Jatuh Cinta Setelah Menikah

Jatuh Cinta Setelah Menikah
PERTENGKARAN


__ADS_3

Bram berjalan dengan cepat menghampiri Allea dan Wisnu yang sejak tadi berdiri di pintu masuk apartemen nya, Bram menarik tangan Wisnu dan melayangkan tinjunya ke wajah wisnu.


"bbbouughhhttt" Wisnu terjatuh terkena bogem mentah dari Bram.


"aaaa....MAS APA APAAN SIIH..!!!" Allea berteriak sambil menghalangi Bram yang sudah sangat emosi.


"MAS NGAPAIN MUKUL DIA.!" suara Allea meninggi, Bram memandang sinis ke Allea.


"OHH HEBAT LO SEKARANG, LO BELAIN COWOK ELO INI" Bram semakin emosi.


"bangun mas.. " Allea membangunkan Wisnu, melihat Allea perhatian ke Wisnu membuat Bram semakin emosi ia menarik paksa lengan Allea dan dengan sekuat tenaga begitu juga dengan Wisnu , Wisnu pun menarik lengan Allea.


"LEPASIN ISTRI GUE..!!!" Bram berteriak ke Wisnu.


"ISTRI?? SERIUS LO ANGGAP DIA ISTRI? gue mau bawa Allea dari sini lo gak pantes jadi suami Allea, suami macam apa lo udah nikah masih bawa selingkuhan depan istri" suara Wisnu meninggi dan nafas Wisnu memburu Bram pun sama emosi semakin memuncak. Bram ingin melayang kan tinju nya lagi namun Allea segera memeluk Bram untuk menghentikannya


.


"mas Wisnu pulang ajah mas ini urusan aku sama mas Bram


llea mohon llea ga apa-apa kok mas" Allea memohon ke Wisnu sembari menagis.


"Allea ayoo pulang sama aku di sini ga aman" pinta Wisnu.


"WOOY NGACA NGACA SIAPA ELU NYURUH ISTRI GUE IKUT ELU DIA ISTRI GUE , PAHAM LOO..!!" emosi Bram semakin tak terkontrol.


"mas..plis.. pulang ya...pliis.." Allea memohon tangisannya lirih. akhir nya Wisnu menyerah ia pun pergi meninggalkan Allea dan Bram.


Bram memandang sinis ke Allea.


"MASUK LO ..LLEA!!" Bram berteriak ke Allea, Allea pun masuk ke dalam.


"HEBAT YAA.. UDAH BERANI BAWA COWOK KE SINI!" Bram mencengkeram wajah Allea dengan sangat kencang hingga Allea sulit untuk berbicara, Allea pun mulai emosi ia mendorong kuat-kuat tubuh Bram.


"CUKUP YAA MAS, MAS NYALAHIN AKU NUDUH AKU!! INGET MAS, MAS LEBIH BURUK DARI AKU..!!" suara Allea meninggi dan menunjuk wajah Bram.

__ADS_1


"LO ISTRI GUE! GA PANTES LO BAWA COWOK LAEN KE SINI!" emosi Bram semakin memuncak.


"OOH SEKARANG MAS UDAH ANGGAP AKU ISTRI?? SELAMA INI MAS GA PERNAH ANGGAP AKU ADA MAS HANYA MEMIKIRKAN CELINE CELINE DAN CELINE, MAS GA ADA DI SAAT AKU SEDIH MAS GA ADA DI SAAT AKU BUTUUUHH..!!! MAS HANYA BERI AKU UANG..UANG.. DAN UANG..!!!" suara Allea meninggi emosinya tak terkontrol, lalu ia mulai menangis Bram terhenyak mendengar perkataan Allea.


"mas.. bila memang mas anggap aku istri mas perlakukan aku sebaik mungkin sebagai istri" Allea terisak, suaranya melemah Bram hanya diam melihat reaksi Allea.


"kamu denger yaa Allea akan dengan celine hubungan, di luar apa pernah aku bawa dia ke sini??" Bram berbicara seolah menyalahkan Allea.


"ohh mas nyalahin aku, mas ga mikir sakit nya aku gimana pas lihat mas sama celine, mas ga mikirin hati sama perasaan aku? mas wisnu yang lebih ngerti aku." Allea mengucapkan nama Wisnu.


"ohh Wisnu, namanya Wisnu!!" Bram tersenyum licik.


"jadi dia yang selama ini ada di saat kamu butuh jadi dia yang selama ini membiayai kebutuhanmu, sehingga uang pemberian ku tak ada yang kamu gunakan? hebaat ... hebat banget kamu Allea" Bram tepuk tangan sambil mengucapkan nya.


"iyaa memang kenapa?? setidaknya mas Wisnu selalu ada di saat aku butuh, laptop alat kue semua peralatan baru kemarin itu dari wisnu kenapa mas gak terima??" Allea mendekatkan wajahnya ke Bram seraya menantang. Bram terlihat menahan kesal ia menggertakan giginya menahan kesal.


"zzAappp." Bram merebut tas Allea dan mencari ponsel milik Allea, dan ia ambil ponsel Allea.


"mas balikin ponsel aku." Allea mencoba mengambil namun tak bisa tenaganya tak sekuat Bram.


"mas melarang aku, apa mas juga bisa ga nemuin si perempuan ****** itu" suara Allea meninggi, mendengar itu Bram memandang sinis ke allea.


"bukan urusan kamu aku mau menemui dia atau enggak, ponselmu aku sita" ucap Bram dengan tatapan mengintimidasi.


"mas...kembalikan ga.. balikin ponsel aku" Allea terus mencoba mengambil dari tangan Bram. namun Bram yang sudah terlanjur emosi berlalu meninggalkan kan Allea


Allea mencoba mengejar dan menarik lengan Bram ia mencoba mengambil ponselnya kembali, karena kesal Bram mendorong Allea.


"MINGGIR..!!!" Bram mendorong Allea dengan kuat, dan Allea pun jatuh terjengkang dengan keras.


"aaw..." Allea menahan sakit di kepala dan pinggangnya.


"mas.. kembalikan ponsel aku" Allea memohon namun ybram tak menggubris permintaan Allea ia masuk kedalam kamarnya dan membanting pintu dengan keras. Allea masih terduduk di menahan sakit ia pun menangis sejadi jadinya, setelah puas menangis Allea masuk ke kamarnya dengan lemas.


"aku ga sanggup ya allah....ingin rasanya aku akhiri semuanya." Allea menangis kembali di kamarnya, selang beberapa menit Allea berinisiatif untuk mandi air hangat untuk menenangkan fikirannya, Allea berendam air hangat di dalam bathtub berharap ia sedikit rilex.

__ADS_1


"gue ini kenapa sih, kenapa cemburu sampe emosi begini ke si Allea..konyol banget gue" Bram terbangun keluar dari kamar untuk menghampiri Allea di kamar, ternyata Allea sedang berada di toilet, Bram pun kembali ke kamarnya sambil menunggu Allea selesai.


Allea menyandarkan kepalanya di bathtub fikirannya melayang, matanya sembab karena banyak menangis. Allea merasa sangat pusing dan tubuhnya merasa lemas ia mencoba membuka matanya


"lemes bgt.. ya allah knp lemes begini" tubuh Allea semakin melemah, padahal belum ada 10 menit ia berada di dalam bathub ia merasakan yang teramat sakit di belakang kepalanya dan ia mencoba memegang kepalanya.


"kenapa air nya menjadi seperti ini..!" dalam kelemahannya ia masih sempat fokus ke warna air, ia mengusapkan tangannya ke belakang kepalanya yang di rasa sakit betapa terkejutnya Allea.


"darah?....darah apa ini" Allea semakin lemah, ia mencoba bangun untuk meminta pertolongan pada Bram namun tubuhnya sangat lemas.


"mas.. mas....mas.." suara Allea semakin melemah dan akhirnya iaa pun tak sadarkan diri dan tenggelam di dalam bathtub nya.


Sementara itu Bram yang sedari tadi menunggu Allea untuk keluar dari toilet ia segera mengetuk toilet untuk memastikan Allea baik baik saja, karena ia merasa sudah terlalu lama di dalam toilet.


"Allea... Allea..lo mandi lama amat sih.." Bram teriak sembari mengetuk pintu toilet dengan keras.


"tok..tok.took.. Allea ..bukaa,"


"tokk ... tooook .. toook Allea ...Alleaaaa" Bram mulai panik Allea tak menjawab dari dalam kamar mandi, akhirnya Bram menendang pintu kamar mandi dan mendobraknya.


"ALLEA......!!!!" Bram berteriak dengan kencang ia berlari menghampiri Allea.


Betapa terkejutnya ia, melihat air di dalam bathtub berubah warna kemerahan, Bram terkejut melihat Allea tak sadarkan diri dan tenggelam di bathtub, Bram langsung meloncat masuk kedalam bathtub ia segera mengangkat tubuh Allea yang tak berbusana tubuh Allea sudah mulai mendingin wajahnya pucat.


"Allea bangun Allea..!! Allea.. bangun..." Bram membopong Allea sembari mengguncang-guncang tubuh Allea, di peluknya Allea eraut, Bram menidurkan Allea di sofa ia mengambil selimut untuk menutupi tubuh Allea, ia segera membuka pintu dan segera membopong Allea menuju mobil untuk segera di bawa ke rumah sakit.


"Allea bangun Allea..., Allea.." Bram membopong Allea sambil memeluk dan mencium Allea, Bram berusaha sendiri hingga ke basement.


"ya allah pak Bram!" semua security di basement menghampiri Bram dengan khawatir.


"apa yang terjadi pak, kita panggil ambulance ajah pak" security Semua ikut panik.


"tolong istri saya pak..tolong.." bram meminta tolong sembari meneteskan air matanya, ia sangat takut dan panik melihat keadaan Allea yang lemah, dengan sigap ambulance milik apartemen pun membawa Allea ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan di dalam ambulance tak henti-hentinya Bram menggengam tangan Allea dan menciuminya.


"Allea bangun Allea aku mnta maaf, jangan tinggalin aku Allea" Bram terlihat menyesali perbuatannya ia terus sja mencoba membangun kan Allea yang sudah tak sadarkan diri dengan tubuhnya yang mulai mendingin.

__ADS_1


__ADS_2