yang mendengar itu sangat bahagia karena akhirnya ayah Dea bisa hadir juga.


"Syukurlah nak, kalau ayah kamu bisa hadir" ucap mama Metha tersenyum bahagia.


"Ia ma, Dea juga sangat bahagia akhirnya ayah bisa hadir" jawab Dea.


"Kamu sudah memberitahukan Davin kalau ayah kamu sebentar akan tiba?" tanya mama Metha.


"Sudah ma, nanti dia datang jemput aku baru kami berdua pergi jemput ayah" jawab Dea.


Di kantor Davin sangat serius dengan pekerjaannya, karena besok dia akan cuti karena mau menikah, dia mendapatkan cuti selama satu minggu.


****


Mia yang ingin memakan rujak segera memberitahukan kepada suaminya. rio yang sibuk dengan pekerjaannya segera minta tolong pada nadin untuk membelikan istrinya rujak.


Nadin pun segera pergi membeli rumah seperti yang di suruh kan oleh bosnya.


"Mang rujak satu porsi ka? ucap Nadin pada penjual rujak.


"Enak saja mang, ini buat istri bos saya, maka saya yang di suruh datang beli" jawab Nadin


"Jadi mbak belum menikah ni" tanya penjual rujak kembali.


"Belum lah mang, saya masih sendiri" jawab Nadin


"Mau nggak menikah dengan saya saja" ucap si penjual rujak tersebut.


"Aduh mang, ada-ada saja, kasian istri dan anak di rumah mang" jawab Nadin kembali.


"Kan mbak jadi istri ke dua saya" lanjut si penjual rujak sambil membungkus pesanan Nadin.


Nadin yang mendengar itu hanya tersenyum, dan langsung membayar rujak tersebut.


Setelah selesai membeli rujak Nadin kembali ke kantor nya, sesampainya di ruangan pak Rio, Nadin langsung memberikan bungkus tersebut ke pada pak Rio.


"Pak ini pesanan nya" ucap Nadin sambil meletakkan kantong kresek di atas meja.


"Makasih Nadin, kalau begitu saya jalan dulu ya, semuanya saya serahkan ke kamu ya Ferdi" ucap Rio sambil berdiri untuk pulang ke rumah.

__ADS_1


"Hati-hati di jalan pak, salam buat ibu Mia" ucap Nadin dengan sopan.


"Terimakasih Nadin, saya jalan dulu" pamit Rio yang langsung meninggalkan kantornya.


Nadin pun langsung keluar dari ruangan pak Rio, tinggallah Ferdy sendiri yang masih berharap dengan pekerjaannya.


Mia mengidam tidak seperti Dita, Mia yang emosi selalu berubah-ubah dan selalu ingin makan yang aneh-aneh, sedangkan Dita biasa saja, seperti orang yang tidak hamil, dia tidak ada ngidam yang aneh-aneh. Dita biasa-biasa saja. hanta terkadang kalau lambat Adit turuti maunya Dita menangis.


Tanpa tersasa kini davin suda datang menjemput dea, mereka berdua akan ke stasiun untuk menjemput ayah mereka.


"Kamu sudah siap? " tanya davin.


"Ia, kita udah mau jalan? tunggu ya aku pamit dulu pada mama" ucap dea dan langsung ke halaman belakang menghampiri mama Metha.


"Ma, kami mau jemput ayah dulu, kak Davin udah datang jemput aku" ucap Dea pada mamanya.


"Ok hati-hati nak di jalan, nanti ajak ayah kamu ke sini dulu ya, makan malam bersama di sini dulu" ucap mama Metha.


"Beres ma, kami jalan dulu ya ma" pamit dea.


Setelah berpamitan Dea kembali menemui davin yang lagi duduk di sofa ruang keluarga.


"Kak ayo kita jalan, aku udah pamit pada mama" ucap Dea.


Tanpa menjawab Davin langsung berdiri dari duduknya dan mengikuti Dea dari belakang, dasar Davin si tukang irit bicara.


Mereka berdua sudah berada di dalam mobil, Dea lah yang duluan membuka suara.


"Kak, kenapa diam terus sih, aku kayak jalan dengan patung saja" ucap Dea pada Davin.


"Mau ngomong apa? dan kalau kamu jalan dengan patung, tidak ada patung yang bisa nyetir".


" Ia aku tahu itu kak, aku juga ingin ngobrol-ngobrol dengan kakak, seperti pasangan yang lainnya".


"Ya ngobrol aja, kamu mau bilang apa? nanti aku jawab" ucap Davin membuat Dea memilih diam.


Dea memilih melihat jalanan dari pada mengajak Davin mengobrol, hanya membuat dia emosi saja.


πŸ’•πŸ’•πŸ’•


Ayo di like dan komentar ya kakak-kakak yang baik hatiπŸ˜πŸ™


πŸ’•πŸ’•πŸ’•Bersambung πŸ’•πŸ’•πŸ’•

__ADS_1


__ADS_2