
Kini keluarga ayah Romi sudah pulang ke rumah mereka, begitu juga dengan Chua.
Davin yang lagi menikmati angin malam di atas balkon lantai dua, Tiba-tiba di datangkan oleh ayah mertuanya.
"Maaf nak, apa ayah mengganggu?" tanya sanga ayah mertua.
"Tidak, silakan ayah duduk" jawab dan dan segera mempersilahkan ayah mertuanya duduk.
"Begini nak, bapak besok rencana sudah mau pulang ke kampung" ucap ayahnya saat sudah duduk di samping Davin.
"Kenapa buru-buru pulang ke sana, ayah di sini saja dulu" jawab Davin.
"kasian ternak ayah di sana tidak ada yang mengurus nya, ayah tidak bisa mengharapkan ibu kalian" jelas ayah mertuanya.
"Apa ayah sudah memberitahukan Dea tentang kepulangan ayah besok?" tanya Davin kembali.
"Ayah belum bicara, mungkin Dea sudah tertidur karena kecapean".
" Ayah tunggu di sini saya cek dulu, kalau belum tidur nanti saya panggil dia ke sini" ucap Davin dan segera berdiri menuju kamar pengantin mereka.
Davin masuk ke dalam kamar dia mendapati sang istri lagi duduk di tepi ranjang sambil menonton, saat Davin masuk, Dea sempat kaget melihat Davin masuk ke dalam kamar.
"Kamu belum tidur? ayah mau bicara sama kamu?" ucap Davin pada Dea.
"Oh, ada apa?" tanya Dea kembali pada Davin.
"Udah keluar saja, nggak mungkin di panggil kalau tidak perlu" jawab Davin.
Tanpa menjawab Dea langsung berdiri mengikuti Davin keluar kamar, dan menghampiri ayah mereka yang lagi duduk menunggu mereka berdua.
"Maaf nak, ayah sudah mengganggu istirahat kamu" ucap ayahnya saat mereka berdua sudah duduk.
"Tidak kok ayah, Dea masih menonton dan nggak usah minta maaf segala sama Dea" jawab Dea pada ayahnya.
"Begini nak, besok ayah sudah mau kembali ke kampung kita, kasian dengan ternak ayah di sana".
" Kok cepat banget mau pulangnya" tanya Dea pada sang ayah.
"Ayah tidak bisa meninggal ternak ayah di sana, ayah tidak percaya sama ibu kamu, dia pasti tidak mengurus nya" lanjut sang ayah.
"Dea tidak bisa melarang ayah, semua terserah dari ayah saja" jawab Dea
"Besok saya suruh teman saya untuk antar ayah" sambung Davin.
__ADS_1
"Tidak usah, ayah pulang naik kereta saja" tolaknya.
Akhirnya Davin dan Dea mengalah setelah tawaran mereka selalu di tolak ayah mereka, dengan terpaksa ayah Dea pulang naik kereta, besok Davin dan Dea akan mengantarnya ke stasiun kereta api.
Karena sudah larut malam, mereka sudah masuk kamar masing-masing untuk istirahat, Davin dan Dea masih canggung.
Davin yang masih duduk di sofa, sedangkan Dea langsung naik ke tempat tidur, dia segera membaringkan tubuhnya.
"Aduh bagai mana ini, lebih baik tidur duluan saja, mumpung kak Davin masih duduk" batin Dea dan langsung berpura-pura tidur.
Tidak lama Davin menyusul Dea naik ke tempat tidur, Dea semakin deg-degan. tanpa basa-basi Davin langsung memeluk Dea dari belakang.
Sontak membuat Dea kaget tapi di tidak mau bergerak, dia hanya berpura-pura tidur, tapi jantung Dea semakin berdebar kencang.
"Jangan pura-pura tidur, aku tau kalau kamu berpura-pura" bisik Davin di telinga Dea.
"Ya ampun, mati aku kak Davin tahu kalau aku hanya berpura-pura saja" batin Dea.
Davin yang memeluk Dea dengan erat membuat Dea sedikit sulit bernafas, akhirnya dia mengalah dan membuka suaranya.
"Kak aku nafas ini, kakak peluk begini" ucap Dea.
"Terimakasih udah mau bersedia menjadi istri aku, maaf kalau aku terlalu cuek" ucap Davin menatap Dea.
"Aduh kak Davin jangan tatap aku begitu dong" batin Dea.
Tiba-tiba Davin mendaratkan ciumannya di kening Dea, membuat Dea sedikit kaget dan mematung, davin hanya tersenyum padanya, membuat Dea kembali salah tingkah.
Davin tetap menatap muka imut Dea, membuat dea melihat ke kiri dan ke kanan, karena merasa malu.
"Jangan begitu, lihat aku juga" ucap Davin pada Dea.
"Tapi aku malu kak" jawab Dea.
"Jangan malu kita udah sah, kamu istri aku dan aku suami kamu" ucap Davin kembali.
Akhirnya Dea mendengar ucapan Davin, walaupun sedikit malu tapi apa yang di katakan Davin ada betul nya juga.
"Boleh kan aku melihat ladang aku?" tanya Davin sedikit tersenyum genit pada Dea, dan Dea kembali merasa malu.
Tanpa menunggu jawaban dari Dea, Davin kembali menghujani Dea dengan ciuman, mulai dari kening, pipi dan bibir, Davin tidak melewatkan sedikit pun.
Setelah puas, Davin turun ke bagian leher Dea, dengan lembut Davin menjelajahi leher Dea dan tidak lupa meninggal jejak kepemilikan di sana. membuat Dea mengeluarkan suara indahnya.
__ADS_1
"Suara kamu sangat seksi sayang kalau begitu" ucap Davin.
"Kakak, stop aku malu".
Davin hanya tersenyum pada istrinya, dengan pelan Davin membuka baju Dea dan membuangnya ke sembarang tempat.
Dia sempat terdiam, melihat pemandangan indah di hadapannya, dengan pelan dan lembut Davin menyentuh gunung kembar Dea, dan lagi-lagi Dea mengeluarkan suara indah, membuat Davin makin bergairah. tapi Davin belum puas sampai di situ, dia masih menjelajahi tubuh Dea.
Setelah puas melakukan pemanasan, Davin kembali menatap sang istri.
"Aku akan memulainya, boleh kan?" tanya Davin.
"Tapi aku takut, aku belum pernah melakukan nya" jawab Dea.
"Bagus dong, kalau kamu pertama kali melakukannya dengan aku" ucap Davin dan kembali mendaratkan ciuman di bibir Dea.
"Aku memulai nya ya" pintar Davin dan di balas anggukan kepala oleh Dea.
Davin membuka kedua kaki Dea, dia menatap kembali barang berharga Dea yang selama ini dia jaga, yang akan menjadi miliknya.
senjata Davin sudah sangat siap untuk melakukan tugasnya, Davin dengan pelan memasukan senjatanya ke dalam sarangnya.
"Kak... " ucap Dea menahan pinggul Davin
"Aku akan pelan sayang, rileks jangan tegang, nanti juga akan kamu nikmati" jawab Davin.
Davin kembali melakukannya dengan sangat pelan dan lembut, air mata Dea keluar karena menahan sakit, Davin kembali mencium kening Dea.
Entah berapa kali hentakan, akhirnya Dea bisa menikmati permainan mereka, kini dia tidak kesakitan lagi, tapi surga dunia yang kini dia rasakan.
Entah berapa kali mereka melakukan hal itu, sampai mereka mendapat klimaks, kini Davin membaringkan tubuhnya di samping Dea, mereka berdua kini sudah memandikan pelu.
Dea yang sudah sangat lelah, langsung tertidur, sedangkan Davin hanya tersenyum saat melihat seprei mereka ada noda warna merah.
"Terimakasih sayang, karena kamu sudah menjaganya untuk aku" ucap Davin dan kembali mendaratkan kecupan di kening Dea.
Davin langsung berbaring di samping sang istri, dan masuk ke dalam selimut yang di gunakan istri nya.
ππππ
Maaf kalau malam pertama Davin dan Dea kurang greget ya, karena aku tidak terlalu lihai dalam cerita 21+.
Semoga kalian suka ya, dan jangan lupa meninggalkan jejak like dan komentar yaπ terimakasih π€π
__ADS_1
πππBersambung πππ