Jatuh Cinta Setelah Menikah

Jatuh Cinta Setelah Menikah
PERMAINAN DI MULAI


__ADS_3

Pukul 20.30 malam Allea belum bisa memejamkan matanya ia memikirkan kehidupannya nanti bila pernikahan mereka terjadi, dan tiba tiba ponsel allea berdering.


"haaa! mas Bram ada apa malam malam begini telepon" Allea ragu ragu untuk menjawab telepon dari Bram,


dengan keberanian yg lebih ia akhirnyaa menjawab tlp dari Bram


"hallooo mas.." suara Allea tergagap.


"Lea kalo gue telepon bisa gak cepet-cepet di angkat ... !!" suara Bram terdengar kesal.


"iyaa mas maaf, tadi lagi di toilet ada apa ya??" tanya Allea ke Bram


"keluar ....! gue di depan rumah nih" Bram menyuruh Allea keluar belum ia menjawab Bram sudah mematikan teleponnya lebih dulu.


Allea bergegas keluar rumah untuk menemui Bram, didapatinya Bram sedang menunggu Allea di dalam mobil, sesampainya di sana Allea segera masuk ke dalam mobil Bram .


"ada apa mas malam-malam begini kesini?" Allea memasang wajah khawatir.


"kita nikah secepatnya..!" Bram mengucapkan itu tanpa ekspresi.


"haah...! maas.. kenapa cepet-cepet bgini??" Allea terkejut mendengar ajakan Bram.


"mau apa enggak,!!" Bram sedikit membentak Allea


"maaf mas, ini bukan masalah mau atau enggak mas yakin akan menikahi aku?" tanya Allea seraya memastikan ke inginan Bram.


Bram melirik ke Allea dengan pandangan yang menyeramkan.


"gue ga mau di atur-atur terus sama ortu gue, harus begini begitu terhadap elu lea, toh kata elu sudah waktunya kita bikin senang keluarga kita, iyaa kan??" Bram mencoba membalikan ucapan Allea saat itu, Allea hanya terdiam fikiriannya seketika kacau.


"gue cuma mau ngomongin itu dan malam ini juga gue mau ngomong sama mami" Bram terlihat serius dengan ucapannya.


Setelah dirasa cukup Allea kembali masuk ke dalam rumah dan kamarnya.


"mas Bram gak maen maen sama ucapannya" Allea tertegun malam itu sampai pukul 2 malam ia belum bisa memejamkan matanya.

__ADS_1


Akhirnya yang di takutkan oleh allea terjadi 2 hari kemudian kelurga Bram datang untuk melamar, Allea memandangi wajah mamanya lekat-lekat.


"mama bahagia banget ya, Allea seneng lihat mama sebahagia ini" bisik hati Allea


Hatinya menjadi sangat sedih ia ingin menangis namun ia tahan ia rela tak bahagia nantinya asalkan ia bisa melihat mama bahagia, di sela-sela acara lamaran yang hanya di hadiri oleh dua keluarga.


"Allea kamu apain ini si Bram sampe cepet-cepet minta ngelamarin kamu" ucap mami Ajeng membuat seluruh keluarga tertawa


"hehe gak tau tante" Allea tertawa terpaksa saat itu Bram terlihat ikut bahagia dengan tawa dan senyum tak lepas dari bibirnya.


Senyum dan tawa itu palsu karena Allea tau Bram tidak mencintai dan menginginkan Allea untuk menjadi istrinya.


"Bram kamu secepatnya hubungi wedding organizer yaa kita gelar resepsi yang meriah.." pinta mami pada bram, namun bram hanya tersenyum ke maminya.


"maaf mi, pi, tante dan oom tapi aku dan Allea sepakat tak ada resepsi hanya akan ada akad nikah saja di rumah, ini keinginan Allea calon istri Bram jadi Bram gak bisa nolak." Bram mengucapkan itu seraya memandang Allea


"ihh sialan..!! ngapain bawa bawa gue emang lu ngomongin ini ma gue..!!" bisik hati Allea, Allea terkejut matanya melotot ke Bram.


"apa bener itu Allea??" tanya oom Pras


"kaka kok nggak cerita ke mama" mama mengenggam tangan Allea.


"maaf ma, pa, Allea gak mau semua repot ngurusin ini semua jadi kaka sama mas Bram mutusin buat acara sederhana ajah" Allea menjelaskan dengan gugup..


"good job anak kecil." bisik hati Bram sambil tersenyum licik ke Allea.


Setelah acara itu berakhir Allea memikirkan acara pernikahan yang akan di laksanakan 4 hari lagi, atas keinginan Allea pernikahannya cukup dihadiri tetangga dan keluarga dekat saja Allea juga hanya mengundang beberapa teman dekatnya saja.


Keesokan sorenya Allea keluar untuk menemui Maria untuk mengundangnya datang ke acara akad nikahnya betapa terkejutnya Maria mendengar itu.


"ya tuhaaaan... Allea lu yang bener ajah gue ga tau lu pacaran kapan, tiba-tiba elu mau nikah....!!" Maria berbicara dengan nada cepat ia sangat kaget


"maaf Maria gue gak cerita soalnya ini semua itu nge dadak," Allea memanyunkan bibirnya


"nge dadak? lu kira tahu bulet, di goreng dadakan!!!" Maria kesal seakan tak percaya.

__ADS_1


"trus seperti apa calon suami lo" tanya Maria lagi.


"gue gak bisa kasih tau sekarang nanti pas hari H nya elu datang yaa biar elu lihat sendiri orangnya" pinta Allea pada Maria.


"heum, yaudah nanti gue datang lebih awal okee...!" Maria menepuk bahu Allea.


"Sorry Maria lo pasti bakal kaget lihat Bram tenyata cowok yang kita lihat di cafe itu adalah suami gue..! gue gak mau cerita banyak ke elu karena gue yakin lu pasti bakal banyak tanya.." bisik hati Allea ketika melihat wajah Maria.


Sepulang dari menemui Maria, Allea segera menuju boutique baju pengantin untuk janjian dengan Bram, sesampainya di boutique Allea segera masuk di sana sudah ada Bram dan tante Ajeng.


"sore tante maaf llea telat" Allea menyalami tante Ajeng.


"ga papa sayang, oia maaf ya karena pernikahan kalian tinggal 4 hari lagi jadi kita ga bisa pesen jadi kita beli yang sudah jadi ajah yaa.." tante Ajeng menggandeng tangan Allea untuk melihat baju kebaya pengantin yang akan Allea pakai di acara pernikahan mereka.


Allea memilih kebaya yang cantik dan elegan berwarna putih, Allea di bawa ke ruang fitting room


"mas nya ikut sekalian yaa buat cobain jas nya.." pinta salah satu pelayan boutique tersebut.


Dengan malas Bram ikut masuk di sana ada Allea yang sedang berdiri memegang baju kebaya pengantin, tiba-tiba dari belakang Bram berbisik.


"thanks yaa udah bantu gue maenin sandiwara ini, jangan geer dan jangan mikir lu bakal bikin gue terpesona dengan baju pengantin yang elu pilih ini karena di mata gue celine yang paling cantik dan yang paling pantas make baju itu," Bram berbisik ke telinga Allea.


"oh iyaa demi kebahagiaan orang tua, mari kita kerja sama dalam sandiwara ini, banyak keuntungan yang nantinya bisa lu dapetin so...follow my game.. !!" bisik Bram,


Allea hanya terdiam air matanya sudah penuh di pelupuk matanya hatinya benar benar sakit mendengar segala ucapan Bram.


"waah romantisnya calon pengantin" salah satu pelayan masuk melihat Bram berada di belakang Allea ia fikir Bram sedang memeluk Allea.


"waah benarkah..? calon istriku ini orangnya pemalu mbak, ia sekarang sedang gelisah nunggu hari bahagia kita, iyaa kan sayang..?" Bram memeluk Allea dari belakang, Allea hanya mengangguk mengiyakan.


"ayoo mbak nya di make up sedikit dan ganti pake kebaya nya, mas nya di sana ya!" pelayan menyuruh Bram ke arah kanan untuk mencoba jas yang akan di kenakan untuk akad nikah nanti.


"kaka nya beruntung sekali calon suaminya tampan dan sangat mencintai kaka nya.." si pelayan membuka obrolan.


"heehe iyaa mbak makasih, minta doanya ajah semoga acaranya lancar sampai hari H nya." pinta Allea pada pelayan boutique yang mengurus fitting baju Allea,

__ADS_1


mereka tak tahu apa yang Allea rasakan saat itu. Hatinya sakit ingin rasanya ia mengatakan ia tak ingin menikah dengan laki-laki seperti Bram. namun ia tak bisa berbuat apa-apa ia hanya bisa pasrah pada takdir yang sudah di gariskan Allah untuk nya.


__ADS_2